Connect with us

COVID-19

Vaksinasi Kedua, Wakil Wali Kota Malang : Rasanya Sama

Diterbitkan

,

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko saat vaksinasi kedua (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Agenda vaksinasi kedua Kota Malang terhelat di Ruang Sidang Balaikota Malang, Kamis (11/2). Ini adalah suntikan vaksin kedua usai vaksinasi simbolis pada (28/1) lalu.

10 tokoh publik Kota Malang pun menjalani vaksinasi kedua. Tetapi, Gilang Crazy Rich Malang dan Perwakilan Polresta berhalangan hadir.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko turut menjalani vaksinasi covid -19 untuk keduanya kalinya. Dia pun memberikan testimoni.

“Rasanya sama. Tidak ada perbedaan juga di tempat yang sama sebelah kiri tadi. Tidak ada masalah insyaAllah,” ujar Bung Edi, sapaannya, kepada wartawan, di Balaikota Malang, Kamis (11/2).

Prosesnya vaksinasi masih sama. Mulai dari registrasi di meja pertama, lalu melakukan screening kesehatan di meja kedua.

“Saat screening, apakah punya riwayat kesehatan masalah ginjal, dan lain-lain. Termasuk tekanan darah, tensi dan historis kesehatan,” jelasnya.

Setelah lolos di meja 2, lalu melakukan vaksinasi di meja 3 oleh asisten vaksinator dan vaksinator inti.

“Usai suntik, baru di meja yang terakhir menunggu 30 menit. Kalau tidak ada perubahan fisik tidak ada hal-hal yang lain terkait kesehatan, selesai sudah pelaksanaan,” tambahnya.

Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona saat vaksinasi kedua.

Bung Edi mengatakan selama menjalani vaksinasi pertama dan kedua, dia tidak merasakan perubahan signifikan terhadap tubuh dan fisiknya.

“Sehingga terkait vaksin ini insyallah saya yakin bahwa vaksin ini aman dan bermanfaat bagi kesehatan,” ungkapnya.

Terakhir, Wawali Malang berpesan kepada masyarakat agar tidak perlu takut jika nanti memiliki kesempatan untuk vaksinasi Covid-19.

“Mari sama-sama menyukseskan vaksinasi ini supaya angka penularan covid bisa terkendali dan kita bisa berkegiatan seperti sedia kala,” tutupnya.(fat/yds)

Berikut ini 10 nama tokoh publik yang mengikuti vaksinasi kedua Kota Malang.
  1. IR. Sofyan Edi Jarwoko – Wakil Wali Kota Malang.
  2. I Made Riandiana Kartika, SE – Ketua DPRD Kota Malang.
  3. Rosidah Inayati – Persatuan Ahli Gizi Indonesia Kota Malang.
  4. dr. Djoko Heri Hermanto, SpPD-KHOM – IDI Malang Raya
  5. Andi Darmawangsa, SH.MH– Kepala Kejari Kota Malang.
  6. Nuruli Mahdilis – Kepala Pengadilan Negeri Kota Malang
  7. Ferdian Primadhona, S.E., M.Tr.(Han) – Dandim 0833/Kota Malang
  8. Baroni – FKUB Kota Malang
  9. Isroqunnajah- Ketua PCNU Kota Malang
  10. Anjar Rahmansyah – Komunitas Disabilitas (tuna netra)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Forpimda Kota Malang Silaturahmi Ulama, MUI Siap Dukung Pemerintah

Diterbitkan

,

Forpimda Kota Malang Silaturahmi Ulama, MUI Siap Dukung Pemerintah
Forkopimda Kota Malang dalam silaturahmi bersama ulama. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forpimda Kota Malang menggelar silaturahmi bersama para ulama. Forkopimda dan tokoh agama Kota Malang hadir dalam acara di Gedung Bersama Lantai 4 Kota Malang, Rabu sore (5/5).

Narasumber dalam forum ini Wali Kota Malang Sutiaji. Ketua Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kota Malang KH Baidowi Muslich juga datang.

Sutiaji hadir bersama Kapolresta Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Sutiaji berterima kasih atas kebersamaan, kolaborasi dan bagi tugas antara ulama umaro yang sudah terbangun selama ini.

“Silaturohim menjadi anjuran agama. Akan tetapi ketika nanti akan membawa kemudaratan yang membawa kepada kerusakan. Dan mafsadah di depan mata kita, silaturohim bisa melalui media-media yang lain,” ujarnya.

PT KAI sudah datang silahturohim audiensi dengan Pemkot. Ternyata sudah punya lonjakan penumpang yang luar biasa karena curi start.

“Itu prediksi sudah 7 juta yang mudik. Maka, bagaimana sikap-sikap kita, sampaikan kepada masyarakat. Bahwa tetap kita pakai protokol covid, mereka harus mengisolasikan diri dulu,” tambah Sutiaji.

Ferdian Primadhona pun mengamini. Silaturahmi dengan ulama ini penting. Karena, ulama adalah salah satu key opinion leaders.

“Ulama adalah panutan masyarakat. Sehingga, selain upaya kami di lapangan, kami pun berharap dukungan ulama untuk mendorong penerapan prokes,” tandas Ferdian.

Sementara itu Ketua MUI Kota Malang KH Baidlowi Muslich mengamini. Dalam kesempatan silaturahmi kali ini, dia mendoakan agar wabah virus corona segera musnah.

“Pemerintah kami telah membuat berbuat berbagai kebijakan di dalam pandemi ini. Tidak lain semua itu adalah untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara kami,” tandasnya.

“Kami dari para ulama dan umaro mengikuti apa yang telah menjadi kebijakan dari pemerintah kami,“ ujarnya.

“Demikian juga pada pelaksanaan ibadah baik itu salat jumat, salat teraweh maupun salat ied yang akan datang. Hal itu semua adalah menyesuaikan dengan keadaan yang sekarang ini terjadi,” doa Baidlowi Muslich.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Penyekatan Sampai Tingkat Desa, Pos Satgas Wajib Curiga Pendatang

Diterbitkan

,

Penyekatan Sampai Tingkat Desa, Pos Satgas Wajib Curiga Pendatang
Bupati Malang, HM Sanusi. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Selain penyekatan di perbatasan wilayah Kabupaten, Pemkab Malang juga menyiapkan Pos Satgas sampai tingkat desa.

Hal itu, sebagai upaya untuk memperketat lagi antisipasi adanya pemudik dari luar daerah yang masuk ke wilayah Kabupaten Malang.

“Di masing-masing desa sudah kami beri sekat ya. Jadi kemungkinan kecil yang akan mudik nanti,” jelas Bupati Malang, Sanusi, Kamis (6/5) pagi.

Secara umum, penyekatan sampai tingkat desa ini sama dengan PPKM mikro. Tetapi, Pos Satgas memiliki fungsi sendiri-sendiri.

Selain itu, Pos Satgas juga menjadi jaring pengamanan wilayah desa. Sehingga, Pos Satgas bisa menjadi benteng pertama terhadap kejahatan yang marak jelang Lebaran.

“Jadi nantinya, mungkin ada warga yang datang ke wilayah tersebut. Kalau curiga itu datang dari luar daerah, harus wajib lapor ke Kecamatan dan Puskesmas. Setelah itu nanti akan ada swab antigen,” akhirnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengamini. Dia juga mempertegas penyediaan Pos Satgas di setiap desa tersebut.

Menurut Wahyu, fungsi Pos Satgas itu untuk melakukan penyekatan juga dan pengecekan. Yaitu pekerja migran yang datang dari luar daerah tempat mereka bekerja.

“Kalau pulang dari Jakarta nanti lewat jalur darat ke Kabupaten Malang itu yang susah kami deteksi,” tandas Wahyu.

“Lah kalau kecolongan kami minta di desa Pos Satgas desa bisa ngecek di sana. Kalau ada yang masuk, segera laporan ke kami. Biar tidak ada peningkatan di kemudian hari,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Pemkab Malang Klaim TKI Yang Karangtina di Safe House Aman

Diterbitkan

,

Pemkab Malang Klaim TKI Yang Karangtina di Safe House Aman
Area Safe House Kabupaten Malang untuk karantina TKI di Kecamatan Kepanjen. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COMPemkab Malang klaim TKI yang karantina di safe house, aman dan tercukupi. Bupati Malang, Sanusi membenarkan klaim itu.

Dia mengatakan semua kebutuhan TKI yang sedang menjalani karantina di sana tercukupi dengan baik.

“Kebutuhan makan kita sediakan di sana. Wifi juga ada,” ujarnya, Rabu (5/5).

Tetapi, terdapat pertanyaan terkait kenyamanan para TKI yang karantina. Karena, safe house hanya memiliki 54 ruangan.

Sementara, jumlah TKI yang karantina mencapai 118 orang. Tetapi, Sanusi menjamin safe house di Kepanjen Kabupaten Malang tersebut masih cukup.

Setiap 1 ruangan itu sudah menjadi 2 ruangan dengan sekat. Sehingga, Pemkab Malang klaim TKI di sana sudah tercukupi.

“Jadinya cukup kalau menampung 100 orang. Begitu pun pasien yang positif covid-19 di sana, ditempatkan di lantai atas,” tutup Sanusi.

Sementara itu, pantauan Kabarmalang.com, sejumlah TKI asal Kabupaten Malang tampak berolahraga.

Mereka terlihat beraktivitas di safe house, Block Office Pemerintah Kabupaten Malang, Kecamatan Kepanjen, Rabu (5/5) pagi.

Namun, saat Kabarmalang.com mencoba melihat situasi Safe House tersebut lebih dekat, petugas penjaga melarang wartawan mendekat.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malang, Rahmat Yuniman mengaku tidak tahu pasti teknis perawatan dan fasilitas untuk para TKI di sana.

“Kalau saya menilai sih kayaknya baik-baik saja. Para TKI tampaknya juga betah di sana,” tuturnya.

Sebelum ini, 118 TKI pulang ke Kabupaten Malang. Tetapi, mereka harus menjalani karantina dulu sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Mereka harus terlebih dulu tinggal di Safe House selama 3 hari. Per hari Selasa (5/5) kemarin, terhitung ada 118 TKI yang sudah tiba di Kabupaten Malang.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com