Connect with us

COVID-19

Sampah Medis Kota Batu Capai 18,4 Ton

Diterbitkan

,

Petugas saat mengangkuti sampah. Sampah medis Kota Batu mencapai 18 ton. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Pandemi covid-19 meningkatkan sampah medis secara drastis. Sepanjang tahun, jumlah sampah infeksius Kota Batu melonjak.

Terhitung, Kota Batu telah menumpuk 18,4 ton sampah infeksius. Ini dihitung dari April, sebulan pertama setelah pandemi.

“Yang dominan masker. Face shield ada tapi jarang. Perhitungan sampah medis dilakukan setiap triwulan,” ungkap Kasi Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Bambang Harnowo, Senin (23/11).

Sampah medis Kota Batu mencapai 100 kilo per harinya. Tiga hari sekali, DLH mengirimkan sampah medis ke Mojokerto.

Di Mojokerto, sampah medis itu dimusnahkan. Untuk mengangkuti sampah medis, 12 armada khusus pengangkut disiapkan.

Armada khusus ini, mengambil sampah di desa-desa. Serta, rumah sakit di Kota Batu.

Hermanto, salah satu petugas sampah medis membenarkan. Pemilahan sampah terdiri dari sampah biasa dan medis.

“Sampah medis tersebut dibungkus plastik lalu kami kirimkan. DLH mau menambah boks sampah medis. Letaknya di Alun-alun Kota Batu yang akan dibuka,” beber pria 45 tahun ini.

Dia pun menjalankan tugasnya sosialisasi pula. Setiap masker yang dibuang, harus dirusak dulu. Supaya, tidak bisa didaur ulang.

Sampah medis dibedakan menjadi tiga item. Yakni item safety box, item kuning, dan item hitam.

“Untuk safety box diisi sampah medis tajam. Seperti bekas jarum suntik, bekas jarum infus, dan lainnya,” kata Sekretaris Dinkes Kota Batu Yuni Astuti.

Item kuning berisi bekas infus, sarung tangan dan masker. Sedangkan, item hitam untuk sampah biasa.

Seperti bungkus makanan, plastik, dan sampah. Termasuk, sampah yang tidak berkaitan dengan cairan tubuh pasien.(arl/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih