Connect with us

Pemerintahan

RW 04 Sumbersari Kota Malang Rancang Aplikasi Kependudukan

Published

on

RW 04 Sumbersari Kota Malang Rancang Aplikasi Kependudukan
Perangkat RW 04 Kelurahan Sumbersari menunjukkan aplikasi Form RW 04 (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – RW 04 Kelurahan Sumbersari Kota Malang merancang aplikasi kependudukan. Aplikasi ini bernama Form RW 04.

Agutinus Tedja Bawana, Ketua RW 04 Kelurahan Sumbersari membenarkan. Aplikasi tersebut untuk meningkatkan pelayanan administrasi.

Ide awal pembuatan aplikasi tersebut muncul saat awal pandemi. Sebab, menurutnya, pendataan pemetaan penduduk belum tertata baik.

”Amburadulnya sistem itu kelihatan pas awal-awal pandemi dulu. Pemetaan penduduk sulit karena kan banyak ya. Akhirnya dana BLT sempat tidak bisa teridentifikasi dengan tepat,” ujar Tedja kepada wartawan, Jumat (26/2).

Kabar Lainnya : Penggeledahan Selesai 6,5 Jam, KPK Cari Dokumen Kasus Lama.

Tedja mengatakan, aplikasi tersebut masih terbatas di RW-nya. Fungsi aplikasi adalah pemutakhiran data sistem kependudukan. Kemudian, pelaporan RT/RW.

Aplikasi ini adalah buatan anak jalanan bernama Iwan Dermawan. Dia tergabung di dalam Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT).

Tedja optimis aplikasi ini bisa memetakan data kependudukan. Kemudian, membedakan keluarga yang mampu dan tidak mampu. Begitu juga meningkatkan pelayanan lainnya.

“Mulai data kependudukan, balita hingga lansia. Data penghasilan, sistem pelaporan, urusan parkir. Data keuangan hingga sistem keamanan,” ungkap Ketua Umum JKJT itu.

”Warga juga bisa mengurus dokumen di mana saja 24 jam. Karena data sudah terpantau pakai ponsel. Gak lagi harus ke kantor di jam-jam kerja,” tambahnya.

Dia berharap aplikasi ini juga menular ke RT/RW lain. Lebih baik lagi jika makin masif di tataran nasional.

“RW 04 ini bisa jadi pilot project nanti. Semakin bagus kontrol masyarakat, semakin minim unsur penyalahgunaan kebijakannya,” tegasnya.

Lurah Sumbersari, Imam Subagyo mengapresiasi. Sebab dia merasa kesulitan dalam pengumpulan data karena manual.

”Butuh waktu lama. Dengan ini, mau cari data keluarga miskin langsung terdeteksi,” ujarnya.

”Apalagi sudah terhubung dengan banyak pihak. Mulai dari kelurahan, Babinsa hingga Babinkamtibmas. Kalau ada apa kita bisa cepat cari datanya,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler