Connect with us

Ekbis

Duo Artis Cantik Gobas Hibur Pengunjung Twenty Lounge and Resto

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Penampilan Duo artis cantik Gobas hibur para pengunjung. Kedatangan mereka ini untuk meriahkan ulang tahun yang ke tiga Twenty Lounge and Resto di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kota Malang,

Meskipun tergolong sebagai unit usaha yang besar, namun dalam ulang tahunnya dirayakan dengan kesederhanaan bersama Owner Twenty Group dan seluruh karyawan Twenty Lounge and Resto.

Frea Alana sebagai Manager Event mengatakan, jika dalam perayaan kali ini, memang dilaksanakan secara sederhana, namun tanpa mengurungi rasa syukur maupun kemeriahan ulang tahun Twenty Lounge and Resto.

“Ibarat padi, semakin berisi semakin merunduk. Kami pasti selalu ingin menjadi yang lebih baik dan terbaik. Semoga bisa menasional dan semakin berkembang,” ungkapnya, Minggu (15/9/2019).

Dia menegasakan, sebagai unit usaha yang terus berkembang, saat ini Twenty Lounge and Resto lebih fokus untuk berupaya meningkatkan pelayanan terhadap para customer maupun member.

Sementara Geberal Manager Twenty Lounge dan Resto, Ferry menjelaskan, jika saat ini yang terpenting bukanlah kemeriahan dalam berpesta. Melainkan maintenance para member, agar selalu puas terhadap pelayanan yang diberikan.

“Pelayanan terhadap para member harus terus ditingkatkan. Memang peringatan sebelumnya diisis dengan penuh kemeriahaan. Namun untuk kali ini memang diiisi dengan kesederhanaan,” jelasnya.

Dalam perayaan tersebut, diisi dengan tiup lilin oleh Owner maupun General Manager Twenty. Selanjutnya, pemotongan tumpeng dan makan bersama seluruh karyawan dan staf Twenty Lounge & Resto.

Dan dalam rangkaian acara tersebut, juga diisi oleh bintang tamu duo artis cantik dari Gobas yang akan menghibur para pengunjung Twenty Lounge and Resto. (arya/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Kota Batu Zona Merah Kunjungan Wisata Turun Drastis

Diterbitkan

||

Dirut PT Selecta Sujud Hariadi (Foto: arl)

 

KABARMALANG.COM – Lima hari diumumkannya Kota Batu menjadi zona merah, kunjungan wisata di high season 2020 menurun drastis.

Hal ini dilihat tingkat kunjungan wisata di Kota Batu masih belum maksimal meskipun destinasi wisata telah dibuka.

“Di Selecta pada bulan November tahun lalu telah mencapai 1.197.593 pengunjung,” ungkap Dirut PT Selecta Sujud Hariadi kepada Kabarmalang.com, Sabtu (5/12).

Sejak pandemi hanya mencapai 424 ribu pengunjung. Sujud bahkan masih pesimis kunjungan wisata di high season akan menyentuh angka 500 ribu pengunjung.

Lebih jauh, Sujud menjelaskan tipikal wisatawan pada saat masa pandemi Covid-19 berbeda jauh dengan masa normal.

Menurut Sujud, wisatawan malah cenderung memilih berlibur di hari sibuk daripada berlibur di high season yang ada.

“Seperti yang kita tahu bahwa kunjungan wisata dan hotel dibatasi hanya 50 persen. Namun ini tidak pernah tersentuh sampai 50 persen penuh,” katanya.

Tercatat kunjungan wisata pada Agustus lalu hanya mencapai 30 persen karena awal pelonggaran PSBB di Kota Batu, lalu pada September menurun drastis menjadi 10 persen dan meningkat di Oktober menjadi 30 persen serta terus naik menjadi 40 persen di November.

Oleh sebab itu Sujud menekankan bahwa adanya boombing vacation diprediksi tidak akan semeriah dan seramai seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Apalagi hingga saat ini kami juga belum mendapat adanya laporan dari 86 anggota PHRI Kota Batu untuk mengundang artis menjelang event akhir tahun,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Batu ini.

Sementara itu Ketua Pramuwisata Kawasan Songgoriti, Haryoto mengungkapkan semenjak pandemi Covid-19 hadir ditengah-tengah masyarakat membuat kunjungan wisatawan di kawasan Songgoriti sangat menurun jauh.

“Sejak pandemi, 60 pengunjung wisatawan itu sudah sangat bagus sekali. Apalagi weekend di masa pandemi juga hanya mencapai 200 pengunjung,” tuturnya.

Haryoto berharap kedepan Kota Batu bisa segera melepaskan diri dari zona merah sehingga perekonomian Kota Batu yang notabene bersumber dari pariwisata bisa sepenuhnya menjadi normal. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Hotel Swiss-Belinn Utamakan Rasa Aman Saat Pandemi

Diterbitkan

||

Penerapan protokol kesehatan di Hotel Swiss-Bellin Kota Malang

KABARMALANG.COM – Dunia perhotelan menjadi salah satu lini bisnis yang  terdampak pandemi Covid-19, terutama saat di bulan Maret dan April 2020.

Sejak memasuki masa new normal, dampak itu sudah perlahan membaik, walaupun memang tamu di hotel-hotel tidak seramai sebelumnya.

Agar bisa tetap eksis, tawaran yang diberikan oleh pihak hotel selama pandemi ialah sejauh apa protokol kesehatan (prokes) ditegakkan.

Hal itu dibenarkan oleh Gunawan TD Putra, General Manager Swiss-Belinn Hotel. Menurutnya tamu tidak hanya melihat harga, tapi rasa aman dan nyaman.

“Apakah protokol covid-19 dijalankan oleh pihak hotel. Baik waktu masuk di hotel, saat check in, waktu di kamar, hingga check out,” kata Gunawan, kepada Kabarmalang.com, di Hotel Swiss-Belinn, Sabtu (5/12).

Gunawan mengatakan hotelnya sudah menerapkan protokol kesehatan. Sebelum masuk hotel ada pengecekan suhu dan memakai hand sanitizer.

“Lalu sudah disiapkan wastafel untuk cuci tangan. Saat check in, antara tamu dan receptionist diberi jarak, supaya tidak langsung bersentuhan,” tambahnya.

Gunawan TD Putra, General Manager Swiss-Belinn Hotel

Gunawan TD Putra, General Manager Swiss-Belinn Hotel

Hotel yang bersebelahan dengan Malang Town Square ini memberi tawaran prokes spesial dengan penyemprotan disinfektan di kamar tamu.

“Kami tawarkan kepada tamu, kira-kira penyemprotan disinfektan di kamar mau berapa kali. Akan disemprot sesuai dengan permintaan tamu,” terangnya.

Dia menambahkan, ketika tamu check out,  akan langsung dibersihkan, dan disemprot disinfektan. Sehingga tamu selanjutnya yang masuk, sudah aman.

Lalu, saat sarapan pagi, para tamu dilayani dengan diberikan sarung tangan. “Jadi tamu tidak bisa memegang alat-alat makan dengan tangan telanjang,” imbuhnya.

Acara Late Dinner Sambut Tahun Baru

Gunawan menuturkan dari pihak hotel tidak membuat acara spesial di malam tahun baru 2021 nanti, karena melihat kondisi yang ada.

“Swiss-Belinn tidak membuat satu acara khusus seperti tahun lalu, karena memang tingkat Covid-19 makin tinggi,” ungkapnya.

Namun, pihak hotel tetap mengadakan acara, agar para pengunjung hotel tidak kecewa dan tetap merayakan malam pergantian tahun.

“Kita siapkan semacam late dinner, konsepnya seperti angkringan, dimulai sejak jam 9 hingga 12 malam,” jelasnya.

Di dalamnya hanya ada hiburan live music dan door prize, kata Gunawan, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kita juga tetap bekerja sama dengan UMKM, seperti tahun lalu, menyediakan tempat untuk mereka saat malam tahun baru,” tutupnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Inflasi Terkendali, Kota Malang Peringkat 3

Diterbitkan

||

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang berprestasi. Tahun 2020, kinerja meningkat secara ekonomi makro.
Kepala BI Malang, Azka Subhan menyerahkan penghargaan kepada Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang berprestasi. Tahun 2020, kinerja meningkat secara ekonomi makro.

“Bertahun-tahun, kita belum pernah masuk ranking pengendalian inflasi. Tahun ini Kota Malang masuk ranking 3. Setelah kabupaten Banyuwangi dan Kediri,” kata Azka Subhan Aminurridho, Kepala BI Malang, Rabu (25/11).

Menurut Azka, nilai pengendalian Kota Malang meroket. Tahun 2019, nilai pengendalian ada di angka 87.

Kota Malang hanya meraih peringkat 8. “Saya perkirakan, peringkat 3 2020 ini mencapai skor 97-98,” imbuh pria yang ramah dengan media ini.

Wali Kota Malang Sutiaji ikut bersuka cita. Menurut Sutiaji, ini adalah momentum kebangkitan ekonomi Kota Malang.

“Yang kita butuhkan saat ini adalah inflasi. Kita harus pacu masyarakat menggerakkan ekonomi secara dinamis,” ujar Sutiaji.

Sutiaji mendorong Kota Malang membalikkan deflasi ke inflasi. Kabar ini menjadi pemacu semangat kinerja TPID Kota Malang.

Langkah strategis Pemkot Malang sekarang, adalah menggeliatkan IKM. Yaitu, Industri Kecil Menengah.

Serta, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Malang.

 

Pandemi, Kota Malang Deflasi 5 Kali

Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo mendukung pernyataan BI.

Data statistik Kota Malang sampai Oktober 2020 membuktikannya. Inflasi kota Malang sekitar 1,22 persen.

“Ini relatif rendah dari ekspektasi target inflasi. Yaitu sebesar 3 plus minus 1,” ujar Sunaryo.

Pada masa pandemi, Kota Malang dituntut mendongkrak laju inflasi. Karena, selama 2020, Kota Malang mengalami 5 kali deflasi.

Tahun 2019, terjadi 4 kali deflasi. Tahun 2018, malah terjadi hanya 1 kali deflasi.

Angka inflasi Kota Malang didorong tarif angkutan udara. Serta, harga daging ayam ras.

High Level Meeting TPID Kota Malang di Atria Hotel

 

Wawali Sofyan Edi Jarwoko, meminta ada pacuan ekonomi. Dua bulan menuju 2020, harus ada stimulus perputaran uang.

Misalnya, peningkatan pembelajaan APBD dan APBN. “Sesuai harapan Presiden juga, 2021 ada pembelanjaan APBD-APBN. Desember, kami dorong agar ada proses pengadaan barang jasa,” sambung Edi.

Potensi perekonomian Kota Malang wajib dikonsolidasi. TPID juga perlu menganalisa simpul ekonomi yang tertidur.

“Perlu kita bangkitkan dan gairahkan kembali. Tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan, “tegas Wawali Edi.

Pemerintah pusat pun menyerahkan penghargaan kepada Pemkot Malang. Azka menyerahkan simbolis penghargaan itu pada Sutiaji. Yakni, di HLM TPID Kota Malang, Atria Hotel, Rabu (25/11).(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com