Connect with us

Peristiwa

Hujan Lebat, Tiga Rumah Di Wajak Tertimpa Longsor

Diterbitkan

,

Petugas di lokasi longsor Kecamatan Wajak. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Hujan lebat semalam terjadi kemarin, Rabu (28/1/2021). Akibatnya, tiga rumah warga ambruk di Dusun Pijetan, Blayu-Wajak.

Longsor juga menimpa ketiga rumah warga tersebut. Ketiga pemilik rumah adalah Samsul, Imam, dan Sumarsih.

Akibat longsor itu, ketiga rumah tersebut rusak. Sementara waktu penghuni harus mengungsi ke tempat lain.

“Jumlah keluarga penghuni ketiga rumah tersebut 7 orang. Mereka mengungsi ke rumah saudaranya di lokasi aman,” ungkap plt Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Kamis (28/1).

Baca Juga : BPBD Salurkan Bantuan Korban Longsor Dampit.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebab korban sudah mengetahui tanda-tanda akan terjadinya longsor.

Dia juga sudah tidak menempati rumahnya sejak sepekan lalu.

“Warga setempat sempat swadaya untuk rencana pengecoran tebing itu. Tetapi sebelum terealisasi tebingnya sudah longsor tadi malam itu,” bebernya.

Ketinggian tebing tersebut mencapai 25 meter. BPBD Kabupaten Malang pun merapat ke lokasi.

Juga, Muspika Wajak, Tagana, dan PMI. Petugas masih melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

“Kerugian kira-kira mencapai Rp 200 juta,” pungkas Sadono.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Berinisial AYR di Singosari Malang

Diterbitkan

,

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Berinisial AYR di Singosari Malang
Rumah Kediaman Terduga Teroris yang Ditangkap di Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Densus 88 menangkap terduga teroris di Singosari Kabupaten Malang. Terduga teroris berinisial AYR. Dia warga Perum Bumi Mondoroko Raya, Desa Banjararum Singosari.

Penangkapan oleh Densus 88 terjadi Jumat (26/2) kemarin. Ketua RT setempat, Heran Subagio mengaku heran.

Dia juga kaget atas penangkapan salah satu warganya itu. Karena ia tidak menyangka AYR adalah seorang teroris.

Menurut Heran, AYR tidak pernah berpenampilan seperti teroris. Bahkan, AYR telah tinggal di kediamannya sejak tahun 2002. AYR juga pernah menjabat sebagai ketua RT.

“Sehari-hari ia sudah lama tinggal di sini. Dia merupakan tim manajemen RT. Dan pernah juga menjadi ketua RT,” kata Heran.

Sebaliknya Heran menjelaskan AYR terkenal terbuka. Padahal, biasanya teroris acapkali anti sosial dengan warga. Beberapa warga juga kenal akrab dengan AYR.

“Kalau eksklusif gak mungkin kan jadi RT. Dia juga sering ke masjid. Dia orangnya aktif dan tidak eksklusif,” kata dia.

Heran pun menyebut AYR merupakan seorang guru. AYR juga bapak empat anak. Selain itu, AYR mempunyai usaha bimbingan belajar di rumahnya.

“Dia sehari-hari guru. Istrinya juga guru. Keduanya juga mempunyai bimbingan belajar di rumahnya. Tidak ada keanehan atau kecurigaan,” kata dia.

Kabar Lainnya : Gus Nur Ditangkap Polisi di Rumah Pakis Malang.

Karena itu, Heran mengaku heran ketika AYR dianggap teroris. Dia juga kaget ada penangkapan kemarin seusai salat Jumat.

“Ya saya terkejut. Waktu itu posisi saya sedang bekerja. Warga bilang ada polisi. Tertangkap kemarin selesai salat Jumat,” ucap Heran.

Seusai penangkapan terduga teroris, kondisi rumah AYR lengang. Heran pun mengaku warga tidak menjauhi. Masyarakat tetap memberi support. Warga juga tidak menjauhi.

Heran Subagio, Ketua RT di lingkungan TKP penangkapan terduga teroris.

“Istri saya kemarin setelah penangkapan mencoba me-WA. Kirim pesan ke istri beliau (AYR). Ya intinya dia (AYR) merupakan warga kami. Kami berikan support,” tutup dia.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar membenarkan. Telah terjadi penangkapan oleh Densus 88. Tetapi, Hendri belum bisa menjelaskan detail penangkapan tersebut.

“Iya mas (kabarnya) Densus (88) ya,” singkatnya saat konfirmasi, Sabtu (27/2).(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Kios Helm Stasiun Kota Baru Terbakar, Kerugian Puluhan Juta Rupiah

Diterbitkan

,

Kios Helm Stasiun Kota Baru Terbakar, Kerugian Puluhan Juta Rupiah
Kebakaran di kios helm deretan Stasiun Kota Baru Jalan Trunojoyo Kota Malang. (Foto : Tangkapan layar)

 

KABARMALANG.COM – Kios helm Jalan Trunojoyo Kota Malang terbakar, Sabtu (27/2). Kerugian akibat kebakaran di deretan Stasiun Kota Baru mencapai puluhan juta rupiah.

Kios helm yang terbakar, tepat di seberang RM Ocean Garden. Enam unit Damkar berjibaku sejak pagi, 06.30 WIB.

Dalam kebakaran, terlihat dua kios 6 x 3 meter hangus. Dua kios helm itu milik Sulikha dan Rifai.

Kabar Lainnya : Kebakaran Pakisaji, Satu Lansia Tewas Tertimpa Balok Atap

Sementara, kios sebelah utaranya hanya terdampak. Tetapi, tidak sampai ikut terbakar.

Saksi mata, Wigyan Praptanyo, 51 membenarkan. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.

“Awalnya saya mendengar ada suara ledakan. Saat itu posisi pintunya tertutup, saya kira itu pencuri,” ucap satpam RM Ocean Garden itu.

Kabar Lainnya : Awas Bahaya Kebakaran Walau Malang Raya Sering Kehujanan

Karena curiga, Wigyan berusaha melihat asal suara tersebut. Tetapi pintu kios tertutup. Sehingga, dia berupaya mengintip ke dalam bedak tersebut.

“Sumber suara dari bedak milik Sulikha. Saya berusaha mengintip lewat lobang. Ternyata di dalam sudah ada api yang menyala,” ujar Wigyan.

Sisa puing helm-helm yang terbakar di kios deretan Stasiun Kota Baru Jalan Trunojoyo Kota Malang. (Foto : Istimewa)

Melihat kios terbakar, Wigyan pun panik. Dia juga berteriak minta tolong ke warga yang lewat. Supaya, segera menghubungi pemadam kebakaran.

“Saya juga menyuruh anak-anak saya menghubungi pemilik bedak helm,” jelasnya.

Kabar Lainnya : Human Error Mayoritas Penyebab Kebakaran.

Tidak lama kemudian, petugas Damkar Pemkot Malang merapat. Mereka pun langsung berupaya memadamkan kios yang terbakar.

“Petugas Damkar awalnya datang tiga unit. Pemilik bedak juga datang. Selang waktu tidak lama datang lagi,” jelasnya.

Akibat kebakaran tersebut, seketika jalan Trunojoyo macet total. Dugaannya, kobaran api berasal dari arus pendek listrik. Kios terbakar baru padam sekitar pukul 07.40 WIB.

Belum terdeteksi berapa kerugian materil korban. Namun, estimasi setidaknya mencapai puluhan juta rupiah.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Pujon Kembali Longsor, Jalan Malang-Kediri Buka Tutup

Diterbitkan

,

Pujon Kembali Longsor, Jalan Malang-Kediri Buka Tutup
Situasi perlintasan Malang-Kediri di Dusun Lebak Sari, Rt 32, Rw 14, Desa Ngabab, Kecamatan Pujon usai terjadi longsor. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Bencana longsor kembali terjadi di kawasan Pujon. Kali ini berlokasi di kawasan Dusun Lebak Sari, Desa Ngabab, Kecamatan Pujon.

Tebing penyangga jalur Malang-Kediri longsor. Plengsengan itu setinggi 4 meter dan selebar 8 meter.

Sementara, longsor terjadi Kamis (25/2) malam pukul 22.15 WIB. Sebelumnya, hujan deras mengguyur kawasan itu. Akibatnya separuh jalan juga retak akibat longsor tersebut.

“Alhasil, hanya separuh jalan yang berfungsi untuk perlintasan. Kendaraan lewat secara bregantian. Separuhnya kami tutup dengan police line,” ungkap plt Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Jum’at (26/2).

Saat ini, tim gabungan sudah berada di lokasi. Yakni BPBD, PMI dan Muspika Pujon. Petugas juga sedang mengamankan perlintasan kendaraan.

Pujon kembali longsor menjadi peristiwa kesekian kali di Malang barat. Tetapi, kali ini tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa atas kejadian ini,” tutur Sadono.

Menurut Sadono, longsor terjadi akibat hujan intensitas tinggi. Sehingga tanah melunak.

“Kami sedang memantau pembenahan jalan yang retak. Tetapi, masih melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat,” tutup Sadono.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Malang sudah mengimbau masyarakat waspada. Terutama, pengendara yang hendak melalui jalur Malang-Kediri.

Kabar Lainnya : Hati-Hati! Longsor Di Pujon Masih Berpotensi Terjadi Kembali.

Pasalnya, tebing di kawasan Pujon masih berpotensi longsor. Apalagi, debit air masih cukup tinggi saat penghujan.

Selain itu, kemiringan tebing di Pujon juga cukup rawan. BMKG juga sudah mewanti-wanti masyarakat.

Curah hujan tinggi berpotensi bencana. Baik itu longsor, banjir dan pohon tumbang.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com