Connect with us

Serba Serbi

Gerakan Difabel Bantu Difabel Bergeliat di Kota Malang Saat Pandemi

Diterbitkan

,

Gerakan Difabel Bantu Difabel Bergeliat di Kota Malang Saat Pandemi
Pembagian paket makanan dan sayuran dari komunitas DC² kepada penyandang disabilitas di masa pandemi Covid-19 (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Gerakan difabel bantu difabel sedang menggeliat di Kota Malang. Sebab, para penyandang disabilitas banyak yang terdampak pandemi di bumi ngalam ini.

Dwi Lindawati, Sekretaris Difabel Creative Community (DC²) membenarkan. Para penyandang disabilitas ada yang terdampak secara ekonomi dan kesehatan.

Dwi menyebut mayoritas penyandang disabilitas di Kota Malang bekerja sebagai pengrajin karya seni dan penjahit.

“Ya jelas terdampak banget. Perekonomian terpukul banget. Usaha mereka turun. Pendapatan menurun,” ujar Dwi, Kamis (14/7).

“Sekarang non difabel mengeluh benar-benar terdampak. Apalagi difabel pekerjaan mereka menjahit bikin kerajinan. Jadi sangat terpukul juga. Bahkan mungkin untuk makan satu hari bersusah payah,” sambungnya.

Maka dari itu, Difabel Creative Community (DC²) adalah gerakan para penyandang disabilitas pun tergerak untuk bantu meringankan beban para difabel yang terdampak pandemi.

Dwi menuturkan gerakan sosialnya seperti membagikan nasi bungkus dan sayuran gratis.

“Kadang aku (Dwi) sama komunitasku sedekah nasi. Sayuran juga barang kali butuh barang yang belum matang. Dan itu ternyata sangat bermanfaat banget,” ucapnya.

Dia menambahkan ada beberapa penyandang disabilitas yang terkonfirmasi positif Covid-19 lebih memilih isolasi mandiri di rumah, karena perekonomian mereka terdampak.

“Mereka (difabel yang positif Covid-19) lebih memilih di rumah karena takut biaya rumah sakit yang mahal dan posisi mereka tidak mempunyai uang untuk membayar,” terangnya.

Dwi tidak bisa merinci jumlah difabel yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang. Hanya saja, ada salah satu temannya yang termasuk positif Covid-19.

“Terus dia (temannya Dwi) memilih gak rujuk di RS, pastinya mikir biaya juga. Misal gratis atau apa kan tapi kan tetap butuh uang.

Perekonomian sedang menurun gini ya gimana gitu,” kata dia.(fat/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih