Connect with us

Hukrim

Pembunuh Perempuan Separuh Terkubur Ternyata Anaknya Sendiri

Diterbitkan

,

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar bersama Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo saat merilis tersangka pembunuhan. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Pembunuh perempuan separuh terkubur, Mistrin (55) di PJB (Pembangkit Jawa Bali), Kecamatan Karangkates, Kabupaten Malang Kamis (11/2) lalu telah terungkap.

Pelakunya ternyata anaknya sendiri, Arifudin Hamdy, 35, warga Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

“Alasannya untuk mendapatkan harta karun iming-iming dari seorang dukun,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat konferensi pers di Mapolres Malang, Sabtu (13/2).

Hendri menceritakan, pada Januari lalu tersangka dan korban mengaku sempat berkonsultasi dengan seorang dukun di Blitar. Kemudian, dukun tersebut memberikan petunjuk bahwa di bangunan tua bekas mes itu ada harta karun berlian.

“Petunjuk itu benar-benar korban laksanakan. Tepatnya pada 26 Januari lalu, sekitar pukul 14.30 ia menggali tanah di area bangunan mes itu dengan cangkul pinjaman tetangga warung korban,” tuturnya.

Sementara korban memerintahkan tersangka menjaga warungnya. Namun, setelah 15 menit kemudian tersangka menyusul korban, dan menemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Tersangka kemudian mengaku mendapatkan bisikan, untuk mendorong korban ke dalam lubang galia  lalu menguburnya, agar harta karunnya keluar,” katanya.

Akhirnya, tersangka benar-benar melaksanakan bisikan itu. Dia juga meninggakannya mayat ibunya begitu saja.

“Berselang 3 hari kemudian, tersangka kembali ke tempat itu untuk memastikan harta karunnya sudah keluar. Tapi karena tidak ada akhirnya ia pulang lagi,” beber Hendri.

Selain fakta tersebut, ada dugaan bahwa tersangka memang mengalami ganguan jiwa.

“Untuk hal ini, nantinya kami (Polres Malang) akan mengkonsultasikan kondisi kejiwaan tersangka kepada Psikolog Polda Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan hasil visum Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang korban terkubur separuh di TKP itu selama kurang lebih 2 minggu.

“Sementara bekal luka dan benda tumpul tidak ada pada tubuh korban,” pungkasnya.

Atas ulahnya itu, tersangka terkena pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Perawat Korban Pembakaran Di Kalipare Jadi Saksi Kunci Ungkap Pelaku

Diterbitkan

,

Perawat Korban Pembakaran Di Kalipare Jadi Saksi Kunci Ungkap Pelaku
Penyidik Satreskrim Polres Malang saat olah TKP kejadian perawat dibakar hidup-hidup di Kalipare. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Eva Sofiana Wijayanti, 33, perawat klinik Bunga Husada Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, yang jadi korban pembakaran, adalah kunci pengungkapan kasus.

Polres Malang pun menetapkan Eva sebagai saksi mahkota untuk mengungkap siapa pelaku pembakaran. Karena kuat dugaan korban mengetahui identitasnya.

“Korban adalah saksi kunci, tetapi kondisinya tidak memungkinkan untuk memberi keterangan. Karena korban masih di ruang ICU,” kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar melalui Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi, Rabu (5/5).

Kabar Lainnya : Perawat Kena Siram BBM Di Malang, Wajah Dan Tubuhnya Luka Bakar.

Menurut Donny, korban baru menjalani operasi karena luka bakar tersebut. Paska operasi, korban harus menjalani perawatan di ruang ICU.

Sehingga korban sebagai saksi mahkota, masih terlarang berinteraksi dengan orang lain. Hanya dokter ataupun perawat yang bisa berinteraksi dengannya.

“Karena berada di ruang ICU, kami belum bisa minta keterangan korban. Semoga korban cepat pulih,” bebernya.

Kabar Lainnya : Pembakar Perawat Kalipare Seorang Pria, Ini Kronologinya.

Donny membenarkan, bahwa penanganan kasus telah masuk penyelidikan Satreskrim Polres Malang. Sebelum ini, Polsek Kalipare yang kali pertama menangani kasus tersebut.

Selama proses penyelidikan, lanjut Donny, polisi sudah meminta keterangan beberapa orang. Jumlahnya ada empat saksi.

“Empat saksi, sudah kami mintai keterangan, mereka anak pemilik klinik, rekan korban, tetangga dan suami korban. Tentunya akan ada saksi lain yang kami minta keterangan,” ucap Donny.

Kabar Lainnya : Cerita Saksi Pembakaran Perawat, Ini Video Testimoninya.

Seperti berita Kabarmalang.com sebelum ini, seorang perawat menjadi korban pembakaran hidup-hidup. Seorang pria misterius menyiramkan BBM ke wajah dan tubuh korban.

Kemudian, pelaku itu menyulutkan korek kepada korban. Alhasil, korban terbakar hidup-hidup.

Eva mengalami sejumlah luka di sekujur wajah, kepala dan tubuhnya. Sampai berita ini terbit, Eva masih menjalani perawatan intensif IGD Hasta Husada.(rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Perkosa Dan Rampas Harta Wanita Open BO, Ini Dalih Pelaku Asal Malang

Diterbitkan

,

Perkosa Dan Rampas Harta Wanita Open BO, Ini Dalih Pelaku Asal Malang
Jajaran Polsek Lowokwaru saat menggiring Irawan, tersangka kasus pemerasan dan pemerkosaan PSK di Kota Malang (Foto:Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kapolsek Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rokhma mengatakan bahwa dalih Irawan Yulianto, 24, perkosa dan rampas harta wanita open BO karena terlilit hutang.

“Tersangka sehari-hari pekerjaannya swasta di salah satu instansi. Dalihnya karena terlilit hutang, dia ingin melunasi dengan cara tersebut,” ujar Fatkhur kepada wartawan di Mapolsek Lowokwaru, Senin (3/5).

Kabar Lainnya : Cari Pelampiasan Seks Gratis, Pria Ini Perkosa Dan Peras Harta Open BO.

Fatkhur mengatakan bahwa tersangka sudah berkeluarga dan sudah memiliki satu anak. Profesi tersangka adalah seorang pekerja swasta.

Fatkhur menambahkan sejak awal tersangka sudah merencanakan perkosa dan rampas harta wanita open BO berinsial NH, 29. Karena tersangka mengetahui tarif NH sebesar Rp 450 ribu.

“Sebenarnya tersangka sudah merencanakan sejak awal, karena dia sudah membawa tali dan pisau,” terang Fatkhur.

“Tersangka merencanakannya setelah ada yang menagih utang. Sehingga dia punya pikiran dan jalan untuk melakukan itu,” sambungnya.

Sebelum ini, Kabarmalang.com memberitakan bahwa Polsek Lowokwaru Kota Malang menangkap Irawan Yulianto, 24, asal Pakisaji Malang.

Ia tersangka kasus pemerasan dan pemerkosaan seorang wanita open BO berinisial NH, 29. Irawan melancarkan aksinya pada Jumat (23/4) sore di sebuah guest house di Kota Malang.

Saat itu tersangka memeras korban dan membawa kabur ponsel dan uang korban. Tersangka juga memerkosa korban.

Kemudian, keesokan harinya pada Sabtu (24/4) sore, korban melihat tersangka berada di sebuah konter ponsel yang ada di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang.

Si korban lalu melapor Polsek Lowokwaru, dan bersama anggota Reskrim Polsek Lowokwaru mendatangi lokasi konter dan menciduk tersangka.

 

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan kepada  tersangka. Tersangka lalu mengakui semua perbuatannya tersebut dan menyerahkan diri kepada kepolisian.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka melanggar Pasal 368 ayat (1) dan atau Pasal 285 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara selama dua belas tahun.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Cari Pelampiasan Seks Gratis, Pria Ini Perkosa Dan Peras Wanita Open BO

Diterbitkan

,

Cari Pelampiasan Seks Gratis, Pria Ini Perkosa Dan Peras Wanita Open BO
Polsek Lowokwaru saat merilis kasus pemerasan dan pemerkosaan PSK (Foto:Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Irwan Yulianto, 24, asal Pakisaji Malang cari pelampiasan seks gratis. Dia juga sekalian mencari uang dengan cara memeras.

Dia pun berhasil cari pelampiasan seks gratis. Karena, dia memerkosa dan merampas harta benda seorang wanita open BO berinisial NH, 29.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rokhman membenarkan. Fatkhur menceritakan kronologi kasus tersebut.

Mulanya, pada hari Jumat (23/4) sekitar pukul 13.00 WIB, tersangka mengenal korban dari media sosial Twitter. Tersangka mencari wanita open booking online (BO).

“Dari situ korban merespons komunikasi dengan tersangka. Korban menyampaikan tarif untuk sekali berhubungan dengan nominal Rp 450.000,” ujar Fatkhur kepada wartawan, di Mapolsek Lowokwaru, Senin (3/5).

Kabar Lainnya : Seks Bebas Saat Tahun Baru, 50 Pasangan Kena Razia, Ada Yang Remaja.

Saat itu keduanya janjian untuk bertemu di sebuah Guest House di Jalan Borobudur, Kelurahan Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang sekitar pukul 16.00 WIB.

Melihat dengan tarif korban sebesar Rp 450 ribu, tersangka timbul niat jahat. Dia menduga korban pasti dalam sehari sudah melayani beberapa laki-laki dan mempunyai uang pribadi.

Tersangka berniat untuk melakukan pemerasan kepada korban.

“Tersangka tiba terlebih dahulu di kamar guest house. Saat korban tiba, keduanya sempat ngobrol terlebih dahulu sebelum berhubungan intim,” terangnya.

Pada saat mengobrol, tersangka tiba-tiba mendekap korban dari depan, sambil mengacungkan pisau lipat kecil ke leher korban dan mengancam akan membunuh korban.

“Tersangka meminta korban agar tidak berteriak. Lalu tersangka menyuruh korban untuk mengeluarkan uang dan barang berharganya,” bebernya.

Karena sudah pasrah, korban menyerahkan HP Iphone 8 dan uang tunai Rp 100 ribu kepada tersangka. Kemudian tersangka mengikat tangan korban ke posisi belakang dengan seutas tali.

Tak berhenti di situ, nafsu setan tersangka pun tak tertahankan. Tersangka lalu memperkosa korban dengan cara melepas celana korban dan membungkam mulut korban dengan celana tersebut.

“Setelah memperkosa dan memeras korban. Tersangka langsung kabur meninggalkan guest house. Korban sendiri baru bisa melepas ikatan itu, setelah berteriak minta tolong ke penjaga guest house,” bebernya.

Kemudian, keesokan harinya pada Sabtu (24/4) sore, korban melihat tersangka berada di sebuah konter ponsel yang ada di Kecamatan Lowokwaru.

Si korban lalu mendatangi Polsek Lowokwaru, dan bersama anggota Reskrim Polsek Lowokwaru mendatangi lokasi konter dan menciduk tersangka.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan kepada  tersangka. Tersangka lalu mengakui semua perbuatannya tersebut dan menyerahkan diri kepada kepolisian.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka melanggar Pasal 368 ayat (1) dan atau Pasal 285 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara selama dua belas tahun.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com