Connect with us

COVID-19

Pandemi Hancurkan Pasar Mobil Bekas

Diterbitkan

,

Bahrul Ulum saat mengecek stok mobilnya. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Hampir semua perusahaan terdampak pandemi covid-19. Tak terkecuali, perusahaan jual beli mobil bekas (mokas). Pandemi menghancurkan pasar penjualan mokas di Malang.

Showroom mokas Pakisaji, Kebon Agung Motor pun merasakan. Karena, penjualan mobilnya turun drastis akibat wabah tersebut.

“Bisa bertahan saja sudah bagus. Sebab, saat ini kondisinya harga turun, pembeli turun,” ujar Owner Kebonagung Motor, Bahrul Ulum, Kamis (17/12).

Selama pandemi, penjualan hanya 2 – 3 unit dalam satu bulan. Padahal, sebelum pandemi, penjualannya bisa mencapai 15 unit sebulan.

Bahkan, tidak jarang Bahrul merugi hingga Rp 5 – 10 juta. Sebab, jika ada unit yang laku, keuntungan menjadi tipis.

“Apalagi, mobil yang harganya Rp 500 juta keatas. Turunnya sampai Rp 50 juta. Misalnya, Pajero Sport,” ujarnya.

Harga mobil Rp 100 juta ke bawah juga menurun. Penurunnya sampai 10 persen. “Ya laku, tapi rugi,” ucap bapak tiga anak itu.

Menurutnya, pebisnis mobil bekas lainnya juga merugi karena pandemi. Karena itu, dia sudah memiliki kiat tertentu. Supaya, dia bisa bertahan di tengah pandemi ini.

“Ya tetap jual dulu, baru ambil unit baru. Karena, yang penting tidak menggunakan uang dari bank. Kalau pakai uang bank, tetap harus bayar bunga. Walaupun mobil tidak laku,” terang pria yang bergadang mokas selama 20 tahun itu.

Sementara itu, pickup paling laris di pasaran selama pandemi. Karena, mobil Rp 100 juta ke bawah diminati masyarakat.

“Xenia, Avanza itu masih favorit tapi untungnya tipis. Sebab, yang laris sekarang di bawah Rp 100 juta. Ayla, Sigra, masih kisaran Rp 80 – 90 juta,” pungkasnya.(im/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih