Politik
Biden Menang, Pertanda Rakyat Amerika Jengah

KABARMALANG.COM – Kemenangan Joe Biden bakal membuktikan kejengahan rakyat Amerika Serikat. Jika dia menang, itu tanda kemuakan pada Donald Trump.
“Covid-19 di Amerika masih terbanyak di dunia. Ini menjadi ketidakmampuan Trump. Sementara, gagasan Biden tentang kesehatan relevan dengan itu,” ujar Peneliti LSI Denny JA, Dito Arief SAP MAP kepada Kabarmalang.com, Rabu malam (4/11).
Menurutnya, isu kesehatan adalah fokus mantan wakil Barrack Obama. Karena, Trump abai dengan isu ini saat masa pemerintahannya.
“Itu gagasan yang digaungkan Demokrat AS sejak awal. Urgensi penanganan kesehatan digaungkan Biden lagi. Utamanya dalam debat publik Pilpres AS,” tambah mantan anggota DPRD Kota Malang ini.
Menurut Dito, Trump terlalu ekstrem mengusung isu internasional. Trump dinilai kelewat agresif dengan pernyataan dan perang dagangnya.
“Dia sibuk friksi keluar. Serang China, serang Rusia. Sampai ada perang dagang. Sehingga, dukungan internasional untuk Trump menjadi minim,” sambung Dito.
Menurutnya, kemenangan Demokrat bisa jadi desain global. Supaya, Amerika tidak membabibuta seperti di era Trump.
“Kemenangan Biden bukan hanya untuk Amerika. Tapi, dampak dari geopolitik global,” kata Dito.
Sebaliknya, kemenangan Trump membuktikan dukungan rakyat Amerika masih kuat. Trump selama ini dikenal jualan identitas Amerika.
Slogannya Make America Great Again (MAGA) juga terus digaungkan. “Kalau Trump menang, berarti politik domestik Republik kuat. Propaganda Identitas sebagai orang Amerika masih tinggi,” terang Dito.
“Politik anti imigran di Amerika berarti masih kuat. Tinggal tunggu, sentimen mana yang lebih unggul,” jelasnya.
Jika Biden didukung masyarakat global, Trump didukung ultra nasionalisnya.
“Menurut saya China dan Rusia lebih nyaman dengan Biden. Saya condong dia yang akan menang Pilpres,” tutup Dito.

Peta voting Pilpres Amerika Serikat pukul 09.00 versi Associated Press (Tangkapan layar)
Dilansir Associated Press, real count menunjukkan Trump kalah. Sampai pukul 09.00 WIB, Trump mendapat 48 persen suara. Sedangkan, Joe meraih 50,4 persen suara.
Trump menang 214 suara elektoral. Sementara, Joe meraih 264 suara elektoral.(carep-04/yds)
Peristiwa21 jam agoPolres Malang Gandeng Komunitas Ojol Jadi Mitra Operasi Patuh Semeru 2026
Peristiwa19 jam agoPolres Malang Kembalikan Barang Bukti Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Kepada Korban
Peristiwa16 jam agoPolres Malang Tangkap Pemburu Satwa Dilindungi Landak Jawa di Sumbermanjing Wetan
Pemerintahan15 jam agoWali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Terwujudnya Pesantren Ramah Santri
Olahraga10 jam agoBorneo FC Merangsek Naik Peringkat Klasemen Pekan ke 7 Super League 2026
Serba Serbi23 jam agoIndeks Harga Saham Gabungan IHSG Ditutup Melemah Tajam ke Level 5.266
Serba Serbi39 menit agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Rabu 28 Oktober 2026 Cerah Berawan Hingga Hujan Petir























