Edukasi
Mahasiswa UB Bikin Bahan Bakar Ramah Lingkungan Dari Limbah Plastik

KABARMALANG.COM – Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan dari limbah plastik.
Mereka adalah Halifah Salsabila (Kimia), Galuh Wahyu Karti’a (Kimia), dan Fadhilah Al Mardhiyah (Teknik Kimia). Sementara, pembimbingnya yaitu Dr Yuniar Ponco Prananto SSi MSc.
Fadhila mengatakan limbah plastik berpotensi sebagai minyak bahan bakar untuk mengatasi kelangkaan energi berkelanjutan.
“Karena hasil dari minyak pirolisis sampah plastik tersebut memiliki oktan yang cukup rendah. Sehingga tim menambahkan bioaditif dari ekstrak daun jeruk purut,” ujar Fadhila, Sabtu (31/7).
“Karena, komponen penyusunnya banyak mengandung oksigen. Alhasil, mampu meningkatkan pembakaran bahan bakar dalam mesin dan meningkatkan nilai oktannya,” kata Fadhila.
Lebih lanjut, Fadhila mengatakan kandungan oksigen dalam daun jeruk purut dapat memaksimalkan proses pembakaran pada mesin.
Hal ini berarti jumlah energi akan semakin besar sehingga konsumsi bahan bakar pun akan semakin menurun.
“Minyak daun jeruk purut sangat berpotensi menjadi zat aditif untuk bahan bakar minyak terutama RON 90 (Pertalite) dan RON 88 (Premium),” kata Halifah Salsabila, mewakili tim.
Untuk membuat bahan bakar, tim PKM RE tersebut mencampurkan minyak daun jeruk purut kurang dari 1% volume minyak hasil pirolisis.
Hasil penelitian ini masih relatif awal. Tetapi potensi eksplorasi bahan alam sebagai bioaditif dan formulasi bioaditif dengan sumber bahan bakar minyak lainnya masih terbuka lebar.
Terlebih di Universitas Brawijaya (UB) juga terdapat Institut Atsiri yang dapat membantu mahasiswa dan dosen untuk mengeksplor bioaditif ini lebih lanjut.
“Semoga penelitian ini dapat memberikan alternatif solusi dalam mengurangi tingginya jumlah sampah plastik di Indonesia menjadi produk yang layak dalam rangka ketahanan energi nasional,” jelas Galuh.
“Selain itu, juga dapat membuka wawasan akan kekayaan alam Indonesia yang masih sangat bisa dikelola potensinya. Sekaligus mendukung pencapaian SDGs nomor 7 yaitu energi bersih dan terjangkau,” harap Galuh.(carep-04/yds)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026































