Connect with us

Hukrim

Identitas Korban Telah Diketahui, Berikut Pernyataan Kapolres Batu

Published

on

Fotor 157131551286634

KABARMALANG.COM – Pihak Polres Batu yang berhasil mengungkap identitas mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut, diketahui adalah salah satu pegawai UMC Suzuki di Kabupaten Malang.

Mayat tersebut ditemukan tengah mengapung di sungai Watu Ondo, tepatnya di bawah jembatan Cangar, jalan penghubung antara Kota Batu ke Mojokerto.

Penemuan mayat yang menggemparkan warga Dusun Cangar, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Rabu (16/10/19) kemarin, sekitar pukul 10.30 WIB berhasil diungkap Polres Batu.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama kepada awak media mengatakan, bahwasanya korban adalah warga Kota Sumenep yang bekerja di UMC Suzuki.

“Alhamdulilah ya, Polres Batu berhasil mengungkap identitas korban. Korban diketahui bernama Bangkit Maknutu Dunirat, kelahiran 4 Agustus 1987, asal Dusun Benosan, Desa Karangbudi, Kecamatan Gapura, Kota Sumenep, Madura. Dan korban sendiri berdomisili di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang,” kata Harvi sapaan akrabnya,

Menurut Kapolres Batu, identitas korban diketahui, lantaran adanya laporan kehilangan dari warga Surabaya ke Polrestabes Surabaya.

“Ya, jadi sehari sebelum adanya penemuan mayat itu, ada salah satu warga asal Surabaya yang melaporkan ke Polrestabes Surabaya, ada anngota keluarganya yang tidak pulang saat mengikuti gathering Suzuki di Surabaya pada 15 Oktober 2019,” terang Harvi.

Mantan Kasubdit Regident Dirlantas Polda Jatim ini menerangkan, pada saat korban ditemukan memang ada indikasi kekerasan, di bagian depan ada luka robek, di bagian dahi sebelah kiri dan kedua mata dalam kondisi lebam.

“Pada saat dievakuasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tubuh korban dalam kondisi tertelungkup di sungai, ada luka robek di dahi kiri dan kedua mata lebam serta kedua tangannya dalam kondisi terikat,” jelasnya.

Orang nomor satu di jajaran Polres Batu ini memaparkan, terkait dengan temuan mayat tersebut, akhirnya Polres Batu berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya.

“Anggota kami dari Polres Batu bertemu dengan ibu dan istri korban pada malam harinya. Dan setelah kami croschek, ternyata memang benar. Hal itu diperkuat dengan adanya ciri-ciri fisik yang mengarah adanya kemiripan. Selanjutnya kami mengajak mereka (ibu dan istri korban) ke Rumah Sakit Bhayangkara, Hasta Brata Batu untuk kemudian melihat jenazahnya,” bebernya.

Harvi yang lahir di Jakarta dan besar di Semarang ini menguraikan, selanjutnya membuat bukti sidik jari dari istri korban. Dan keluarga membenarkan, bila itu memang jenazah suaminya.

“Autopsinya sekitar pukul 01.00 WIB sampai dengan pukul 02.00 WIB. Dan sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi, pihak keluarga korban mengambil jenazah untuk kemudian dibawa ke Sumenep dan dimakamkan,” ungkap Harvi.

Alumnus Akpol 2001 ini menuturkan, berdasarkan dari hasil autopsi pihak Rumah Sakit Bhayangkara, penyebab kematian korban itu karena adanya indikasi kekerasan.

“Dari hasil autopsi itu karena ada pendarahan di selaput otak korban. Kami saat ini masih memburu pelakunya, bekerjasama dengan Polrestabes Surabaya. Kepada rekan – rekan media harap bersabar ya, semoga pelakunya dapat segera tertangkap,” pungkasnya. (jho/fir)

Advertisement

Terpopuler