Pemerintahan
Wujudkan Masyarakat Sehat, Tugu Tirta Kota Malang Siap Jalankan LLTT

KABARMALANG.COM – Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas menyatakan siap menjalankan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT).
Ini sesuai amanat dari Wali Kota Malang. Karena itu, Tugu Tirta Kota Malang akan bersinergi dengan UPT Pengolahan Air Limbah Daerah (PALD) DPUPRPKP Kota Malang.
“Rancangan program ini sudah melalui tahap pematangan. Kami siap bersinergi menjalankan layanan, seperti yang telah amanah Bapak Wali Kota,” ujar Muhlas, Jumat (18/6).
Menurutnya, masyarakat bisa mendapat banyak manfaat dari layanan penyedotan terjadwal ini.
Di antaranya, memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Serta sebagai upaya memelihara fungsi tangki septik.
Dengan begitu, program ini nantinya juga akan meringankan belanja rumah tangga karena skema pembiayaan yang tidak memberatkan.
“Apa lagi dewasa ini, kesadaran masyarakat akan kebersihan sanitasi terus meningkat. Sistem pengelolaan limbah kita juga semakin mumpuni,” papar Muhlas.
Kabar Lainnya : Banjir Lumpur Jembatan di Kecamatan Dau Ambruk.
Berdasarkan data DPUPRPKP Kota Malang, capaian akses sanitasi layak terus meningkat dan telah menyentuh angka 84,12 persen pada tahun 2020.
Dengan kata lain, Kota Malang makin sejalan dengan mimpi bebas buang air besar sembarangan (BABS) atau kini sering dikenal dengan 100% Open Defecation Free (ODF).
Program LLTT dari Pemkot Malang merupakan wujud komitmen menciptakan lingkungan bersih dan sehat.
Selain untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak BABS.
Wali Kota Malang Sutiaji menyebut, melalui LLTT, penyedotan lumpur tinja dari tangki-tangki septik akan bergulir secara terjadwal atau berkala.
“Perilaku masyarakat harus terbangun dengan baik dan sarana prasarana kita siapkan. Sehingga kalau sudah saatnya sedot WC, masyarakat tidak perlu repot lagi karena sudah ada rutinitas,” beber Sutiaji.
Meski demikian, LLTT tidak menghilangkan keberadaan layanan on call atau pihak swasta. Keduanya akan berjalan seiringan karena LLTT hanya memberikan layanan di waktu yang sudah terjadwal.
Sedangkan layanan on call memberikan layanan pada waktu-waktu insidentil lainnya.
sutiaji menegaskan, edukasi harus berjalan secara terus menerus kepada masyarakat. Sehingga program ini bisa berjalan dan kuat di tengah masyarakat dalam hal menciptakan lingkungan yang sehat.(carep-04/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































