Peristiwa
Gudang Kapas Terbakar, Kerugian Rp 200 Juta

KABARMALANG.COM – Bencana kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Malang. Sebuah gudang penyimpanan bahan baku kapas dilalap api.
Gudang itu milik Budi Wiyanto, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari. Kebakaran terjadi Senin (14/12) dini hari.
Akibat kejadian tersebut, seluruh barang dan bangunan gudang ludes.
“Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Kami masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut,” ungkap Kabid PPK Kabupaten Malang, Goly Karyanto saat dikonfirmasi.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja, kerugian materiil akibat kejadian tersebut cukup besar. Diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
“Tidak ada korban jiwa. Sebab kejadian itu dini hari. Jadi tidak ada orang satu pun. Cuma bahan baku kapas dan bangunannya yang ludes,” ujarnya.
Damkar Kabupaten Malang mengerahkan 4 armadanya untuk memadamkan kebakaran. Penanggulangan kebakaran dimulai jam 00.35 WIB.
Penjinakan api baru selesai jam 07.34 WIB.
“Proses pemadamannya sekitar 3 jam. Pembasahannya selama 4 jam,” tutup Goly.(im/yds)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026































