Connect with us

Peristiwa

Thunderstorm Atau Badai Petir, Jawaban BMKG Soal Dentuman di Malang

Diterbitkan

,

Thunderstorm Atau Badai Petir, Jawaban Teka-Teki Dentuman di Malang

 

KABARMALANG.COM – Thunderstorm atau badai petir menjawab teka-teki dentuman di Malang. Daryono, Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG membenarkan.

Dalam cuitannya Rabu malam (3/2), Daryono menegaskan jawabannya. “Akhirnya, dengan tegas sampaikan bahwa dentuman di Malang adalah thunderstorm,” kicau Daryono via Twitter-nya, @daryonoBMKG.

Baca Juga : Dentuman Misterius Di Malang Gegerkan Warga Semalaman.

Thunderstorm atau badai petir, adalah fenomena alam. Sehingga, Daryono menggugurkan segala asumsi soal bunyi dentuman itu.

“Badai petir,” tambahnya lagi. BMKG pun menutup teka-teki fenomena dentuman di Malang.

Daryono juga membantah dentuman itu guguran material kawah Semeru. “Bukan,” jawabnya.

Sebelumnya, dentuman misterius menggegerkan Malang. Suara seperti ledakan atau tumbukan, terdengar sejak Selasa malam (2/2).

Baca Juga : Dentuman Suara di Malang, Warga : Saya Kira Paku Bumi.

Netizen Malang menyebut dentuman sudah terjadi sejak 23.40 WIB. Sampai Rabu pagi (3/2), suara dentuman misterius masih memekakkan Malang.

Tercatat, jam 05.37 WIB, netizen Malang melaporkan masih mendengar itu.

Daryono sebagai petugas BMKG juga sempat berkomentar. Dia menunjukkan tidak ada aktivitas seismik di Malang.

Baca Juga : Suara Dentuman Misterius Viral, Ini Penjelasan BPBD Kota Malang.

Sensor seismic di Pandaan (MLJI) tidak mencatat anomali. Dia juga menunjukkan catatan seismik pukul 00.50 WIB-01.18 WIB. Serta, catatan pukul 03.00 WIB-03.22 WIB.

“Untuk teman-teman di Malang. Catatan sensor BMKG di Pandaan (MLJI) tidak mencatat anomali,” katanya sembari menunjukkan catatan seismik.(carep-04/yds

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Tertabrak Kereta Api, Pengendara Motor Asal Kotalama Malang Meninggal

Diterbitkan

,

Situasi TKP di persimpangan rel KA tanpa palang pintu di Kotalama, Kota Malang yang menewaskan 1 orang pengendara (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Seorang pria pengendara motor berinisial E, 61, warga Kotalama, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang tewas seketika saat tertabrak kereta api, Minggu (13/6) pagi.

Kejadian nahas itu terjadi di persimpangan rel kereta api tanpa palang pintu di antara Jalan Martadinata, Gang Madiun dan Jalan Zaenal Zakse, Kebalen pada pukul 09.30 WIB.

Menurut himpunan informasi Kabarmalang.com. Korban datang melintas dengan sepeda motor bermerk Honda Supra dari arah barat yakni Gang Madiun menuju ke timur yaitu Jalan Zaenal Zakse.

Sementara, Kereta Api Matarmaja tujuan Malang-Blitar tersebut datang dari arah utara yakni Stasiun Kota Baru menuju ke arah selatan.

”Itu kereta sebenarnya sudah lewat. Tapi bapak (korban) ini kecepetan masuk sebelum gerbong terakhir bener-bener lewat” ujar Ardi, 32, warga sekitar, kepada wartawan di TKP, Minggu (13/6).

“Nah di situ dia (korban) kayaknya setirnya keseret gerbong kereta,” tambah Ardi.

Sementara itu, Kapolsek Kedungkandang Kota Malang, Kompol Yusuf Suryadi membenarkan. Dia mengatakan korban terpental sejauh 10 meter saat tertabrak kereta api hingga tewas.

”Korban meninggal di tempat. Usai mengetahui hal ini, saya koordinasi dengan Unit Laka, Tim Inafis dan Rumah Sakit untuk mengevakuasi korban. Kami bawa ke RSSA Malang,” kata Yusuf, Minggu (13/6).

Terpisah, Anam Namli, Ketua RW 01 Kotalama, Kota Malang turut berduka cita atas meninggalnya korban. Korban itu termasuk tetangga rumahnya.

Anam pun mengaku heran korban yang dia kenal sehari-hari itu biasanya melintasi jalan lain, bukan melintasi persimpangan tanpa palang pintu itu.

”Mungkin saat pas lagi terburu-buru terus lewat jalan sini. Padahal, sebelumnya sudah ada warga yang mengingatkan kalau ada kereta api lewat,” terang Anam kepada wartawan, Minggu (13/6).

”Memang, sehari-hari dia selalu antar istri kalau jam segini. Tapi biasanya lewat muter lewat pasar, jarang-jarang lewat sini. Mungkin sudah takdirnya,” sambungnya.

Anam menambahkan bahwa korban juga belum lama ini resmi menjadi Ketua RT 09 RW 1 di Kotalama Kota Malang. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Toko Kelontong Terbakar Akibat Korsleting Kulkas Es Krim di Kedungkandang Malang

Diterbitkan

,

Toko Kelontong di Kedungkandang Kota Malang yang terbakar akibat korsleting kulkas es krim (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Sebuah toko kelontong bernama Toko Damai terbakar akibat korsleting kulkas es krim di toko tersebut, Minggu (13/6) siang.

Toko ini terletak di Jalan Raya Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang atau tepatnya di depan Kantor Polsek Kedungkandang Kota Malang.

Seorang saksi mata bernama Nico Fredi, 30, warga Jalan Mayjend Sungkono, menceritakan kronlogis kejadian tersebut yang terjadi pada pukul 10.30 WIB.

“Saya pulang kerja mau beli rokok di sini (Toko Damai) tiba-tiba saya lihat ada kebakaran. Lah terus kacanya ini saya pecahin, terus ada pihak kepolisian patroli lewat, saya panggil, bilang ada kebakaran,” ujar Nico kepada wartawan, Minggu (13/6).

Nico mengatakan asal kebakarannya dari korsleting kulkas es krim yang kebetulan di sampingnya ada banyak kardus, sehingga muncullah api dari situ.

“Saya bantu polisi dan warga nyiram air, ternyata di belakang (dalam toko) ada salah satu mbah, saya masuk ke dalam untuk menyelamatkan,” terangnya.

Nenek yang berada di dalam toko itu bernama Marsinah, 83, dia penjaga Toko Damai. Api yang membara menimbulkan asap yang tebal sehingga nenek itu sesak napas.

“Apinya sudah sangat tinggi sekali, akhirnya asapnya tebal sekali. Untungnya nenek itu bisa selamat, dia mengalami sesak napas. Sekarang dalam perawatan di ambulans,” jelasnya.

Semantara itu, Edi Susianto, Komandan Regu 1 Damkar Kota Malang menambahkan pihaknya mendapat laporan kebarakan pada pukul 10.45 WIB.

“Tanpa menunggu lama-lama kita berangkatkan tiga unit Damkar beserta 15 personil,” ujar Edi, Minggu (13/6).

Edi juga mengamini bahwa bahwa kebakaran itu berasal dari konsleting kulkas es krim.

“Dekatnya (kulkas) situ ada tumpukan kardus. Friezernya panas membuat asap dan api dari kardus muncul,” jelasnya.

Proses pemadaman toko tersebut berlangsung selama lima menit, karena sebelumnya sudah dapat penangan dari Polsek Kedungkandang dan warga sekitar.

“Apinya sempat besar, karena sudah terkondisikan Polsek kedungkandang, akhirnya bisa terkendali. Luasan yang terbakar itu 2 kali 3 meter,” akhirnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Ops Yustisi Masker Target Jalan Madyopuro Kota Malang

Diterbitkan

,

Ops Yustisi Masker Target Jalan Madyopuro Kota Malang (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Operasi yustisi dan penegakan PPKM mikro bergulir di wilayah Kelurahan Madyopuro, Minggu (13/6).

Sekitar pukul 09.00 sampai 10.00 WIB, operasi terlaksana di Jalan Madyopuro, Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Babinsa Madyopuro Serma Sinto membenarkan. “Ops yustisi dan penegakan PPKM skala mikro ini dalam rangka memutus penyebaran covid-19 di Kota Malang,” ujarnya.

Dalam operasi ini, ada sejumlah personel yang terlibat. Antara lain Kanit Sabhara Polsek Kedungkandang Iiptu Sutadi, Panit Bimas Ipda Prayogo, personel polsek, Lurah Madyopuro, Babinkamtibmas dan Satpol PP Kecamatan Kedungkandang.

“Dalam operasi, kami melaksanakan ops yustisi dengan memberikan imbauan pada warga masyarakat untuk selalu memakai masker,” katanya.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar jangan lupa 3M. Dalam operasi, petugas membagikan masker kepada pengguna jalan, dan warga yang tidak bermasker. (carep-04/fir)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com