Connect with us

Pemerintahan

Ini Kenangan Warga Dampit, Sepupu Satu Awak Kapal Nanggala 402

Diterbitkan

,

Ini Kenangan Warga Dampit, Sepupu Satu Awak Kapal Nanggala 402
Eko Sunardi, sepupu dari Lettu Laut (P) Ady Sonata. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Warga Dampit Malang ini memiliki kenangan tentang saudaranya yang korban kecelakaan kapal KRI Nanggala 402.

Warga Dampit dengan kenangan tentang saudaranya ini berasal dari Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Namanya Eko Sunardi, dia sepupu dari Lettu Laut (P) Ady Sonata. Eko mengaku sangat merasa kehilangan atas tenggelamnya sanak familinya di dasar laut.

“Kami keluarga besar Ady Sonata yang ada di Desa Sukodono, keluarga besar anak cucunya mbah Mistijah benar-benar berduka yang sangat mendalam,” ungkapnya, Kamis (29/4).

Sona-begitu sapaan akrab Lettu Laut (P) Ady Sonata, adalah perwira TNI yang sangat rendah hati.

“Saya mewakili keluarga besar meminta maaf bila ada kesalahan mendiang pada siapa pun semasa hidupnya,” tutur Eko.

Sekdes Srimulyo Dampit ini, mengaku mempunyai kenangan manis bersama mendiang Sona yang sulit terlupakan.

“Sona dulu pas khitan saya yang mendampingi. Karena bapaknya Lettu Toha berdinas di Aceh, itu yang sangat berkesan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Eko juga mengaku menjadi wali nikah saat Sona menikah.

“Iya ada lagi memori yang sulit terhapuskan. Pas dia (Sona) menikah dengan istrinya di Nganjuk, juga saya yang jadi saksi,” tegasnya.

Apabila sepupunya Sona mendapat gelar pahlawan, maka Sunardi memberikan apresiasi dan terima kasih.

“Kalau itu memang sudah keputusan pemerintah ya nggak papa. Kami mengapresiasi dan berterima kasih,” paparnya.

Sebelum ini, Sona merupakan bagian dari KRI Nanggala 402 yang resmi kehilangan kontak pada Kamis (22/4). Setelah pencarian, Sabtu (24/4) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto secara resmi menyatakan KRI Nanggala 402 tenggelam.

Perwira Tinggi TNI itu juga menjanjikan kenaikan pangkat terhadap 53 awak yang gugur dalam peristiwa tersebut.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

PT KAI Bantu Pemkab Kelola Lahan Bekas Lokalisasi Girun

Diterbitkan

,

PT KAI Bantu Pemkab Kelola Lahan Bekas Lokalisasi Girun
Personel gabungan saat melakukan penggusuran rumah bekas lokalisasi Girun, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang tengah memikirkan pengelolaan lahan bekas perumahan lokalisasi Girun, Kecamatan Gondanglegi.

Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Suwadji membenarkan. Dia sedang berkoordinasi dengan PT KAI serta Pemerintah Desa setempat untuk mengelola lahan tersebut.

“Kalau secara administrasi, lahan itu milik PT KAI. Oleh karena itu untuk pengelolaan perlu kita koordinasikan,” ungkapnya, Sabtu (8/5).

Suwadji mengaku siap mendorong jika suatu saat PT KAI berkehendak untuk memanfaatkan bekas lahan Girun itu.

Sementara itu, Deputi Vice Presiden PT.KAI Daop 8 Surabaya, Maryanto berkomentar senada dengan Suwadji.

Dia menilai bahwa lahan bekas lokalisasi Girun itu patut mendapatkan pengelolaan yang lebih baik.

Hanya saja, pengelolaan untuk komoditas apa, Maryanto mempersilahkan Pemerintah Kabupaten Malang untuk mencari solusi yang bagus.

“Kami tinggal menunggu Pemerintah Daerah, mau memanfaatkannya untuk apa, kami siap bantu. Karena kan yang tahu kebutuhan masyarakat kan Pemerintah Daerah,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Maryanto, misalnya saja Pemerintah Kabupaten Malang menginginkan adanya usaha di kawasan tersebut.

Dia mengaku siap untuk mengkoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan.

“Yang penting, kita harus menyadari bersama bahwa secara administrasi lahan itu tetap milik PT KAI,” akhirnya.

Sebelum ini, PT KAI dan Pemkab Malang membongkar bangunan-bangunan tempat praktik prostitusi di eks lokalisasi Girun.

Para penghuninya sudah mengosongkan area itu setelah mendapat sosialisasi dari PT KAI. Sehingga, pembongkaran Sabtu pagi tadi (8/5), berjalan lancar.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

PWI Malang Raya Support Petugas Penyekatan Mudik Di Malang

Diterbitkan

,

PWI Malang Raya Support Petugas Penyekatan Mudik Di Malang
Ketua PWI Malang Raya, Cahyono saat menyerahka minuman energi bagi petugas untuk berbuka puasa di pos penyekatan. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pengurus PWI Malang raya sangat support semangat dan kerja tim gabungan TNI Polri dan Jajaran Pemkot Malang dalam penyekatan mudik.

Mereka tak pernah kendur untuk menegakkan aturan pendisiplinan dalam rangkang pencegahan penularan covid- 19.

Saat ini, para petugas dari Kodim, Polresta dan Pemkot memantau larangan mudik di titik-titik perbatasan masuk dan keluar Kota Malang.

Untuk mendukung tugas ini, pengurus PWI Malang Raya peduli memberikan support. Yaitu berupa makanan dan minuman kepada petugas di posko Ops Ketupat Semeru.

“Kami PWI Malang Raya merasa ikut merasakan perjuangan petugas tim gabungan yang bekerja siang malam. Para petugas ini jam kerjanya sama seperti wartawan. Yang membedakan hanyalah profesi,” ujar Cahyono Ketua PWI Malang Raya, Sabtu (8/5).

Menurut Cahyono, meski berbeda profesi, perjuangannya sama, yaitu bagi kemaslahatan masyarakat. Sehingga, PWI ingin mendukung kinerja para petugas.

“Perjuangannya sama. Kami bekerja sesuai kapasitas dan tugas jurnalis juga untuk kepentingan informasi bagi masyarakat umum. Begitu juga para petugas yang menegakkan prokes dan penyekatan,” terangnya.

“Kami bagikan minuman pengganti energi yang terkuras seharian ke beberapa titik pos pantau di Malang Raya,” terang Cahyono.

Sementara itu, selain exit tol Madyopuro, petugas juga melakukan penyisiran di tengah kota dan keramaian.

Misalnya, pos pengamanan operasi Ketupat Semeru di Jalan Sukarno Hatta.

Sabtu (8/5), sejumlah petugas sudah standby di sana untuk memastikan larangan mudik terlaksana.

Ada dua anggota Kodim 0833, Pelda Nur Rohim dan Serda Roni DA di sana.

Kemudian, lima anggota polisi yang dipimpin AKP Makrup. Selanjutnya, tiga petugas kesehatan, dua petugas Dinas Perhubungan serta dua anggota BPBD.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro

Diterbitkan

,

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro
Petugas saat berjaga di penyekatan exit tol Madypuro. (Foto : Kodim 0833 Kota Malang)

 

KABARMALANG.COM – Penyekatan mudik di Kota Malang masih terus berjalan. Sabtu (8/5), petugas kembali mengetatkan penjagaan di exit tol Madyopuro.

Penyekatan mudik di Kota Malang ini menjadi misi utama selama libur lebaran. Sehingga, sejak awal persiapan penyekatan 6 Mei, petugas sudah membangun posko Ops Ketupat Semeru.

Pengamanan terpusat di pintu gerbang exit tol Madyopuro Kecamatan Kedunglandang Kota Malang.

Serka Setris, anggota Kodim 0833 Kota Malang, membenarkan. Dia bersama para pasukan pengamanan gabungan, sudah berjaga di lokasi penyekatan sejak pagi.

“Kami memantau dengan sif pagi sampai malam. Kemudian malam sampai pagi berganti sif lagi,” ujar Serka Setris, Sabtu pagi (8/5).

Penyekatan tersebut melibatkan sejumlah anggota TNI-Polri, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Yaitu, Serka Setris, Sertu Gatot Muriyanto dan Serda Irianto dari jajaran TNI. Kemudian, 5 orang polisi dengan perwira Ipda Cahyo Nugroho.

Selanjutnya, dua ASN Dinas Kesehatan Kota Malang dengan pimpinan tim Erni. Kemudian, dua anggota BPBD dengan ketua tim Arifin juga ikut dalam penyekatan.

Setelah itu, dua anggota Dinas Perhubungan, ketua tim Sutiono. Serta, 5 orang anggota Satpol PP, ketua tim Rupita.

Serka Setris berharap masyarakat mematuhi penyekatan larangan mudik. Karena, kasus covid-19 masih mengancam dunia, termasuk Indonesia dan Kota Malang.

Bahkan, varian covid-19 yang menghancurkan India sekarang mulai masuk di Indonesia. Sehingga, Serka Setris berharap segala protokol dapat memberi panduan masyarakat.

Supaya, masyarakat terhindar dari paparan covid-19 maupun variannya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com