Pemerintahan
Kawasan Tanpa Rokok Di Kota Malang, Ini Pentingnya Bagi Masyarakat

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan menggelar advokasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Upaya Berhenti Merokok (UBM), Kamis (28/10) di Atria Hotel Malang.
Advokasi ini bertujuan mencegah serta mendeteksi dini faktor penyakit tidak menular (PTM), khususnya penyakit akibat merokok.
Wali Kota Malang Sutiaji mengingatkan bahwa upaya peningkatan kesehatan sangat terkait dengan tanggung jawab setiap pribadi, termasuk saat merokok.
Menurutnya, merokok memang hak setiap orang. Tetapi sebaliknya, para perokok juga harus menghormati hak asasi orang lain untuk sehat dan tidak merokok.
“Maka dari itu, tentu harus kita atur dan sadari bahwa ada batasan ruang dan waktu demi melindungi generasi emas Indonesia yang sehat,” tegas Sutiaji.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, masyarakat sejatinya banyak mencermati pandemi.
Tetapi, jajarannya terus siap membangun literasi. Dinas Kesehatan berupaya mengubah pola hidup masyarakat demi penurunan risiko penyakit tidak menular.
Selain advokasi, Husnul juga terus melaksanakan konseling upaya berhenti merokok.
“Kami juga segera siapkan rancangan peraturan wali kota (perwal) untuk kuatkan penegakan Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok,” ungkapnya.
Pada Pasal 2, ketentuan tersebut menetapkan sejumlah kawasan untuk menerapkan KTR.
Yaitu fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain.
Misalnya, hotel, restoran, terminal, pusat perbelanjaan, bioskop, tempat olahraga tertutup.
“Jika perwal sudah tersusun, nanti kami bentuk tim pemantau KTR,” tambah Husnul.
Sementara itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Yohana Rina, SKM, MPH memaparkan soal konsumsi rokok.
Berdasarkan data tobaccoatlas.org, jumlah pengguna tembakau di Indonesia mencapai lebih dari 130 juta orang.
Angka ini menempati peringkat keempat negara dengan populasi besar pengguna tembakau setelah India, Amerika Serikat, dan Brazil.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, rata-rata perokok usia 10-18 tahun di Jawa Timur mencapai 9,8 persen populasi. Ini lebih tinggi dari angka nasional 9,1 persen.
Sedangkan angka perokok di Kota Malang mencapai 12,6 persen. .Artinya, persentase perokok di Kota Malang lebih tinggi dari rata-rata Jawa Timur dan nasional.
Hal ini mengidentifikasikan adanya risiko penyakit tidak menular yang cukup tinggi. Pemprov menilai perlunya adanya peningkatan kesadaran akan bahaya merokok.
Dampaknya, biaya kesehatan untuk menangani berbagai penyakit akibat merokok semakin melonjak.
Biaya ini akhirnya membebani anggaran kesehatan nasional maupun daerah.
Pada tataran lokal, tercatat penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) mencapai 29.546 orang.
Puluhan ribu kasus ini menempatkan ISPA pada ranking kedua kasus penyakit terbanyak di Kota Malang tahun 2020 setelah hipertensi.
Kunci membalikkan situasi tersebut menurut Rina adalah cara pandang terhadap risiko kesehatan.
Memang, jika sudah menyangkut kebiasaan merokok, maka masyarakat memang tidak mudah menerima.
Namun, dia menilai perlu ikhtiar untuk membangun kesadaran bersama. “Kesehatan harus menjadi kebutuhan masing-masing pribadi,” ujarnya.
Dalam acara ini, 62 peserta yang hadir. Meliputi, perwakilan perangkat daerah, penyusun program puskesmas, perwakilan guru unit kesehatan sekolah (UKS) SMA/sederajat, dan komunitas masyarakat.(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPT Eurokars Motor Indonesia Pamerkan Empat Model Unggulan Mazda di BCA Expo Malang 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluBMKG Juanda Rilis Prakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini Didominasi Cerah Berawan
Hukrim4 minggu yang laluPolisi Mengamankan Pria Terduga Percobaan Pencurian Toko Plastik di Tumpang Malang
Hukrim4 minggu yang laluPolres Malang Tangkap Pria Terduga Pemerasan dan Pengancaman Pakai Airsoft Gun
Pemerintahan4 minggu yang laluPemkot Malang Gelar Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI dan Malam Tasyakuran Paskibraka
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini Didominasi Berawan dan Udara Kabur
Olahraga4 minggu yang laluPenampilan Amelia Febrianti Membawakan Lagu Tanah Air Bikin Merinding di Pembukaan Festival Arema FC
Peristiwa3 minggu yang laluFenomena Gerhana Bulan Sebagian 96,2 Persen Terjadi Pada 27 Sampai 28 Agustus 2026































