Connect with us

Edukasi

Vaksinasi Malang Kota Bagi Pelajar Dimulai, Sekolah Luring Diwacanakan

Published

on

Vaksinasi Malang Kota Bagi Pelajar Dimulai, Sekolah Luring Diwacanakan
Wali Kota Malang, Sutiaji (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Vaksinasi Covid-19 untuk pelajar di Kota Malang telah berlangsung sejak kemarin, Rabu (5/8) di SMA N 2 Kota Malang.

Vaksinasi tersebut akan menyasar seluruh siswa dari SD hingga SMA di Kota Malang yang jumlahnya hingga puluhan ribu.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyambut positif vaksinasi pelajar itu. Agenda suntik vaksin di sekolah itu bagian dari program percepatan vaksinasi.

Meskipun begitu, Sutiaji belum bisa memutuskan pemberlakuan sekolah tatap muka di Kota Malang dalam waktu dekat ini.

“Belum, kita nunggu, Insyallah ya. (Walaupun memang) rapat semalam menyampaikan kita tidak bisa begini (sekolah daring) terus,” ujar Sutiaji, Kamis (5/8).

Kabar Lainnya : Vaksinasi Kota Malang 7-8 Agustus Di Stadion Gajayana, Ini Linknya.

Sutiaji mengusulkan agar penyekatan dan sirkulasi orang bisa terpantau dari tingkat mikro atau wilayah RT/RW.

Dari situ, ketika mobilitas masyarakat bisa lebih terpantau dan terbatas, lanjut Sutiaji, tidak menutup kemungkinan sekolah luring bisa kembali terlaksana.

“Karena dulu saya usulkan, justru melalui sekolah ini, disiplin (prokes) orang tua (memantau anak) akan terbangun. Sudah ada contoh kemarin (beberapa bulan lalu) SMA 2 memulai (sekolah luring),” jelasnya.

“Lalu ada di  SD dan SMP sudah memulai (sekolah luring). Tidak ada paparan Covid-19 dari kerumunan dari proses KBM di sekolah,” sambungnya.

Sutiaji secara pribadi memang menginginkan adanya sekolah tatap muka di Kota Malang. Dengan catatan, Covid-19 di Kota Malang mulai stabil dan KBM-nya dengan prokes yang ketat.

“Saya berharap itu (sekolah luring) bisa. Karena ada titik jenuh anak-anak (ikut sekolah daring). Rata-rata mereka merindukan (pembelajaran tatap muka),” ungkapnya.

“Begitu juga sering saya sampaikan bahwa ketika anak-anak hanya di rumah dan tidak bisa beraktivitas itu mengganggu psikologi anak,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler