Connect with us

Edukasi

Karya Mahasiswa UB Raih Gold Medal di Tingkat Internasional

Published

on

Karya Mahasiswa UB Raih Gold Medal di Tingkat Internasional
Lima mahasiswa UB tim pemenangan gold medal pencipta alat penghitung benih ikan. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil membuat karya piranti untuk menghitung benih ikan secara cepat, tepat, efektif, efisien, serta portable.

Alat ini mengadaptasi Artificial Intelegence berbasis computer vision dengan memanfaatkan sensor optik, motion dan segmentation.

Adapun cara kerjanya adalah operator memasukkan benih Ikan Bandeng atau Nener beserta air kedalam piranti bernama SOHIN.

Selanjutnya Nener tersebut akan melewati jalur inlet yang terbagi menjadi tiga kolom.

Ketika nener melewati kamera, maka sensor optik akan menangkap gambar objek yang melewatinya.

Data visual tersebut kemudian berubah menjadi data numerikal melalui serangkaian algoritma pemrograman.

Data numerik akan tampil pada LCD. Setiap objek yang sudah terhitung akan tersimpan datanya.

Apabila jumlah objek sudah mencapai target maka secara otomatis program akan memerintahkan piranti untuk menghentikan proses dan alat akan tertutup.

“Keunggulan SOHIN adalah meminimalisir jumlah tenaga manusia, mempersingkat waktu dan meningkatkan ketelitian kerja perhitungan benih ikan,” jelas Muhammad Lutfi Ardiansyah dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Selasa (13/7).

Lutfi berharap piranti tersebut dapat masuk produksi secara massal sehingga bermanfaat bagi pembudidaya benih ikan di Indonesia.

SOHIN merupakan karya lima mahasiswa FPIK dan FMIPA UB.

Yaitu Muhammad Lutfi Ardiansyah; Randy Cassandra Risnandar; Yasmin Azizah; Adynsyah Nanda Putra; dan Akmal Adnan Attamami.

Eko Sulkhani Yulianto S.Pi, M.Si menjadi pembimbing lima mahasiswa ini.

Piranti tersebut berhasil meraih penghargaan Gold Medal & Special Award Malaysia Innovation Invention and Creativity.

Capaian ini tercetak dari ajang International Invention Competition For Young Moslem Scientists (IICYMS).

IICYMS merupakan suatu platform pembelajaran Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Tujuan IICYMS adalah mengembangkan talenta-talenta muda agar menjadi penemu yang produktif, kreatif dan inovatif.

Karya mahasiswa UB bersaing dengan 201 tim dari 17 negara yang mengikuti kompetisi ini.

Di antaranya adalah Italia, Mesir, Indonesia, Malaysia, Turki, Jerman, Palestina, Qatar dan India.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler