Connect with us

Serba Serbi

Mal Tutup Saat PPKM, Gerai HP di Malang Terpaksa Jualan di Pinggir Jalan

Diterbitkan

,

IMG 20210801 163254
Lapak sederhana gerai ponsel di Kota Malang karena Mal harus tutup saat PPKM Level 4 (istimewa)

KABARMALANG.COM – Sebuah gerai penjual ponsel di Kota Malang terpaksa membuka lapaknya di pinggir jalan karena mal harus tutup selama masa PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 ini.

Gerai ponsel itu sebelumnya memang berjualan di Mall Olympic Garden(MOG). Karena adanya PPKM, gerai tersebut saat ini berjualan di pinggir Jalan Kawi Kota Malang.

Lokasi lapak itu tepatnya di depan pom bensin Shell. Lapaknya sangat sederhana, hanya bermodalkan dua sepeda motor yang terparkir sebagai alat untuk membentangkan banner promo lapak itu.

Berbagai tipe ponsel Iphone hingga aksesoris tersedia lapak sederhana itu. Beberapa karyawan gerai terlihat berdiri di pinggir jalan menyebarkan brosur ke pengendaran yang lewat.

Supervisor Gerai iBox MOG Malang, M Toriq (25). Cara seperti itu dia lakukan sejak MOG tutup mulai 3 Juli 2021 lalu karena PPKM.

“Ya karena PPKM Darurat ini. Awalnya kita bingung kalau mal tutup jadinya bagaimana. Pertama, pasti kan mempengaruhi finansial kami,” ujar Toriq, Minggu (1/8).

“Jadi kami memutuskan berjualan di sini (pinggir jalan) agar tetap bertahan untuk tidak ada pengurangan karyawan maupun pemotongan gaji,” sambungnya.

Toriq bersama delapan karyawan lainnya berada di lapak itu, menjajakan ponsel sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Mereka juga saling bergantian untuk menyebarkan brosur.

Dia mengaku sejak membuka lapak di pinggir jalan, omzet yang dia dapatkan tidak besar, bahkan menurun drastis, tak sebanding dengan berjualan di dalam mal.

“Pembeli di lapak memang naik turun. Tapi average (meraup/menggaet pembeli) itu di dua orang per hari. Tapi yang mampir itu ada 8 sampai 10 orang. Kalau waktu jualan di dalam Mal, itu sehari bisa sampai 40 orang,” ungkapnya.

Selanjutnya, Toriq berharap semoga tidak ada perpanjangan PPKM, namun apabila ada perpanjangan dia meminta ada kelonggaran kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kita ikuti saja aturan pemerintah. Kalau misalnya akan ada perpanjangan lagi, ya kita bakal terus begini sebagai bentuk survive (bertahan) kami,” tutupnya. (fat/fir)

Iklan

Terpopuler