Connect with us

Pemerintahan

Soal 5 TKW Kabur, Ini Tanggapan Ketua DPRD Kota Malang

Published

on

Soal 5 TKW Kabur, Ini Tanggapan Ketua DPRD Kota Malang
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika saat diwawancarai wartawan di Ruang Sidang Gedung DPRD Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kasus kaburnya 5 calon TKW dari Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) LN Central Karya Semesta juga menjadi perhatian Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.

“Saya rasa kalau kasusnya itu sekarang sudah ke ranah pidana oleh polisi, kami dari DPRD menyerahkan sepenuhnya ke Disnaker-PMPTSP untuk menyikapi itu,” ujar Made kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Malang, Kamis (17/6).

“Karena sekarang PT CKS pun telah menunjuk pengacara, ya sudah biarkan ranah pidana yang berjalan. Kalau kami lebih banyak pada evaluasi akhir, apapun hasilnya, kita tetap menghormati hukum yang sedang berlaku,” sambungnya.

Made menuturkan untuk saat ini pihaknya sangat menghormati proses hukum yang telah berlangsung. Sehingga pihaknya tidak ikut turun tangan terlalu jauh.

“Kalau semua pihak menyoroti itu, masalah akan jadi kabur. Maka kami melalui komisi D yang membidangi itu, serahkan saja ke dinas terkait sampai mereka memberikan laporan ke kita,” ungkapnya.

Kasus ini pun sudah masuk ke ranah penyidikan Polresta Malang Kota. Sehingga Made tidak perlu melakukan pemanggilan khusus kepada pihak PT CKS.

“Kita menunggu hasil dari aparat penegak hukum. Kalau aparat penegak hukum menganggap itu tidak ada pelanggaran, berarti kita (DPRD) melihat kenapa bisa menjadi seperti itu,” katanya.

“Kalau memang ada pelanggaran, ya sudah kita serahkan, kan sudah ada prosesnya. Bila perlu izinnya (PT CKS) kita cabut di sini, dia tidak boleh beroperasi, atau kita blacklist PJTKI itu,” sambungnya.

Politisi PDIP ini pun berharap agar kedepannya kasus seperti ini tidak terulang kembali. Menurut Made hal seperti ini terjadi karena kurangnya pembinaan dan komunikasi dari pihak PT CKS.

“Yakni kurangnya pembinaan dan komunikasi antara manajemen dan peserta training, kalau semua berkomunikasi dengan baik, bisa tahu apa keluhannya (peserta),” ucapnya.

Sehingga Made menyarankan agar pihak PT CKS menyediakan fasilitas konseling. Begitu juga pihak PT CKS harus memperlakukan para peserta BLK secara manusiawi.

“Mereka (PT CKS) dari segi ketrampilan okelah. Tetapi mereka dari segi memfasilitasi mereka (peserta) yang berharap segera berangkat dan rindu keluarga juga perlu jadi perhatian. Jadi pelayanan psikologis perlu di situ,” katanya

“Apalagi secara ekonomi mereka (peserta) kurang. PJTKI dalam hal ini lebih manusiawi dalam memperlakukan merek. Karena mereka bukan komoditas, mereka adalah manusia yang juga punya hati,” akhirnya.

Sebelumnya Kabarmalang.com memberitakan ada lima wanita calon TKW berusaha kabur dari gedung BLK LN CKS, pada Rabu (9/6) malam lalu.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Kelima calon PMI itu berusaha kabur melalui lantai 4 Gedung BLK menggunakan alat bantu selimut yang terikat.

Tiga dari kelima calon TKW itu terluka akibat terjatuh saat kabur tersebut. Mereka saat ini  menjalani perawatan di RS Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Polresta Malang Kota juga telah menaikkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan. Sehingga, besar kemungkinan kasus akan mengarah kepada tersangka.

Karena, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata juga telah menerima hasil pemeriksaan sejumlah saksi oleh Satreskrim.

Dari hasil pemeriksaan, dia mengendus adanya dugaan praktik perdagangan orang.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler