Connect with us

Pemerintahan

Bahrul Magfiroh dan Alfamart Beri Ambulans Untuk PWI Lewat Pemkab

Diterbitkan

,

Bahrul Magfiroh dan Alfamart Beri Ambulans Untuk PWI Lewat Pemkab
Penyerahan ambulans dari Bahrul Magfiroh dan Alfamart kepada Pemkab Malang untuk diserahkan kepada PWI Malang Raya. (Foto : Fir)

 

KABARMALANG.COM – Yayasan Bahrul Magfiroh Cinta Indonesia, bersama PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) memberikan bantuan ambulans kepada Pemkab Malang. Kemudian, PWI Malang Raya menerima ambulans tersebut dari Pemkab, Senin (29/3).

Penyerahan kendaraan Ambulan tersebut terlaksana di Rumah Dinas Bupati Malang Jalan Gede, no.6, Kota Malang.

Bupati Malang, H.M Sanusi mengatakan, kendaraan ambulans ini merupakan bantuan dari Yayasan Bahrul Magfiroh Cinta Indonesia pimpinan Prof M Bisri.

Bantuan ambulans juga merupakan hasil kolaborasi dengan PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart). Dengan harapan, ambulans membantu kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang berhubungan dengan kesehatan.

“Ambulan ini untuk kegiatan sosial. Jadi nanti masyarakat yang membutuhkan ambulan bisa langsung telepon ke PWI. Termasuk wartawan yang butuh ambulan bisa langsung saja pakai,” ucap Sanusi, kepada awak media usai menerima dan menyerahkan secara simbolis kendaraan ambulans, Senin (29/3).

Sebab, lanjut Sanusi, tugas wartawan tersebut berat. Wartawan juga langsung bersinggungan dengan masyarakat. Karena itu, wartawan perlu memperoleh fasilitas.

“Untuk teknisnya terserah teman-teman PWI. Apakah biayanya gratis atau bagaimana. Saya tahu tugasnya wartawan ini berat dalam menyampaikan informasi,” ringkasnya.

Dengan ambulans ini saya berharap PWI bisa memberikan bantuan kepada anggotanya utamanya. Kemudian masyarakat juga bisa terbantu,” tegasnya.

Kabar Lainnya : PWI Malang Raya Silaturahmi Kepala Daerah Secara Virtual.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono menyampaikan, kendaraan ambulan ini akan menolong masyarakat yang sakit untuk mendapatkan fasilitas kesehatan. PWI siap mengantar warga sakit ke RS secara gratis.

“Ambulans ini khusus orang sakit, kami siap memberikan pelayanan secara gratis atau tidak kami pungut biaya,” katanya.

Kendaraan ambulans ini, lanjut Cahyono, dapat membantu masyarakat Malang Raya agar dapat mendapat pertolongan kesehatan.

“Masyarakat bisa menggunakan ambulan ini untuk mengantarkan pasien. Supaya dokter bisa secepatnya menangani pasien itu di RS,” ujarnya.

“Bahkan jika pasien tersebut telah boleh pulang kami juga siap untuk mengantar pasien tersebut sampai tujuannya,” tukasnya.

Ambulans ini sekaligus mendukung program PWI Rescue yang menjadi terobosan pengurus baru.(fir/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Tinjau Terdampak Gempa Malang, Ini Arahan Kepala BNPB Doni Monardo

Diterbitkan

,

Doni Monardo bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau rumah warga terdampa gempa (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo bersama Forkopimda Jawa Timur dan Forkopimda Kabupaten Malang meninjau wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021).

Tampak kehadiran Doni di Kabupaten Malang didampingi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta; Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto; Bupati Malang, HM Sanusi; Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar; Dandim 0818, Letkol Inf Yusub Dody Sandra dan pejabat lainnya.

Pada kunjungan di Pendopo Kecamatan Ampelgading, ada sejumlah arahan yang disampaikan jenderal bintang tiga.

“Kita semua harus selalu koordinasi, bukan hanya di Malang tapi di seluruh Indonesia. Dengan cara rapat rutin setiap bulan yang mungkin bisa dipimpin masing-masing kepala daerah dengan melibatkan BMKG yang sudah punya data, informasi dengan menggunakan teknologi. Informasi tersebut bisa dijadikan sebagai masukan bagi Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan diri,” ungkap Doni.

Pria kelahiran Cimahi Jawa Barat menambahkan, gempa bumi di Indonesia khususnya di wilayah Jawa bagian Selatan bakal terus terjadi. Hal ini karena adanya pertemuan lempeng Indo-australia yang diperkirakan mencapai 200 lebih.

“Nah, ini harus terus kita waspada setiap waktu,” tuturnya.

Lantas, ia menghimbau kepada sejumlah masyarakat, apakah tahan gempa atau tidak. Jika tahan maka bisa meletakkan perabotan di rumah yang tidak beresiko roboh saat terjadi gempa.

“Seperti lemari misalnya, letakkanlah ditempat yang tidak bakal mengenai penghuni rumah. Rumah juga harus dipasang penyangga, sehingga jika ada gempa, maka ada ruang untuk berlindung,” tuturnya.

Apabila sebuah rumah tidak tahan gempa, maka Doni memperingatkan agar penghuninya segera segera keluar jika terjadi gempa bumi.

“Yang menyebabkan kematian bukan gempanya. tapi runtuhan bangunannya,” tuturnya.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak boleh bergantung melalui teknologi, seperti radio dan televisi untuk memantau gempa bumi.

“Tapi kearifan lokal harus dibangun lagi.
misalnya meletakkan kaleng disusun. Sehingga ketika ada getaran, maka kalengnya akan jatuh. Jika seperti itu, maka segera evakuasi mandiri,” pungkasnya.

Untuk korban terdampak gempa bumi di Malang, menurut Doni, BNPB akan membantu dana stimulan kepada sejumlah masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, maka akan kami bantu senilai Rp 50 juta, kalau rusak sedang Rp 25 juta, dan jika mengalami rusak ringan maka akan kami beri bantuan senilai Rp 10 juta,” pungkasnya. (imr/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Mensos Risma Blusukan Tinjau Lokasi Gempa Malang

Diterbitkan

,

Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan untuk meninjau langsung lokasi terdampak gempa Kabupaten Malang, Minggu (11/4).

Ia datang bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau bangunan sekolah yang rusak, yakni MAN 2 Turen Malang.

Sekolah tersebut terdampak gempa Malang berkekuatan 6,1 Magnitudo, pada  pukul 14.00 WIB, Sabtu (10/4) kemarin.

Risma, sapaannya membenarkan. Pihaknya pun sudah mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa Malang.

“Sudah kita drop terutama di Kabupaten Malang sebanyak 2 truk (bantuan logistik). Kalau yang kemarin satu truk di Kabupaten Lumajang,” ujar Risma kepada wartawan, Minggu (11/4).

Risma menuturkan saat ini pihaknya sedang menyiapkan lokasi pengungsian bagi korban gempa Malang.

“Karena kita tidak tahu ada gempa susulan atau tidak. Untuk itu, warga yang rumahnya menghawatirkan agar kami ungsikan dulu,” terangnya.

Ia mengatakan warga yang kondisi rumahnya rusak berat pun sudah berkeinginan untuk mengungsi. Rencananya lokasi pengungsian di lapangan sepakbola.

“Nanti kita akan mendirikan tenda dan dapur umum di tempat pengungsian itu.Tadinya ada 13 tempat pengungsian. Tapi akan kita bangun 2 saja,” bebernya.

Selanjutnya, Risma juga memberikan opsi perbaikan untuk rumah warga yang rusak. Misalnya rumah yang kondisinya tidak aman karena berlokasi di lereng.

“Itu sangat menghawatirkan, akan kami carikan lokasi yang aman untuk kemudian kami relokasi. Karena, saya khawatir ada sesuatu (bencana) lagi akan berbahaya,” jelasnya.

Nantinya PUPR yang melakukan perbaikan dan relokasi sesuai dengan bangunan standar gempa.

“Untuk di Lumajang ada 428 unit rumah masuk kategori bahaya. Di Malang masih kami hitung,” akhirnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Vaksinasi Batalkan Puasa ? Ini Fatwa MUI

Diterbitkan

,

Ilustrasi vaksinasi lansia di Block Office Kota Malang beberapa waktu yang lalu (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – MUI telah mengeluarkan fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa.

MUI memfatwakan bahwa melakukan suntik vaksin saat sedang berpuasa tidak membatalkan puasa.

Berkaitan vaksinasi, lima tahun yang lalu Komisi Fatwa MUI Pusat pun sudah pernah membuat Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.

KH Chamzawi, Wakil Ketua Umum MUI Kota Malang mengamini. Sebab suntik vaksin Covid-19 untuk pengobatan .

“Ya, vaksinasi tidak membatalkan puasa. Jadi yang bisa membatalkan puasa itu kalau suntiknya itu semacam untuk memberi makan,” ujar Chamzawi kepada Kabarmalang.com, Minggu (11/4).

Vaksinasi terkadang memberikan efek samping yakni Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Misalnya rasa pusing, lapar, mual dan lainnya.

Sehingga, Chamzawi menyarankan agar agenda vaksinasi bisa terlaksana pada malam hari di bulan ramadhan.

“Jika dampak atau efek macam itu. Seyogyanya vaksinasi pelaksanaannya pada malam hari. Tapi yang jelas vaksin itu tidak membatalkan puasa,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Malang mengabarkan bahwa agenda vaksinasi Covid-19 di Kota Malang tetap terhelat di bulan puasa.

Pelaksanaan vaksinasi di bulan ramadhan tersebut berdasarkan instruksi dari Kemenkes RI.

Vaksinasi Covid-19 di bulan ramadhan masih masuk dalam vaksinasi tahapan dua. Yakni menyasar petugas layanan publik dan lansia. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com