Connect with us

Edukasi

Pandemi, 1330 GTT Masih Terima Insentif

Diterbitkan

||

Ilustrasi guru Kota Batu. Foto diambil sebelum pandemi. (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Guru tidak tetap (GTT) Kota Batu masih mendapatkan insentif. Kucuran anggaran Dindik tetap seperti tahun 2019 lalu. Yakni sebesar Rp. 10 miliar.

Syarat insentifnya, masa bakti GTT di atas dua tahun.

“Di bawah 2 tahun tidak mendapatkan insentif. Yang mendapatkan ada 1330 dari total 1516 GTT,” ungkap Kabid PTK Dindik Kota Batu Hariadi, Kamis (19/11).

Jenjang guru penerima insentif, mulai PAUD sampai SMP. Ini berlaku untuk GTT negeri dan swasta.

Guru PAUD mendapatkan insentif sebesar Rp 400 ribu. Sedangkan guru SD dan SMP sederajat Rp 500 ribu.

GTT dengan masa bakti 10 tahun pun mendapatkan insentif. Nilainya sebesar Rp. 750 ribu.

Sementara, insentif guru lansia non PNS, Rp 1 juta. Insentif itu adalah kepedulian bagi para pengajar Kota Batu.

“Itu pencairan setiap bulan. Tidak berkurang meski pandemi covid-19. Semoga menjadi bermanfaat,” imbuh Hariadi.(arl/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Pemanen Siwalan

Diterbitkan

||

Ilham Dani, mahasiswa Teknik Mesin UMM dan inovasi Siwalan Tool Harvester. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Petani tradisional buah siwalan masih memanen dengan cara manual. Mahasiswa Teknik Mesin UMM, Ilham Dani terinspirasi membantu mereka.

Sebuah alat diciptakan untuk memudahkan petani siwalan saat memanen.

“Apalagi saat musim hujan seperti ini. Pohon siwalan menjadi basah dan licin sehingga sukar dipanjat,” terangnya, Jumat (4/12).

Mahasiswa asal Sumut ini akhirnya tergerak. Diciptakanlah alat bernama Siwalan Tool Harvester.

Alat ini bisa memanen buah siwalan tanpa memanjat pohonnya. Siwalan Tool Harvester juga diklaim lebih efisien.

Inovasi itu juga ramah lingkungan karena tanpa mesin. Sehingga, petani tidak khawatir dengan BBM.

Cara kerja alat ini cukup sederhana. Alat ini mengubah energi potensial pegas menjadi energi mekanik. Energi inilah yang akan memanen buah.

Siwalan Tool Harvester juga dilengkapi pisau dan jaring. Sehingga petani tidak perlu repot dan khawatir buah jatuh.

Pisau berguna untuk memotong buah siwalan. Sementara frame jaring menampung buah yang sudah terpotong.

Alat tersebut juga memiliki kunci pengikat. Sehingga, keselamatan petani dan efisiensi proses panen tetap terjaga.

Tapi, Ilham tidak menampik alatnya perlu dikembangkan dan diperbaiki. Misalnya, pemilihan bahan material.

Beberapa bagian harvester masih susah ditemukan. Diameter pohon juga mempengaruhi fungsi Siwalan Tool Harvester.

“Alat ini sebenarnya sudah pernah dibuat. Tapi jumlahnya terbatas karena kesulitan spare part,” jelasnya.

Inovasi Ilham tersebut sudah mencatatkan prestasi. Yakni, lima besar karya terbaik Kompetisi Mahasiswa Muhammadiyah Nasional.

Ilham berharap alatnya bisa menjadi terobosan baru dunia pertanian. Dia juga berharap inovasinya menurunkan risiko kecelakaan petani siwalan.

“Saya berharap risiko kecelakaan petani siwalan menurun. Sekaligus, meningkatkan produktivitas mereka dengan Siwalan Tool Harvester,” pungkas mahasiswa angkatan 2016 tersebut.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

UMM Juara Kontes Mobil Hemat Energi

Diterbitkan

||

Tim Mekatronik dan tim Srikandi UMM juara 3 kontes mobil hemat energi. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM UMM menjuarai Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2020. Dua timnya meraih juara 3 di dua kategori.

Tim Mekatronik juara 3 urban concept (city car) listrik. Tim Srikandi juara 3 urban concept city car gasoline.

Ajang ini digelar 8 Oktober sampai 30 November 2020. Penyelenggaranya adalah Kemendikbud. Sementara, venue kompetisi digelar di Univesitas Indonesia (UI),

Tim Srikandi sudah merancang desain mobil tiga bulan lalu. Hal itu dilakukan agar desain dan hasilnya maksimal.

Meski begitu, masih ada beberapa kendala yang muncul. Baik dari segi praktik maupun teori.

“Kami sempat kesulitan merancang desain ideal untuk kompetisi ini. Apalagi, kami hanya membayangkan tanpa menyentuh dan menyusun prototipe,” ujar Annisa Widya Nurmalitasari, anggota tim Srikandi UMM, Jumat (3/12).

Tahun ini, UMM hanya bisa mendelegasikan dua tim KMHE. Padahal, sebelumnya UMM bisa mengirimkan empat tim sekaligus.

Panitia kompetisi menetapkan peraturan baru pembatasan delegasi tiap universitas. Tiap perguruan tinggi mengirimkan maksimal dua tim.

Teknis pelaksanaan perlombaan KMHE juga berubah. Mengingat pandemi masih belum mereda.

Tahun ini, peserta hanya sampai pada tahap rancangan desain. Prototipe mobil tidak dibuat.

Meski demikian, batasan tidak mencegah kedua tim UMM berprestasi.

“Format KMHE banyak berubah karena pandemi. Pendaftaran, perlombaan, hingga pengumuman pemenang dilakukan secara daring,” kata Pembina Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik, Drs Mohammad Jufri ST MT.

Di samping itu, tahapan lomba juga berubah. Tahun ini hanya sampai tahap rancangan desain mobil.

“Tahun lalu ada pengujian prototipe di sirkuit,” pungkas salah satu dosen UMM tersebut.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Wayang Sinematik Tersaji di Taman Krida

Diterbitkan

||

Pertunjukan wayang sinematik Shri Rajasa Sang Amurwabhumi. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Pertunjukan wayang sinematik tersaji di Taman Krida Budaya Malang. Pagelaran itu bertajuk Shri Rajasa Sang Amurwabhumi.

Pementasan digarap oleh Bagus Baghaskoro Wisnu Murti. Dia dalang asal Malang yang menetap di Solo.

Bagus menggelar pertunjukan bersama Komunitas Saba Nusa. Sesuai formatnya, pertunjukan digarap secara sinematik.

Ada gabungan unsur wayang, teater, komposisi kontemporer dan multimedia. Lakon yang dibawakan, bercerita soal laku hidup Ken Arok.

Dalam pementasan, wayang tidak disuarakan dalang saja. Ada beberapa penyulih suara dalam lakon itu.

Musik yang dibawakan juga lebih modern. Lalu, layar besar menampilkan pertunjukan wayang dengan kombinasi multimedia.

Wayang tradisi, hanya memakai layar putih untuk background. Sedangkan, pertunjukan ini memakai multimedia untuk membangun latar.

Tiap berganti adegan, latar belakangnya berganti pula. Selain itu, bahasa pengantarnya adalah Indonesia.

Ini jelas berbeda dari pakem wayang tradisi. Karena, biasanya wayang tradisional selalu memakai bahasa Jawa.

“Kami memakai bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami. Serta, bisa diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. Terutama bagi kalangan milenial,” tandas Dudung Raharto, penulis naskah.

Pementasan akan digelar lagi, Jumat malam ini (4/12). Penonton yang diundang terbatas 50 orang. Namun, pertunjukan juga disiarkan secara daring.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com