Connect with us

Pemerintahan

Setahun, 84 Bencana Melanda Kabupaten Malang

Diterbitkan

,

Anggota BPBD Kabupaten Malang saat menunjukkan peta rawan bencana di Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – BPBD Kabupaten Malang mencatat 84 kejadian bencana selama 2020. Tanah longsor paling banyak terjadi di Kabupaten Malang.

Total kejadian longsor mencapai 43 kali. Sementara, bencana lainnya adalah banjir dan angin kencang. Lalu, pohon tumbang, petir dan kebakaran.

“Banjir 10 kejadian. Angin kencang 25 kejadian. Tanah longsor 43 kejadian. Pohon tumbang 5 kejadian. Sambaran petir 1 kejadian,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, Senin (28/12).

Menurut Bambang kondisi hidrometeorologi mendominasi penyebab bencana. Selain itu, fenomena La Nina juga ikut mempengaruhi alam.

“Geografis Kabupaten Malang juga berpotensi bencana cukup tinggi,” katanya.

Sehingga, BPBD Kabupaten Malang telah menyiapkan langkah antisipasi. Yakni berkoordinasi dengan pihak atau lembaga terkait.

Misalnya BMKG, TNI dan Polri. Karena, BMKG mampu memprediksi cuaca. Sementara, TNI-Polri memiliki kelengkapan personel dan keahlian.

“Kami juga menggandeng kemaritiman. Karena, wilayah Kabupaten Malang ada yang pesisir. Bandara juga kami ajak koordinasi. Serta, lembaga-lembaga lain yang memiliki radar cuaca,” imbuhnya.

BPBD juga membikin langkah kewaspadaan lainnya. Yakni mengedukasi masyarakat melalui pelatihan atau sosialisasi.

Contohnya, BPBD membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Sasaran pelatihan dan pembentukan Destana adalah wilayah rawan bencana.

“Misalnya Sumawe, Ampelgading, Tirtoyudo, Singosari, dan Kasembon,” tutup Bambang.(im/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih