Politik
Uni Eropa Ngotot Gugat Kebijakan Embargo Nikel, Indonesia Melawan

KABARMALANG.COM – Pergantian kepemimpinan CDU Jerman bakal mengubah embusan angin politik Uni Eropa.
Dari Angela Merkel, pengaruh politis Jerman terhadap persatuan negara Eropa tanpa Inggris itu bakal beralih kepada Armin Laschet.
Tetapi nasib Indonesia masih belum terang. Karena, Uni Eropa masih gigih ‘menyiksa’ Indonesia dengan embargo sawit.
Indonesia balas menghentikan ekspor nikel ke benua biru. Akibatnya, organisasi pimpinan Angela Merkel ini kembali melanjutkan sengketa atas larangan ekspor bijih nikel pemerintah Indonesia.
Kini mereka mendesak Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk membentuk panel guna membahas sengketa tersebut.
Menteri Perdagangan ( Mendag) Indonesia Muhammad Lutfi merespon gugatan tersebut. Dia mengatakan Indonesia siap menghadapi perlawanan terhadap kebijakan ekspor nikel.
Menurut Lutfi, Indonesia baru mendapatkan notifikasi bahwa sengketa berlanjut ke WTO yang jadi wasit perdagangan antar-negara itu.
“Tentunya kami sangat kecewa bahwa sudah ada konsultasi yang begitu lama. Tetapi ini bagian dari pada interaksi kita dengan dunia internasional. Kita akan layani dan jalankan tuntutan tersebut,” ujar Lutfi dalam keterangannya, Jumat (15/1), seperti lansiran Kompas.com.
Sebagai informasi, gugatan itu berdasar anggapan bahwa kebijakan Indonesia terkait larangan ekspor bijih nikel telah menyulitkan Uni Eropa.
Baca Juga : Armin Laschet, Ketua Terpilih CDU, Kandidat Kanselir Jerman.
Persatuan negara Eropa ini ingin berkompetisi dalam industri baja dunia. Sehingga, mereka ingin memanipulasi kebijakan negara penghasil bijih nikel. Karena, nikel adalah bahan baku stainless steel.
Sementara, Indonesia adalah negara penghasil stainless steel terbesar kedua. Urutan pertama menjadi milik China.
Perang dagang tersebut terkait regulasi UU minerba. Walaupun, ini merupakan sengketa lama.
Gugatan ke WTO sudah mulai bergulir tahun 2020. Ini karena larangan ekspor bijih nikel dari Indonesia juga berlaku di tahun 2020.
Saat itu, Presiden Joko Widodo tak mempermasalahkan gugatan tersebut. Menurutnya, selama ini Indonesia tak mendapatkan banyak nilai tambah. Karena, puluhan tahun hanya mengekspor bijih mineral mentah.
“Pak, kita mau tarung, apapun kita hadapi. Kita hentikan ekspor nikel ore keluar. Uni Eropa sudah gugat di WTO,” kata Jokowi di Musrenbang RPJMN di Istana Negara, tahun lalu.
“Kalalu defisit transaksi berjalan sudah beres siapapun yang gugat kita hadapi. Tapi ini juga kita hadapi, ngapain kita takut?” ujar dia lagi.
“Barang, barang kita, nikel, nikel kita, mau ekspor mau enggak suka-suka kita. Ya, enggak?” tutup orang nomor satu di Indonesia ini.(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan































