Peristiwa
Kabar Cuaca Kabupaten Malang, Hujan Es Menyerbu Bululawang

KABARMALANG.COM – Kabar cuaca Kabupaten Malang mengabarkan hujan es. Fenomena alam ini melanda Bululawang.
Akun Twitter, @jserenity_ membagikan video hujan es itu. Dia menyebut hujan es melanda Talangsuko, Kecamatan Turen. Dia mengunggah cuitannya Rabu (10/3) sore.
Demi apa di Turen hujan es, kirain ada yang ngelemparin genteng rumah pake kerikil 😅@infomalang pic.twitter.com/hqfsCXxslF
— Loyal (@jserenity_) March 10, 2021
Kabarmalang.com mencoba menelusuri kebenaran video itu. Namun, hasilnya nihil.
Sekretaris Desa Talangsuko, Budi menepis bahwa desanya terserang hujan es. Faktanya, hujan es itu menyerbu Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang.
“Teman saya di Wandanpuro kirim video kemarin. Hujan es itu di desanya. Kalau di Talangsuko, Turen saya pastikan tidak ada,” ungkap Budi, Kamis (11/3).
Sementara, BMKG Karangploso memastikan kabar cuaca Kabupaten Malang ini normal. Gejala alam semacam itu mungkin saja terjadi di Indonesia.
“Hanya saja, sifatnya lokal. Mungkin satu desa ada hujan es meskipun tidak lebat. Tapi desa lain belum tentu terjadi meskipun hujannya lebat,” terang Prakirawan BMKG Karangploso, Edythya Ferlani W.

Ilustrasi pekarangan rumah yang terkena hujan es. (Foto : Getty Images)
Edythya pun menerangkan hubungan sebab akibat fenomena hujan es. Mulanya, udara hangat, lembab dan labil terjadi di permukaan bumi.
Kemudian akibat radiasi matahari, massa udara tersebut ke atmosfer. Kemudian, massa udara mengalami pendinginan.
“Akibatnya akan memunculkan awan Cumulonimbus yang menjulang tinggi. Sampai level freezing,” ringkasnya.
Karenanya, terbentuklah kristal-kristal es yang cukup besar. Hasil dari gaya potensial, kristal es ini biasanya jatuh.
“Kristal es bergesekan dengan materi-materi di bawahnya. Alhasil, terjadi hujan cair,” ujarnya.
Umpananya, terjadi hujan es sampai ke bumi. Itu karena tidak adanya gesekan dengan materi di bawahnya.
“Hal ini biasanya karena adanya angin kencang di atas. Maka jatuhlah kristal es itu tanpa mencair,” pungkas Edythya.(im/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































