Connect with us

Edukasi

ITN Malang Pendamping SMK, Mata Pelajaran Diakui SKS Kuliah

Diterbitkan

,

ITN Malang Pendamping SMK, Mata Pelajaran Diakui SKS Kuliah
Prof Abraham Lomi saat berbicara di depan 15 SMKN yang didampingi ITN Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMITN Malang resmi menjadi perguruan tinggi pendamping SMK Pusat Unggulan. Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D pun menandatangani SK penunjukan ini.

ITN Malang menjadi satu diantara 146 perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia yang akan melakukan pendamping Program SMK Pusat Keunggulan.

Dari jumlah tersebut ada 19 perguruan tinggi yang berada di Jawa Timur. Selain ITN Malang juga ada total 6 perguruan tinggi negeri dan swasta di Malang yang mendapat kesempatan sama.

Setelah penetapan, maka ITN Malang dan 15 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri melakukan koordinasi. ITN membahas soal program SMK 4 tahun.

Sekaligus, penandatanganan nota kesepahaman bersama di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Senin (3/5).

Sementara, 15 SMKN tersebut berasal dari Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Surabaya, Mojokerto, Tulungagung, Trenggalek dan Nganjuk.

“Untuk institut di Jawa Timur hanya ITN Malang dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember),” kata Rektor ITN Malang, Prof. Dr.Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE.

Menurut rektor, di Jawa Timur ada banyak SMK yang menyelenggarakan pendidikan 4 tahun. Sehingga ITN Malang bisa bersinergi dengan SMK yang akan mendapat pendampingan.

Salah satu pendampingan ITN pada level program studi, yaitu SMK yang menyelenggarakan pendidikan 4 tahun akan ada pengakuan SKS.

Sehingga, ketika masuk ke perguran tinggi, sudah ada mata pelajaran yang tuntas.

“Umumnya mendapatkan ijazah sarjana mahasiswa harus menempuh 144 SKS. Kami sepakat di level institut ada pengakuan SKS dari SMK program 4 tahun. Minimal 18 SKS dan maksimal 24 SKS,” jelas rektor ITN.

Kabar Lainnya : Terima Dana Hibah, 9 Prodi ITN Malang Terapkan Kurikulum Kampus Merdeka.

Sehingga, calon mahasiswa hanya menempuh 120 SKS. Masing-masing mahasiswa bisa menempuh 7 sampai 7,5 semester bergantung indeks prestasi mahasiswa tersebut.

Dengan adanya kerjasama ini, rektor berharap ITN Malang berkontribusi dalam pemgembangan SDM di level Jatim, khususnya Kota Malang.

Ada beberapa tugas yang menunggu ITN Malang sebagai pelaksana pendampingan. Misalnya, melakukan pendampingan pemenuhan 8 (delapan) standar nasional pendidikan.

ITN Malang menjadi pendamping berkat peran serta SMKN 6 Malang. Sebelum ini, ITN Malang dan SMKN 6 Malang sudah terlebih dahulu menjalin MoU April 2021.

Kepala SMKN 6 Malang, Drs Sidik Priyono, mengamini. Menurut Sidik, tanggal 8 April kemarin SMKN 6 Malang sudah melaksanakan MoU dengan ITN Malang.

Sidik mengapresiasi pengakuan ITN Malang terhadap matrikulasi 18 sampai 24 SKS. Harapanny, siswa SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi bisa cepat lulus.

“ITN mengakui minimal 18 sampai 24 SKS. Sehingga anak-anak kita yang SMK 4 tahun bisa mendapatkan jenjang lebih cepat (lulus) dari pada yang 3 tahun,” akhirnya.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

UB Kuliah Tatap Muka Mulai Semester 2021/2022, Luring 25 Persen

Diterbitkan

,

UB Kuliah Tatap Muka Mulai Semester 2021/2022, Luring 25 Persen
Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS (tengah) saat konferensi pers soal kuliah luring via zoom. (Foto : Tangkapan Layar)

 

KABARMALANG.COMUniversitas Brawijaya (UB) memutuskan menggelar kuliah tatap muka. Mulai semester 2021/2022, perkuliahan 25 persen luar jaringan.

Rektor UB, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS, membenarkan. Dia menerangkan UB kuliah tatap muka dengan blended learning.

“Perkuliahan tahun akademik 2021/2022 terselenggara dengan blended learning. Rinciannya, 75 persen daring dan 25 persen luring,” ujar Nuhfil di Bonsai FIA UB, Senin (3/5).

Kabar Lainnya : Dapat Restu Perkuliahan Luring, UB Pikir Panjang.

Dia menerangkan, kuliah luring terbatas untuk kalangan mahasiswa tertentu. Yakni, mahasiswa semester I, III dan pejuang tugas akhir.

Tetapi, UB sangat membatasi perkuliahan luring. Karena, perkembangan covid-19 masih belum berujung di Malang.

Bahkan, belakangan tren positifnya meningkat. Sehingga, UB memberi syarat ketat bagi mahasiswa luring.

“Mahasiswa kuliah luring wajib mendapatkan persetujuan orang tua/wali,” terangnya.

Sehingga, mahasiswa UB tidak bisa kuliah luring tanpa izin. Mereka harus tetap kuliah daring seperti metode setahun terakhir.

Nuhfil melanjutkan, UB menegakkan sejumlah aturan kuliah luring. Pertama, memperhatikan jarak antar mahasiswa minimal 1 meter.

Kabar Lainnya : Rektor UB Bantah Serukan Pemindahan Kuliah ke DPRD.

Kedua, mahasiswa wajib mematuhi protokol kesehatan. Kemudian, perkuliahan memakai kelas kolaboratif dan partisipatif project base.

“Praktikum bisa terselenggara secara luring. Syaratnya mematuhi protokol kesehatan secara ketat,” ringkasnya.

Satgas Covid-19 UB tingkat Fakultas juga wajib mengawasi. Karena, mereka yang akan bertanggungjawab menegakkan prokes.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

UTBK Gelombang Kedua di UB Tetap Taati Protokol Kesehatan

Diterbitkan

,

UTBK Gelombang Kedua di UB Tetap Taati Protokol Kesehatan
Suasana UTBK di UB. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMUniversitas Brawijaya menjalankan gelombang kedua Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Selama dua hari, Senin-Selasa (26-27/04), sebanyak tiga laboratorium komputer di UPT TIK UB tersedia untuk 186 peserta.

Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Aulanni’am, drh., DES membenarkan. Peserta UTBK gelombang dua di UB tidak sebanyak gelombang pertama.

Karena penempatan lokasi tes menjadi kewenangan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Penempatan tes juga menyesuaikan domisili peserta karena masa pandemi covid-19.

“Persiapan ini sama dengan pelaksanaan UTBK gelombang pertama, Namun ada tambahan peraturan dari LTMPT,” ujar Prof Aulanni’am.

“Yakni memeriksa peserta dengan metal detector. Ini untuk mencegah adanya peserta yang membawa gadget,” ujar Prof. Aulanni’am.

Protokol kesehatan tetap berlaku dengan memakai masker, face shield, dan sarung tangan, sterilisasi ruangan dan menjaga jarak antar peserta.

Rapid test untuk pengawas, pengecekan suhu tubuh, serta menyiapkan ruang isolasi apabila terdapat peserta tes yang terindikasi sakit juga tersedia.

“Tingkat kehadiran peserta sejak gelombang pertama, setiap harinya rata-rata di atas 95 persen. Saya harap UTBK gelombang dua berjalan lancar dan aman seperti gelombang pertama dan tahun lalu,” akhirnya.

Gelombang pertama UTBK di UB telah terlaksana Senin-Minggu (12-18/04).

Koordinator Bagian Perencanaan, Akademik, dan Kerja Sama Heri Prawoto Widodo, S.Sos., M.A.B mengamini.

Jumlah peserta pada gelombang pertama adalah 17.018 peserta.

Sehingga total peserta UTBK di UB pada periode pertama dan kedua adalah 17.204 peserta.

Dengan rincian 8.526 kelompok ujian saintek, 7.935 soshum, dan 743 campuran.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Wawali Sofyan Edi Ikut Gerakan Penghijauan bertajuk Restore Our Earth

Diterbitkan

,

Wawali Sofyan Edi Ikut Gerakan Penghijauan bertajuk Restore Our Earth
Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan jajaran SMPK Santa Maria I. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Wawali Kota Malang Sofyan Edi ikut dalam Restore Our Earth yang menjadi tajuk program penghijauan dari SMP Katolik Santa Maria I Malang.

Kamis (22/4), dunia memang sedang merayakan hari bumi. Acara tergelar di Aula SMP Katolik Santa Maria I.

Wawali Sofyan Edi pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada civitas SMP Katolik Santa Maria I. Karena, SMPK Santa Maria berupaya turut serta melestarikan lingkungan.

“Kegiatan ini bukan saja sebagai wujud pelestarian lingkungan, namun juga untuk mengajarkan serta membiasakan anak-anak didik kita untuk turut mencintai lingkungan” ujarnya.

Kabar Lainnya : Gereja Katolik Ijen Sterilkan Ruang Ibadah.

Kecintaan pada lingkungan, lanjut Sofyan Edi, harus terbangun sejak dini. Anak-anak harus terbiasa menanam pohon dan merawat tanaman.

Wawali Sofyan Edi yang ikut penghijauan juga menyebut contoh lain. Tindakan membuang sampah pada tempatnya adalah salah satu cara yang paling sederhana untuk mencintai lingkungan.

Kabar Lainnya : Wawali Sofyan Edi Tinjau Matos dan Pasar Tawangmangu.

“Melalui kegiatan ini pula, cinta kasih kita pada sesama mahluk Tuhan bisa terus kita tumbuhkan di kehidupan sehari-hari. Karena itu, saya berharap agar kegiatan ini terus berlangsung secara berkesinambungan,” pungkasnya.

Bersamaan dengan kegiatan itu pula, Wawali Sofyan Edi kembali melakukan penanaman Pohon Pule di lingkungan sekolah.

Kabar Lainnya : Masa Pandemi, BKSG Kota Batu Terapkan Ibadah Natal 3 Sesi.

Pohon pule yang ke 4468 tersebut tertanam dengan iringan doa agar dapat tumbuh subur. Tindakan ini juga memberikan sumbangsih untuk memulihkan bumi agar semakin hijau dan lestari.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Katolik Santa Maria I Malang, Sr. M. Fortunata, S.PM, M. Hum sepakat.

Kehadiran Wawali Sofyan Edi pada kegiatan tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi civitas.

“Bagi kami ini merupakan bentuk dukungan dari Pemkot Malang, utamanya bapak Wawali untuk kami dapat terus melakukan penghijauan lingkungan,” jelasnya.

“Penanaman pohon pule kali ini, semoga dapat semakin menghijaukan sekolah sekaligus membudayakan cinta tanaman pada anak didik kami, seperti arahan bapak Wawali tadi” akhirnya.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com