Connect with us

Serba Serbi

Haul ke-5 Gus Lukman, Gubernur Khofifah ke Ponpes Bahrul Maghfiroh

Diterbitkan

,

IMG 20220910 184955
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri Haul kelima KH Lukman atau lebih di kenal dengan Gus Lukman, Sabtu (10/9/2022).

 

KABARMALANG.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri Haul kelima KH Lukman atau lebih di kenal dengan Gus Lukman, Sabtu (10/9/2022).

Khofifah Indar Parawansa hadir dengan di dampingi oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, dan pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Prof Muhammad Bisri.

Usai mengikuti kegiatan, Khofifah mengatakan, bahwa dirinya kenal baik dengan almarhum Gus Lukman.

Karena, dulunya Khofifah merupakan santri dari KH Abdullah Fattah, ayahnya Gus Lukman dan Prof Bisri.

“Gus Lukman itu selalu bikin tenang, nyaman dan selalu bikin bahagia. Selalu memberikan gambaran bahwa ada kebahagian ada harapan di forum apapun,” ujar Khofifah.

Bahwa almarhum merupakan sosok yang dapat memberikan solusi, kata Khofifah dan memberikan kebahagiaan kepada orang lain.

Terutama kepada para lansia. Saking cintanya dengan lansia, Khofifah mengatakan, bahwa Gus Lukman ingin selalu membuat para lansia ini tersenyum bahagia.

“Banyak hal yang masyarakat menghadapi kesulitan kehidupan. Beliau hadir untuk bisa menjadi penyelesai masalah,” ujarnya.

Momen yang selalu di kenang oleh Khofifah ialah saat dirinya menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia.

Saat itu, Gus Lukman sering singgah ke rumah dinasnya untuk bergabung menunaikan salat berjamaah.

“Di rumah dinas saya dulu itu sentral dari kegiatan Gus Lukman, jadi rumah dinas itu bagi Gus Lukman bagian dari persinggahan tempat yang mudah di capai kalau beliau akan melaksanakan salat di sana,” terangnya.

Terakhir, Khofifah juga mengapresiasi apa yang saat ini telah di lakukan oleh Prof Bisri sebagai pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh.

Menurut dia, Prof Bisri telah menjalankan tugas dengan baik, seperti apa yang di cita-citakan oleh Gus Lukman.

Bahwa pesantren harus mandiri, dan santri tidak berbayar, tetapi bisa di berikan layanan pendidikan.

“Prof Bisri bisa menjalankan itu sangat baik, dengan kurikulum yang luar biasa. Kemudian kemandirian luar biasa, ada macam-macam produk,” ucapnya.

“Ini ada lagi mini SPBU, saya rasa Bahrul Maghfiroh ini sebuah pesantren yang mandiri,” pungkas Khofifah. (tik/fir)

Advertisement

Terpopuler