Connect with us

COVID-19

Ojol Kena Operasi Masker Di Jalan Raya Terusan Dieng Kota Malang

Diterbitkan

,

Ojol Kena Operasi Masker Di Jalan Raya Terusan Dieng Kota Malang
Petugas gabungan Sukun saat menegur dan mengimbau ojol untuk taat dan tertib bermasker. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Ojek online (ojol) kena operasi masker petugas gabungan di Jalan Raya Terusan Dieng, Sukun Kota Malang, Jumat (11/6).

Operasi gabungan ini terjadi dalam rangka penegakan PPKM mikro. Ojol tersebut kena operasi masker sekitar pukul 08.00 WIB.

Serma Hariyanto, Anggota Koramil Sukun membenarkan. “Dalam operasi masker, kami mendapati ada pengendara ojol yang tidak tertib masker. Sehingga, kami tegur dan imbau,” ujar Hariyanto.

Para petugas gabungan dari Polsek dan Koramil Sukun, Kecamatan Sukun serta Kelurahan Pisangcandi, turut memberi sosialisasi soal 3M.

Supaya, para pengendara ojol ini selalu tertib bermasker di luar rumah. Apa lagi, mereka adalah garda depan pelayanan jasa belanja online.

Sehingga, keamanan dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan wajib terlaksana. “Kami tegaskan agar semua warga, tidak terbatas dari ojol saja, harus bermasker ketika di luar rumah,” ringkasnya.

Dia menegaskan, masker bukan hanya untuk diri sendiri. Tetapi, ada orang lain yang juga akan merugi bila tidak tertib bermasker.

Dalam operasi sendiri, hadir Kasi Trantib Kecamatan Sukun, Dwi Dodik. Kemudian, Kelurahan Pisangcandi dengan Kasi Trantib Rudi Hartanto, beserta 3 orang anggota.

Selanjutnya, anggota Polsek Sukun, Koramil Sukun dan Kesbangpol.(carep-04/yds)

COVID-19

Perpanjangan PPKM Kota Malang, Aturan Masih Sama, Ini Rinciannya

Diterbitkan

,

Perpanjangan PPKM Kota Malang, Aturan Masih Sama, Ini Rinciannya
Wali Kota Malang, Sutiaji (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kota Malang melaksanakan perpanjangan PPKM Level 4, sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Hal itu tertuang dalam Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021 atas instruksi Presiden Joko Widodo.

Wali Kota Malang, Sutiaji pun sepakat. Dia telah menelurkan Surat Edaran Nomor 43 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 di Kota Malang.

“Jadi saya ngikuti saja (Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021). Saya juga sudah membuat surat edaran PPKM Level dan aturan-aturannya,” ujar Sutiaji kepada media, di Balaikota Malang, Senin (26/7).

Berikut ini daftar aturan selama perpanjangan PPKM Level 4 di Kota Malang, 26 Juli hingga 2 Agustus 2021:

1. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan/Pelatihan secara daring/ online.

2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100% Work From Home (WFH).

3. Pelaksanaan kegiatan pada sektor:

3.1 Esensial yaitu :

a) Keuangan dan perbankan, hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan (customer);

b) Pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan (customer) dan berjalannya operasional pasar modal secara baik).

c) Teknologi informasi dan komunikasi, meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat.

d) Perhotelan non penanganan karantina; dan

e) Industri orientasi ekspor di mana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 (dua belas) bulan terakhir. Atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor
dan wajib memiliki lzin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (1OMKI); dapat beroperasi dengan ketentuan.

Kabar Lainnya : PPKM Perpanjangan Di Kota Malang, Ini Pernyataan Terbaru Sutiaji.

3.2 Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa tertunda pelaksanaannya berlaku 25 persen maksimal staf Work From Office (WFO). Dengan protokol kesehatan secara ketat.

4. Untuk supermarket, pasar rakyat, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari terbatas jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

5. Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24  jam.

6. Untuk Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari- hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal pengunjung 50 persen dan pembatasan jam operasional sampai pukul 15.00 WIB.

7. Sementara itu, untuk Pedagang Kaki Lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain lain yang sejenis. Boleh buka dengan protokol kesehatan ketat terbatas jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB.

8. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum:

Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya boleh dengan protokol kesehatan yang ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat sejumlah maksimal 3 (tiga) meja kursi.

b) Jumlah pengunjung maksimal 3 orang.

c) Waktu makan tiap-tiap pengunjung yaitu 20 menit.

d) Jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB;

e) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar; dan

f) Antrian pembayaran dengan menerapkan pembatasan jarak dan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 meter.

9. Restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup baik pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall. Hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in) dengan ketentuan sebagai berikut:

Kabar Lainnya : PPKM Di Malang Kota Sampai 2 Agustus, Tim Gabungan Giatkan Razia.

a) Tidak menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat.

b) Jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

c) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar; dan operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

9. Untuk Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi yakni dengan kapasitas maksimal pengunjung 50% dan pembatasan jam operasional sampai pukul 15.00 WIB.

10. Untuk Pedagang Kaki Lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain lain yang sejenis. Boleh dengan protokol kesehatan ketat terbatas jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB.

11. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum:

1) warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya. Boleh dengan protokol kesehatan yang ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat sejumlah maksimal 3 meja kursi.

Kabar Lainnya : Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 Di Malang Sampai 2 Agustus.

b) Jumlah pengunjung maksimal 3 (tiga) orang;

c) Waktu makan tiap-tiap pengunjung yakni 20 (dua puluh) menit.

d) Jam operasional terbatas yaitu mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB;

e) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar.

f) Antrean pembayaran dengan menerapkan pembatasan jarak dan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 meter.

12. Restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup baik pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall. Hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan ditempat (dine-in) dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Tidak menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat.

b) Setelah itu, jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

c) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar.

d) Antrian pemesanan dengan delivery/take away menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 (dua) meter.

Kabar Lainnya : Penyekatan Hari Terakhir PPKM Level IV Berlangsung Di Gadang.

13. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan tutup sementara. Kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online. Maksimal 3 (tiga) orang setiap toko, restoran, supermarket dan pasar swalayan dapat boleh sampai dengan pukul 20.00 WIB.

14. Pelaksanaan kegiatan konstruksi untuk infrastruktur publik (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

15. Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang berfungsi sebagai tempat ibadah). Tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

16. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) tutup sementara.

17. Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) tutup sementara.

18. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental). Berlaku dengan pengaturan kapasitas maksimal 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kabar Lainnya : Bansos PPKM Level IV Kemensos Cair Di Purwantoro.

19. Pelaksanaan resepsi pernikahan tidak ada selama penerapan PPKM level 4.

20. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bus, kapal laut dan kereta api) harus:

1) Menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama).

2) Menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut.

3) Ketentuan sebagaimana pada angka 1 dan angka 2 hanya berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan ke Kota Malang. Serta tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi Malang Raya meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

4) Untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis Diresmikan Pemprov Jatim Di Malang

Diterbitkan

,

Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis Diresmikan Pemprov Jatim Di Malang
Simbolis penyerahan oksigen gratis untuk warga Malang di Bakorwil oleh Forpimda Malang Raya dan Gubernur Jatim. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forpimda Kota Malang mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis Pemprov Jatim.

Stasiun isi ulang ini bertempat di halaman gedung Bakorwil III Malang, Jalan Simpang Ijen, Kota Malang.

Secara simbolis Wali Kota Malang Sutiaji menyerahkan tabung gas yang telah penuh kepada warga yang mengajukan pengisian.

Selain Wali Kota Malang, nampak hadir dalam peresmian tersebut, Bupati Malang, Sanusi, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Kemudian, Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Irwan Subekti, Dandim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona, Kapolresta Malang Kota, AKBP Bhudi Hermanto, dan jajaran Kepala OPD terkait.

Sutiaji mengapresiasi positif berdirinya Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis ini. Dia juga menyatakan kesiapan Pemkot Malang dalam mendukung program Pemprov Jatim tersebut.

“Apresiasi dan ribuan terima kasih kami sampaikan atas peresmian tempat isi ulang oksigen gratis ini. Kami terus mendukung upaya Pemprov. Ini sebagai upaya untuk membantu sesama di masa pandemi,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Malang ini berharap Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Seiring dengan itu, tentu Pemerintah Daerah akan terus berupaya dengan sekuat tenaga untuk meringankan beban warga,” ujarnya.

Kabar Lainnya : Tanam Bibit Pule, Kampanyekan Sumbang Oksigen.

Sejalan dengan program Pemprov Jatim tersebut, secara terpisah, Sutiaji menyatakan Pemkot Malang dalam waktu dekat akan memperbanyak pembelian tabung oksigen.

Dari situ, Pemkot Malang akan meminjamkannya kepada warga terkonfirmasi positif covid-19 yang membutuhkan.

Sementara itu, Khofifah menyatakan perlunya layanan isi ulang oksigen gratis di Jawa Timur. Menurutnya, layanan ini memang untuk pasien penderita covid-19 yang menjalani isolasi mandiri maupun isolasi terpusat.

“Layanan ini tetap akan bisa terakses, yang melakukan isolasi terpusat belum tentu mereka punya tabung oksigen. Jadi pengisian tabung oksigen ini tetap bisa memberikan layanan secara personal,” ungkapnya.

Layanan isi ulang oksigen gratis ini adalah untuk warga Malang Raya yang sedang membutuhkan oksigen karena terkonfirmasi positif covid-19.

Kemudian, tempat ini juga menerapkan antisipasi agar tidak menimbulkan kerumunan saat pengisian oksigen gratis. Sehingga, ada pendaftaran online melalui infocovid19.jatimprov.go.id.

Terakhir, usai peresmian Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis, Sutiaji dan Forpimda bersama Khofifah melanjutkan kegiatan ke Kampung Topeng, Tlogowaru.

Dandim 0833 Kota Malang, Letkom Arm Ferdian Primadhona saat menyerahkan bansos di Kampung Topeng. (Foto : Istimewa)

Di sana, para pejabat memberikan sejumlah bantuan sosial kepada warga setempat.

“Ini saling berseiring dengan programnya Pak Wali Kota, program bansos dari pemerintah pusat, dan apa yang bisa kita maksimalkan, saling mensubtitusi,” ujar Khofifah.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

166 Warga Polehan Malang Isolasi Mandiri, Bantuan Berdatangan

Diterbitkan

,

166 Warga Polehan Malang Isolasi Mandiri, Bantuan Berdatangan
Pihak Kelurahan Polehan Kota Malang menerima bantuan untuk warganya yang menjalani isolasi mandiri (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 166 warga Kelurahan Polehan Kota Malang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Jumlah tersebut berdasarkan hasil tes swab di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang.

Lurah Polehan, Muhammad Ali Nuryadi, membenarkan. Data itu tercatat pada (25/7) kemarin, terhitung sejak awal bulan Juli 2021 lalu.

“166 itu per jiwa ya, kalau hitungannya per rumah paling ya 10 rumah. Satu rumah ada sekitar 5 jiwa, itu kita jumlah semua,” ujar Ali kepada Kabarmalang.com, Senin (26/7).

Ali, sapaan akrabnya, menuturkan sebanyak 166 warga Polehan Kota Malang itu adalah total dari warga yang sebelumnya isoman. Namun mereka sudah sembuh dan yang sedang menjalani isoman.

 

“166 itu sudah ada yang sembuh. Totalnya (166) dikurangi yang sembuh jadi sekitar 125 (warga). Kan 14 hari selesai (sembuh), ada tambahan baru lagi,” terangnya.

Ali bersyukur sejak awal bulan Juli lalu, bantuan sudah mulai berdatangan bagi warganya yang menjalani isoman. Relawan Polehan Malang juga membantu penyaluran bantuan.

“Sudah ada bantuan sembako dari Pemkot Malang, Baznas, Indomaret, MBLC. Kita juga dapat bantuan tabung okisigen dan makanan siap saji,” tuturnya.

“Dari ACT juga dapat 40 paket sembako. Dari situ kita salurkan ke setiap pak RW,  berlanjut penyaluran ke rumah warga isoman,” tambahnya.

Bantuan sembako dan obat herbal dari Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko (Foto : istimewa)

Ali menambahkan pihaknya juga mendapatkan bantuan obat-obatan dan sembako dari Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko untuk warga Polehan yang isoman.

“Sebelum ramai di medsos sudah banyak bantuan. Kalau ada bantuan lagi akan saya terima, saya salurkan lagi ke warga,”  tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Penerimaan mahasiswa baru STIE KERTANEGARA MALANG

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com