Edukasi
Teknik Sipil ITN Malang Juara 2 Lomba Inovasi Berbasis Limbah

KABARMALANG.COM – Tim Spectra Hexia Teknik Sipil S-1 ITN Malang meraih juara 2 The 6th Green Concrete Competition Civil Day 2021, awal September lalu.
Spectra Hexia menang dalam kompetisi yang dihelat oleh HMJ Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.
Tim ini terdiri dari tiga mahasiwa. Yakni ketua tim Kadek Wahyu Adi Pratama, Kenny Petranto Riwu Djo Naga dan Firnas Naufal.
Kadek Wahyu Adi Pratama, Ketua tim Spectra Hexia memaparkan, tema lomba yaitu inovasi high-density concrete ramah lingkungan berbasis material limbah.
“Seleksi proposal ini, yang ikut lomba beton 19 tim. Lolos seleksi hanya 7, salah satunya tim kami. Setelah itu, kami buat benda uji dan video pengujian benda uji, 12 September puncak karya kami,” ujar Kadek di ruang Humas ITN Malang, Rabu (29/9).
Untuk menjadi juara 2, tim ini melewati dua tahapan. Pertama, adalah tahapan proposal.
Dalam waktu 5 hari, Spectra Hexia menyiapkan proposal dan lolos. Mereka bersaing dengan 19 tim dari berbagai kampus di Indonesia.
Mereka berhasil melewati tahapan ini dan melaju ke tahapan pembuatan benda uji, serta presentasi.
“Finalis antara lain dari Padang, Surakarta, Malang, Palu sampai Yogyakarta. Setelah itu, di final, kami buat video pembuatan bahan uji dan pengujian sekitar 20 menit,” tambahnya.
Setelah itu, mereka mempresentasikannya secara virtual lewat zoom, sebelum akhirnya menerima predikat juara 2 dari dewan juri.
Kabar Lainnya : ITN Juara Lomba Gambar Teknik Tingkat Nasional.
Mereka hanya kalah dari Universitas 11 Maret Surakarta yang menjadi juara 1.
Kadek menerangkan, tim Spectra Hexia meraih juara berkat inovasi penggunaan limbah besi dan fly ash.
Campuran beton limbah besi akan berpengaruh pada kekuatan tekan betonnya. Sehingga, kadar limbah besi yang optimal berpengaruh pada mutu beton saat pengujian.
“Kami pakai limbah besi sisa bubutan. Fly ash dari limbah pembakaran. Limbah besih berbentuk spiral kami potong kecil-kecil sebagai bahan campuran, bersama fly ash,” ujar mahasiswa semester 7 Teknik Sipil ITN Malang itu.
Mereka memakai fly ash dan limbah besi 20 persen dari total campuran bahan untuk pembuatan beton.
“Kemudian, dari hasil pengujian, beton inovasi kami memiliki kuat tekan 48 Mega Pascal,” ujarnya.
Selain itu, sebagai perbandingan, beton dengan 40 MPa sudah layak menjadi bahan bangunan yang tahan lama dan berpondasi kuat.
“Dengan inovasi kami ini, bahan beton menjadi lebih murah dan lebih kuat. Cocok juga untuk pembangunan di kawasan berkadar sulfat dan klorida tinggi, seperti bendungan dan dermaga,” tegasnya.
Mereka bekerja dan menang di bawah bimbingan dua akademisi ITN Malang. Yaitu, Ester Priska Sari dan Hadi Surya Wibawanto.(carep-04/yds)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara






























