Pemerintahan
Lalai Prokes, Angka Covid-19 Kota Malang Melonjak

KABARMALANG.COM – Angka positif covid-19 Kota Malang meningkat pesat. Minggu (13/12) kemarin, ada penambahan 124 warga terkonfirmasi positif.
Hari ini, Senin (14/12), terjadi lonjakan signifikan. Satgas Covid-19 Kota Malang melaporkan sebanyak 97 kasus.
Dalam dua hari, total temuan positif adalah 221 kasus. Data total covid-19, Kota Malang telah mencapai 2745 kasus.
Wali Kota Malang, Sutiaji membenarkan hal ini. Penambahan angka tersebut karena masyarakat lalai terhadap protokol kesehatan.
“Makanya dibuatlah Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang. Salah satunya tentang larangan wisuda luring,” ujar Sutiaji, di RS Lapangan, Senin (14/12).
Menurutnya, wisuda luring saat pandemi terkadang tidak mengindahkan prokes. Selain kelengahan protokol, ada beberapa faktor penyebab tambahan kasus.
“Faktor selanjutnya karena transmisi lokal. Pun, transmisi via barang terjadi begitu luar biasa,” ucapnya.
Selain itu, mutasi virus corona Kota Malang susah dideteksi. Sutiaji pun mencontohkan kasus positif yang sempat menimpa dirinya.
“Kasusnya seperti saya. Ini terpapar covid-19 dari mana, susah dilacak,” imbuhnya.
Dia menyebut SE adalah langkah mitigasi mutasi virus. Supaya, tidak ada lagi kerumunan massa.
Selanjutnya, masyarakat mulai swab mandiri saat mengalami gejala. Ini juga menambah angka positif covid-19.
Dengan berbagai faktor ini, paparan covid-19 Kota Malang melonjak. Belum lagi, angka kematiannya juga tinggi.
“Maka inilah yang kami lakukan. Saya mendorong nanti tidak ada isolasi mandiri. Sudah kami siapkan penanganan di RS Lapangan,” ungkapnya.
PSBB Sulit Diterapkan, Sutiaji : RS Lapangan Benteng Terakhir
Tingginya angka positif covid-19 memunculkan wacana PSBB Kota Malang. Namun, Sutiaji mengatakan hal itu susah diterapkan.
Menurutnya, PSBB sulit didorong. Karena, kegiatan masyarakat sudah terlanjur bergulir.
Sehingga, alternatifnya adalah penguatan pelayanan medis. Pembangunan RS Lapangan adalah solusi yang dipakai.
“RS Lapangan jadi benteng terakhir menangani covid-19. Begitu juga dengan penambahan nakesnya,” tuturnya.
Pemkot juga terus mendeteksi covid-19 di kantor pelayanan publik. Karena, perkantoran turut menyumbang angka positif covid-19.
“Semua kantor dites usap. Bukan di Pemkot saja. Karena mereka juga melayani banyak orang,” terangnya.
Selain tes usap, Pemkot Malang mengupayakan pembinaan kampung tangguh. Penguatan perlu dilakukan.
“Ini yang terus ditingkatkan. Besok akan ada webinar dengan seluruh RW Kota Malang. Ini untuk saling menguatkan,” jelasnya.
Operasi yustisi akan dilakukan di tiap kelurahan. Terutama kepada warga yang lengah.
Terlebih, sebentar lagi ada liburan panjang akhir tahun. Menurut Sutiaji, itu perlu diwaspadai.(fat/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan































