Connect with us

Pemerintahan

Pemkot Malang Geber LLTT, Dorong Peningkatan Sanitasi Warga

Published

on

Pemkot Malang Geber LLTT, Dorong Peningkatan Sanitasi Warga
Petugas LLTT dari UPT PALD DPUPRPKP Kota Malang saat menguras lubang limbah di rumah warga. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – UPT Pengolahan Air Limbah Daerah (PALD) DPUPRPKP Kota Malang memiliki komitmen menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

Selain untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak buang air besar sembarangan (BABS).

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) melayani penyedotan lumpur tinja dari tangki-tangki septik secara terjadwal atau berkala.

LLTT tidak menghilangkan keberadaan layanan on call. Keduanya penting karena LLTT hanya memberikan layanan di waktu yang sudah terjadwal.

Sedangkan layanan on call memberikan layanan pada waktu-waktu insidentil lainnya. Masyarakat yang membutuhkan bisa menghubungi layanan call center UPT PALD, 0341 564000/0895390640000.

Ada berbagai manfaat dari layanan penyedotan terjadwal ini. Antara lain, meringankan belanja rumah tangga karena pembayaran mengangsur setiap bulan.

“Kemudian, tidak ragu menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih. Seraya dapat memperbaiki kualitas dan kesehatan masyarakat, serta memelihara fungsi tangki septik,” ujar Sutiaji, Kamis (17/6).

Dia juga menyampaikan, harus ada kolaborasi antara sarana dan prasarana dengan pola hidup masyarakat.

“Perilaku masyarakat harus terbangun dengan baik dan sarana prasarana kita siapkan bisa terpakai. Sehingga kalau sudah saatnya sedot WC dia tidak perlu repot lagi karena sudah ada rutinitas,” sambung Sutiaji.

Selain itu, kata dia, sudah ada waktu yang terjadwal. Sehingga tidak ada penumpukan yang nanti akan berkaitan dengan kebersihan sumber air bawah tanah.

Pemkot Malang memberi kepastian kepada masyarakat bahwa, pemerintah hadir untuk melayani masyarakat mulai dari kebutuhan dasar hingga pengelolaan limbah.

Sejauh ini, sudah ada 14 perusahaan yang bergabung dengan Pemkot Malang.

“Pembiasaan pola hidup bersih dan sehat sangatlah penting. Rencananya, Pemkot Malang akan berkolaborasi juga dengan TP PKK Kota Malang melalui dasa wisma,” sambungnya.

Pemkot Malang Geber LLTT, Dorong Peningkatan Sanitasi Warga

Peluncuran LLTT oleh Pemkot Malang dan TP PKK beberapa waktu lalu. (Foto : Istimewa)

Lebih jauh Sutiaji mengatakan, edukasi harus tersiar secara terus menerus kepada masyarakat. Sehingga program ini bisa berjalan dan kuat di tengah masyarakat dalam hal menciptakan lingkungan yang sehat.

Kabar Lainnya : Aksi Toilet Bersih: Langkah Awal Harpic Atasi Masalah Sanitasi.

Umumnya, tangki septik harus menjalani pengurasan setiap tiga tahun sekali agar fungsinya bisa optimal.

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso senada. Lesadaran masyarakat akan kebersihan sanitasi telah berangsur meningkat.

Buktinya, pendapatan asli daerah (PAD) yang berasal dari pembuangan limbah secara terjadwal cenderung meningkat.

Pembuangan limbah oleh perusahaan sedot tinja saat ini juga terarah di Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) Supit Urang. Di IPLT itu, limbah akan menjalani pengolahan dan pemanfaatan menjadi pupuk.

“Kami juga melakukan kemudahan pembayaran, karena jadwal pembuangan tidak tentu, maka jam operasional kami 24 jam. Nanti bayarnya pake barcode saja di IPLT,” terangnya.

Selain itu, sebenarnya target utama dari Wali Kota Malang bukanlah untuk meningkatkan pendapatan. Tetapi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Dengan cara melakukan penyedotan lumpur tinja secara terjadwal.

Soni juga telah bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tugu Tirta. Ke depan pembayaran bisa mengangsur setiap bulan yang titip di rekening PDAM. Tarif pengurasan tangki septik adalah Rp 15 ribu per kubik.

Berdasarkan data DPUPRPKP) Kota Malang, capaian akses sanitasi layak terus meningkat dan telah menyentuh angka 84,12 persen pada tahun 2020.

“Artinya Kota Malang makin sejalan dengan mimpi bebas BABS atau kini sering dikenal dengan 100% open defecation free (ODF),” tutupnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler