Connect with us

Pemerintahan

Ramadan Di Kota Malang, Stok Pangan Aman Walau Harga Ayam Naik

Published

on

Ramadan Di Kota Malang, Stok Pangan Aman Walau Harga Ayam Naik
Aktivitas pedagang di Pasar Bunulrejo Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Masyarakat tidak perlu khawatir menjalani Ramadan di Kota Malang. Sebab, menjelang bulan Ramadan nanti, stok pangan Kota Malang terbilang aman.

Luh Putu Eka Wilantari Kasi Pengendalian dan Pengawasan Diskopindag Kota Malang membenarkan.

“Kalai secara umum stoknya (pangan) aman sampai lebaran, itu untuk sembako,” ujar Luh Putu Eka kepada Kabarmalang.com, Kamis (8/4).

Meski stok pangan Ramadan aman, Eka mengatakan bahwa harga daging ayam di Kota Malang mengalami kenaikan harga.

“Harga daging ayam per kilo gramnya naik.  Tetapi tidak terlalu banyak sih, kisaran seribu sampai tiga ribu,” terangnya.

Dia mengatakan harga eceran tertinggi daging ayam per kilo gram itu harganya Rp 34 ribu. Untuk harga normalnya bisa di bawah Rp 30 ribu.

“Sekarang ini mulai ada kenaikan harga daging ayam, ada yang sampai Rp 37 ribu per kilo gram,” tambahnya.

Dia membeberkan penyebab kenaikan harga daging ayam karena saat ini stok daging ayam mulai berkurang.

“Mungkin karena permintaannya banyak, lalu pasokan mulai berkurang. Sehingga, peternak ayam panen muda. Istilahnya, ayam belum waktunya pemotongan langsung dipanen,” ungkapnya.

Luh Putu Eka menuturkan bahwa harga sembako lain masih stabil. Kini dia fokus di daging ayam, karena harganya naik.

Kabar Lainnya : Jelang Nataru, Harga Ayam dan Cabe Naik.

Misalnya, harga cabe per kilogramnya sudah mulai turun. Kini sudah kisaran 60 -65 ribu. Sebelumnya harga cabai pernah sampai Rp 110 ribu per kilo gram.

“Kita pantau dulu, kalau nanti (harga daging ayam) naik terus, nanti kita adakan operasi pasar murah,” katanya.

Melalui operasi pasar murah, Diskopindag Kota Malang akan datang langsung ke peternak ayam.

“Sehingga peternak ayam nanti menjual di bawah harga pasar. Itu langkah kita kalau ada kenaikan terus. Kita masih mantau,” ringkasnya.

Diskopindag sendiri memiliki petugas pemantau pangan di setiap pasar. Petugas tersebut memberi laporan setiap hari, sehingga Diskopindag tahu ada kenaikan komoditi apa saja di setiap harinya.

Luh Putu Eka menuturkan bahwa fenomena kenaikan harga ayam seperti ini kerap terjadi menjelang awal bulan ramadhan. “Biasanya memang begitu, setelah itu normal lagi,” akhirnya.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler