Connect with us

Serba Serbi

Polres Malang Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos, Antisipasi Penyebaran Hoax Jelang Pemilu 2024

Diterbitkan

,

IMG 20230404 205621
Kasi Humas IPTU Ahmad Taufik terus melakukan upaya mengajak masyarakat Kabupaten Malang untuk bijak menggunakan media sosial (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Polres Malang akan melakukan sejumlah langkah guna mengantisipasi penyebaran hoaks menjelang pemilihan umum (Pemilu) serentak pada tahun 2024.

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melalui Kasi Humas IPTU Ahmad Taufik mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya untuk mengajak masyarakat Kabupaten Malang untuk bijak menggunakan media sosial.

Upaya pencegahan ini dilakukan melalui imbauan Kamtibmas secara langsung maupun melalui flyer yang disebar di media sosial.

“Polres Malang terus melakukan upaya preemtif dan persuasif dengan menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar bijak menggunakan medsos,” kata IPTU Taufik saat ditemui di Polres Malang, Selasa (4/4/2023).

Taufik menambahkan, masyarakat hendaknya menyaring terlebih dahulu apabila menerima sebuah informasi, khususnya dari media sosial.

Selama ini, upaya yang dilakukan kepolisian telah dilakukan dalam bentuk imbauan melalui akun resmi kepolisian baik di tingkat Mabes Polri hingga Polda.

Termasuk pengerahan personel Bhabinkamtibmas dan Binmas guna meberikan edukasi di lapangan.

Lebih lanjut, Taufik menjelaskan, Polres Malang mengedepankan upaya edukasi dengan mengingatkan masyarakat khususnya pengguna media sosial untuk bijak menggunakan media sosial guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia berharap masyarakat tidak termakan pemberitaan ujaran kebohongan serta tidak terkena pelanggaran.

“Upaya-upaya sosialisasi dan edukasi terus kita lakukan kepada masyarakat untuk mengantisipasi berita hoax di masyarakat,” ungkapnya.

Taufik membeberkan beberapa tips mudah kepada masyarakat untuk mengantisipasi agar tidak menjadi korban berita hoax.

Yang pertama adalah, selalu waspada dengan judul yang provokatif. Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi lain.

“Apabila menjumpai berita dengan judul provokatif, sebaiknya mencari referensi berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang,” ujarnya.

Kedua, jika informasi yang diperoleh didapat dari website, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi (misalnya menggunakan domain blog), maka informasinya bisa dibilang meragukan.

Selanjutnya, cek fakta darimana sumber berita dan siapa narasumbernya. Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.

Tips terakhir adalah, pastikan foto yang dilampirkan asli dan terkini. Pada era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Pembaca bisa memanfaatkan situs yang menyediakan layanan pencarian yang telah ada untuk mengecek keaslian foto.

“Salah cara mengecek keaslian foto adalah dengan memanfaatkan mesin pencarian Google Images di internet. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan,” pungkas Taufik. (tik/fir)

 

Advertisement

Terpopuler