Connect with us

Pemerintahan

Kota Malang Intensifkan PPKM, Penyekatan Dan Razia Tegakkan Prokes

Published

on

2ca96533 89fd 47a7 b685 f37e0f129333
Penyekatan di perempatan Gadang, Kecamatan Sukun Kota Malang. (foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kota Malang semakin intensifkan PPKM paska mendapat kunjungan dari Menko Marves Luhut Pandjaitan kemarin (13/8).

Sabtu (14/8), baik penyekatan maupun razia serta sosialisasi prokes PPKM pun tergelar secara masif.

Pagi hari ini, tim gabungan patroli untuk pengendalian mobilitas masyarakat dan penegaskan prokes di fly over Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Kedungkandang.

Danramil 0833/02 Kedungkandang Kapten CBA Solekhan membenarkan.

“Patroli gabungan ini dalam rangka sosialisasi PPKM darurat. Sekaligus, upaya kami menekan penyebaran dan penularan covid-19,” tandasnya.

Dalam operasi ini, hadir Kanit Reskrim Iptu Ade Fajar beserta anggotanya. Kemudian, Camat Kedungkandang Prayitno, Babinsa Mergosono Serda M Soli dan Peltu Paulus.

Babinkamtibmas Mergosono Aipda Heri Sudirman, Lurah Mergosono, Satpol PP dan Linmas.

Dia berharap operasi yustisi PPKM Mikro darurat ini bisa mengurangi dan memutus rantai penyebaran wabah covid-19 di wilayah Kota Malang. Khususnya di Kecamatan Kedungkandang.

Saat patroli, petugas memberikan imbauan dan menegur pelaku usaha pemilik warung atau cafe.

Mereka tidak boleh menyediakan kursi untuk kegiatan makan di tempat. Kemudian, petugas juga meminta pengunjung untuk pesan makanan dan minuman secara bungkus atau take away.

Selain itu, petugas juga memberi masker gratis bagi pengunjung yang tidak memakai masker. Terakhir, petugas mengingatkan tempat usaha agar tutup pada pukul 20.00 WIB.

Di tempat lain, operasi penyekatan untuk meredam penyebaran covid-19 dari luar kota juga bergulir.

Lokasi penyekatan terletak di perempatan Gadang, Kecamatan Sukun Kota Malang.

Gabungan dari Polri, TNI, serta Dinas Perhubungan, menjalankan penyekatan ini untuk menyisir kendaraan roda empat plat luar Malang.

Anggota Kodim 0833 Kota Malang, Pelda Legimin membenarkan.

“Kami penyekatan dan tetap mengutamakan faktor keamanan diri. Jangan sampai kami malah terpapar covid-19 ketika operasi,” sambungnya.

Dia juga menegaskan, semua pengendara yang tidak memiliki kartu vaksin, harus putar balik ke daerah asal.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler