Connect with us

Serba Serbi

Buntut Mencuatnya Pemberitaan Negatif, Pihak Sekolah MI Bustanul Ulum Kota Batu Lakukan Ini

Diterbitkan

,

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Mi Bustanul Ulum Kota Batu H. SR. Fauzi, S.Pd bersama Payuyuban Walimurid Alumni, saat sesi foto bersama usai klarifikasi. (Dod)

 

KABARMALANG.COM – Terkait beredarnya pemberitaan di salah satu media online lokal, soal adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum, Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, yang terbit pada Selasa (7/3/2023) lalu, membuat pihak sekolah angkat bicara.

Bagaimana tidak, lantaran dengan mencuatnya berita itu pihak sekolah merasa telah dirugikan dan membuat nama baik sekolah tercemar. Pihak sekolah siap menempuh jalur hukum, dengan melaporkannya pada Dewan pers.

Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu H. SR. Fauzi, S.Pd, pada saat klarifikasi dengan menggelar konferensi pers di ruang kerjanya bersama para awak media, Selasa (14/3/2023).

“Berita itu sama sekali tidak benar, soal adanya dugaan pungli. Terus terang kami merasa dicemarkan dengan pemberitaan itu, apalagi tidak pernah ada konfirmasi kepada pihak sekolah, tiba-tiba mencuat pemberitaan bahwasanya pihak sekolah menarik uang sebesar Rp 25 ribu,” tutur Fauzi sapaan akrabnya.

Ia menegaskan, soal penarikan itu bukan serta merta melakukan pungli, apalagi sampai memaksakan, tapi sebagai bentuk sukarela bagi para paguyuban wali murid alumni MI Bustanul Ulum.

“Itu bukan pungli, saya tegaskan, karena itu sukarela sebagai infaq dan para alumni wali murid tidak keberatan. Sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama, bahkan juga ada yang memberikan lebih. Karena merasa di didik seperti bisa mengaji, membaca dan itu mereka anggap tidak sebanding dengan ilmu yang sudah didapat,” tegasnya.

Sementara itu, Fathur Rohman salah seorang alumni wali murid MI Bustanul Ulum menerangkan bahwa, jika soal adanya penarikan infaq yang dilakukan oleh pihak sekolah, sama sekali tidak memberatkan para wali murid.

“Terus terang kami tidak merasa keberatan, bahkan dengan nominal itu tidak sebanding dengan apa yang kita dapatkan, karena itu terlalu kecil. Jika ada rezeki lebih, pasti saya juga membantu dengan menyedekahkan demi pembangunan ruang kelas, karena saya juga sebagai alumni,” terang Rohman.

Lebih lanjut Rohman menyebutkan, berkaitan dengan pemberitaan yang dinilai sepihak itu para wali murid, terutama alumni akan siap pasang badan.

“Mencuatnya berita itu jelas merugikan pihak sekolah dan mencemarkan nama baik. Kami tentunya mengambil langkah tegas dengan menempuh jalur hukum, seperti memberikan somasi secara pribadi. Mengingat, kami para alumni yang lain juga sudah sepaham dengan pasang badan bersama demi nama baik sekolah yang kita cintai bersama ini,” sebutnya.

Tak hanya itu, dirinya juga membenarkan, jika sebelumnya terkait dengan pemberitaan yang dimaksud, jika oknum wartawan tersebut pernah mendatangi kantor Kemenag Kota Batu dengan membawa beberapa lampiran bukti kwitansi pembayaran, dari salah satu wali murid alumni 2022.

“Tentu saja ini menjadi tanda tanya besar bagi kami, karena hanya ada salah satu wali murid alumni tahun 2022 yang di media itu mengatakan kalau diduga merasa di pungli. Sebab, selama ini itu memang dari inisiatif kami paguyuban para wali murid dengan sepakat menginfaqkan. Namun ujung-ujungnya oknum wartawan itu meminta sejumlah uang, namun kami tidak memberikan. Ternyata, besoknya muncul pemberitaan seperti itu,” ungkapnya.

Diduga Menjalin Affair

Sementara itu, salah seorang wali murid alumni MI Bustanul Ulum yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, jika oknum wartawan yang dimaksud ada dugaan menjalin affair yang dengan sengaja memprovokasi salah seorang wali murid alumni (narasumber-red).

“Saya tau karena salah seorang wali murid alumni itu masih saudara saya. Dan saya juga tau jika oknum wartawan itu menjalin hubungan. Bahkan, setelah kita cek dengan mencari informasi kepada para wali murid (alumni-red), ternyata memang salah seorang wali murid alumni tahun 2022 itu yang menunjukkan bukti kwitansi kepada oknum wartawan itu, padahal yang lain tidak keberatan,” katanya.

“Justru ini yang aneh, walaupun yang bersangkutan tidak mengakui. Saya juga tau jika rumah dinas yang ditempati itu khusus untuk kepala sekolah, namun pada kenyatannya di tempati oleh oknum wartawan itu bersama keluarganya. Jadi, kalau mau buka-bukaan monggo,” pungkasnya. (dod/fir)

 

Advertisement Gempur Rokok Ilegal Bea Cukai Malang
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih