Connect with us

Hukrim

Pencurian Modus Baru Di Malang, Menyamar Jadi Petugas Disinfektan

Diterbitkan

,

Pencurian Modus Baru Di Malang, Menyamar Jadi Petugas Disinfektan
Pencuri yang berpura-pura jadi petugas penyemprotan disinfektan di Sawojajar (Foto: Tangkapan Layar)

 

KABARMALANG.COM – Netizen Malang Raya geger dengan video pencurian modus baru. Yakni pencuri berpura-pura menjadi petugas penyemprot disinfektan.

Pencurian terjadi di rumah milik PM, 26 di Jalan Ranugrati, Sawojajar, Rabu sore (17/2) kemarin. Petugas penyemprotan palsu itu menggondol sejumlah perhiasan korban.

Yaitu, emas lantakan 5 gram. Kemudian, tiga buah gelang emas. Serta, empat buah cincin emas. Total kerugian korban sekitar Rp 15 juta.

Kapolsek Kecamatan Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi membenarkan. Pencuri tersebut berpura-pura sebagai petugas penyemprotan dari RS Lavalette.

“Pelaku  berpura-pura melakukan penyemprotan disinfektan ke kediaman korban. Karena suami korban telah wafat karena covid-19 beberapa hari yang lalu,” ujar Yusuf kepada wartawan, Kamis (18/2).

Yusuf menceritakan pelaku tiga kali datang ke rumah korban. Pelaku datang di hari yang sama. Rumah korban memang sedang sepi. Hanya ada korban dan keponakannya.

“Kedatangan pertama, pelaku masih menggunakan baju preman. Dia menawarkan penyemprotan disinfektan. Pelaku mengatakan bahwa dia dari RS Lavallet. Si korban setuju untuk penyemprotan,” terangnya.

Pelaku pun pergi sebentar. Selang beberapa waktu kemudian, pelaku kembali ke rumah korban. Dia menggunakan setelan Alat Pelindung Diri (APD) yakni baju hazmat.

“Tapi pelaku hanya sandalan dan tidak pakai sarung tangan. Dia hanya pakai semprotan burung dan bunga.  Selanjutnya dia menyemprot rumah korban. Dia masuk kamar dan menutup pintu,” jelasnya.

Korban sempat curiga mengapa pintu kamar harus tutup. Terlebih mereka juga mendengar ada bunyi suara laci terbuka. Tetapi, mereka menduga itu bagian dari protokol penyemprotan.

“Setelah menyemprot, pelaku mengatakan nanti akan ada penyemprotan kedua. Dia mengimbau pemilik rumah jangan mengelap titik-titik semprotan,” tuturnya.

“Si pelaku juga sempat memberikan handphone milik korban di yang tertinggal di dalam kamar. Agar korban tidak curiga,” tambahnya.

Baca Juga : Dua Pencuri Motor Ditangkap Polresta Makota.

Setelah itu, pelaku beranjak dari rumah korban. Satu jam kemudian, dia datang lagi, namun hanya menggunakan helm dan masker.

“Pelaku melakukan penyemprotan kedua di kamar korban. Saat itulah pelaku dengan leluasa mencuri beberapa perhiasan miliki korban,” bebernya.

Yusuf mengatakan kepolisian sudah melaksanakan olah TKP yang kena modus pencurian berkedok penyemprotan. Ini usai mendapat laporan dari korban beberapa saat setelah kejadian.

“Sementara kita masih lidik, mencari dan mengusut pelaku. Sayangnya di rumah tidak ada kamera CCTV. Lalu, korban tidak mencatat motor apa dan nopolnya,” kata Yusuf.

Kapolresta Malang Kota pun sudah menyampaikan kepada jajarannya. Untuk mengimbau  kepada masyarakat agar waspada jangan sampai terulang kejadian yang sama.

“Modus ini adalah penipuan. Kami yakinkan kalau ada petugas seperti itu, minimal cek surat tugas dan identitas petugas penyemprotan. Tanyakan instansinya yang memerintahkan,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Polisi Tangkap Pengedar Pil Koplo Ribuan Butir di Kota Malang

Diterbitkan

,

Polisi Tangkap Pengedar Pil Koplo Ribuan Butir di Kota Malang
Polsek Klojen merilis kasus narkoba jenis pil koplo (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Polisi Sektor Klojen Kota Malang berhasil tangkap pengedar pil koplo PR, 24 L, asal Sukun Kota Malang. Dia tertangkap dengan barang bukti 8000 pil koplo atau pil double L.

Kapolsek Klojen Kompol Nadzir Syah Basri membenarkan. PR mendapat pasokan ribuan pil koplo dari salah satu tahanan lapas di luar Kota Malang.

Polisi tangkap pengedar pil koplo itu saat sedang menjajakan barang haram tersebut pada Rabu (9/6) lalu di Kecamatan Sukun Kota Malang.

“Bermula adanya laporan masyarakat tentang seringnya terjadi peredaran narkoba jenis pil koplo atau double L, di daerah Sukun,” ujar Nadzir kepada wartawan di kantor Polsek Klojen, Jumat (11/6).

Kabar Lainnya : Kelakuan Bejat, Kakek di Karangploso Cabuli Anak Tiri.

Selanjutnya polisi menggelar penyelidikan di salah satu kawasan di Kecamatan Sukun Kota Malang selama satu minggu lebih.

“Akhirnya pada Rabu (9/6) sekira pukul 22.00 WIB.  Pada saat itu, sudah kita curiga, di situ memang ada transaksi pil koplo sebanyak 2 ribu butir atau di dalam dua botol,” terangnya.

Polisi juga langsung mengamankan PR beserta barang bukti 2000 pil koplo serta uang sebesar Rp 850 ribu dari hasil penjualan pil koplo.

Tak berhenti di situ. Polisi juga menginterogasi tersangka. Awalnya tersangka menyangkal bahwa barang yang dia jual hanya 2000 pil koplo.

Namun polisi tak percaya begitu saja. Polisi kemudian melanjutkan penggeledahan di rumah tersangka yang terletak di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang.

“Di rumah tersangka, polisi menemukan ada 6 ribu butir pil koplo yang tersimpan di sana. Sehingga total barang bukti ada sebanyak 8 ribu butir pil koplo,” jelasnya.

Nadzir mengatakan bahwa tersangka yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu sudah menjadi target operasi polisi selama setahun lebih.

“Akhirnya kami bisa menagkapnya pada 9 Juni 2021 kemarin. Tersangka bagian dari jaringan narkoba. Sehingga kami masih akan mengembangkan kasus ini,” tuturnya.

Dalam kasus ini, tersangka melanggar pasal 197 subsider 196  subsider 198 UU 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Maling Motor Di Malang Town Square, Tipu Tukang Kunci Untuk Mencuri

Diterbitkan

,

Maling Motor Di Malang Town Square, Tipu Tukang Kunci Untuk Mencuri
Kapolsek Klojen Kota Malang, Kompol Nadzir Syah Basri saat rilis kasus curanmor (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Seorang maling motor beraksi di parkiran Mal Malang Town Square (Matos). Dia mengondol sebuah motor merek Honda Scoopy, pada Kamis (27/5) lalu.

Pelakunya berinisial BP, 23, seorang karyawan kafe di Dieng Kota Malang. Dia menjadi maling sepeda motor milik YF, seorang karyawan di Malang Town Square.

Kapolsek Klojen Kota Malang, Kompol Nadzir Syah Basri membenarkan. Nadzir kemudian menceritakan kronologi pencurian tersebut.

“Awalnya tersangka tiba di dalam parkiran Matos sekira pukul 17.00 WIB. Dia menggunakan sepeda motor Scoopy. Ketika parkir dia melihat ada sepeda motor scoopy yang parkir di sebelahnya,” ujar Nadzir, Jumat (11/6).

Kabar Lainnya : Maling Kotak Amal Beraksi di Tulungrejo, Nopol Motornya Terbongkar.

Dari situ munculah niat jahat BP untuk menggondol motor Scoopy itu. Karena motor tersebut tidak terkunci stang.  Kemudian ada juga karcis parkir yang tertinggal di jok samping motor itu.

Kemudian pelaku menuntun motor curiannya keluar dari parkiran Mal Matos. Saat menuntun motor curian itu, tidak ada kecurigaan sama sekali dari penjaga parkir. Karena dia sudah membawa karcis parkir.

“Tersangka kemudian membawa dan memarkir motor curian itu di sekitaran Taman Makam Pahlawan (TMP). Lokasinya tak jauh dari Mal Matos,” tuturnya.

Setelah itu, tersangka memanggil tukang kunci langganannya untuk membuat kunci duplikat motor itu. Di sini, dia memperdaya dan menipu tukang kunci itu.

Tersangka mengaku motor tersebut adalah miliknya. Sehingga, tukang kunci itu tidak merasa curiga terhadap tersangka.

Tersangka kemudian kembali lagi ke parkiran Mal Matos untul mengambil motor miliknya. Kemudian, dia kembalikan motor miliknya ke kos.

“Setelah dari kos, tersangka lalu kembali lagi ke TMP pakai jasa ojek online. Di situ dia mengambil motor curiannya yang telah ada kunci duplikat dan bisa nyala,” terangnya.

Pada malam harinya, tersangka langsung menjual motor curian itu ke seorang penadah berinisial AYD, 23, melalui media sosial dengan harga Rp 4,5 juta.

“Ya AYD ini juga tahu kalau itu barang curian. AYD terpaksa membeli karena alasannya buat kerja gitu dan keperluan kerja. AYD ini pekerjaannya swasta dan AYD ini berasal dari Jalan Kebon Jeruk Kota Malang,” tutur dia.

Di hari yang sama Polsek Klojen mendapatkan laporan dari korban. Polisi langsung menyelidiki melalui rekaman CCTV dan memburu tersangka maling motor.

Keesokan harinya pada Jumat (29/5) malam, polisi berhasil meringkus BP dan AYD di dua tempat yang berbeda di Kota Malang.

Dalam hal ini, BP terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian motor. Dia terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Sementara itu, AYD terancam pasal 480  KUHP karena terbukti sebagai penadah. Ancaman hukumannya minimal penjara 5 tahun.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Kekerasan Terhadap Wanita Di Turen Malang, Ini Kabar Terbaru Dari Polisi

Diterbitkan

,

Kekerasan Terhadap Wanita Di Turen Malang, Ini Kabar Terbaru Dari Polisi
Potongan gambar penganiayaan wanita di Turen yang viral di media sosial Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kekerasan terhadap wanita yang terekam CCTV di Turen, Kabupaten Malang, menuai kecaman warga.

Kabar terbaru dari kepolisian, aksi kekerasan terhadap wanita itu memang berlokasi di Turen. Tepatnya, di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Turen, Kecamatan Turen.

Lokasi penganiayaan terhadap wanita itu berada di depan ruko sebelah selatan perempatan lampu lalu lintas Pasar Turen.

Di situ, terdapat sejumlah toko dengan paving yang sama dengan lokasi dalam CCTV. Kapolsek Turen, Kompol Suko Wahyudi membenarkan.

“Benar, kejadiannya Jumat malam di lokasi tersebut. Tetapi baru viral Senin. Kami pastikan pelaku bukan orang Turen,” ujar Suko kepada wartawan, Selasa (8/6).

Kabar Lainnya : Pria Aniaya Wanita Di Turen Malang, Video ‘Ndengkul’ Terekam CCTV!

Dia mengatakan, penganiayaan terhadap wanita ini kabarnya adalah konflik rumah tangga. Keduanya memiliki hubungan suami istri.

Pelaku pria berinisial AHD. Dia juga tinggal ngekos di kawasan Sananrejo Turen. Sementara, korban penganiayaan terhadap wanita, adalah SDP.

Usai video viral di media sosial, Polsek Turen telah bergerak penyelidikan. Polisi memeriksa TKP kejadian.

Kabar Lainnya : Penganiayaan Wanita Di Turen Malang Jadi Viral, Ini Keterangan Polisi.

Petugas juga mendatangi tempat kos pelaku penganiayaan terhadap wanita tersebut. Hasil penyelidikan memastikan laki-laki tersebut tidak lagi berada di Turen.

“Dari keterangan saksi, kami mendatangi lokasi kosnya. Dia pulang ke Klaten Jawa Tengah,” ringkasnya.

Memang, sampai saat ini belum ada laporan kejadian penganiayaan terhadap wanita tersebut. Tetapi, polisi akan memanggil korban untuk mendapatkan keterangan.

“Kalau dari olah TKP dan saksi, kemungkinan hubungan rumah tangga tidak harmonis. Namun, motif pertengkaran itu sendiri masih penyelidikan,” akhirnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com