Connect with us

Kabar Batu

Penjual Pupuk Subsidi Bantah Tidak Pro Aktif

Diterbitkan

,

Suasana toko Gangsar penjual pupuk bersubsidi. (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Kelangkaan pupuk bersubsidi tengah menjadi permasalahan petani Kota Batu. Diklaim, penjual toko pupuk bersubsidi kurang pro aktif.

Ini tudingan Dispertan Kota Batu. Komentar tersebut pun ditampik oleh salah satu penjual.

Misalnya, Handoko Sukanoto. Dia pemilik Toko Pupuk Gangsar Pasar Besar Batu.

Toko kurang pro aktif karena ada oknum distributor ‘nakal’. Terutama, distribusi suplai pupuk bersubsidi.

“Belinya harus paketan. Kadang di paketan itu juga dicampuri pupuk non subsidi,” ungkap Handoko, Rabu siang (4/11).

Baca juga : Pupuk Subsidi Langka, Petani Kota Batu Mengeluh

Dia mencontohkan, harga dari distributor cenderung cukup mahal. Yaitu, Rp 180 ribu. Sementara, penjualan pupuk ke petani sekitar Rp 170 ribu.

Handoko telah mengajukan pengunduran diri sebagai penjual pupuk subsidi. Namun, dia diminta untuk meneruskan hingga akhir 2020.

Handoko merasa dirugikan karena soal lain. Pesanan pupuk yang datang sering tidak sesuai kebutuhan petani.

Namun karena pupuk telah datang, maka harus tetap diterima.

“Saat ini masih meminta stok pupuk bersubsidi. Karena banyak petani yang masih datang membeli di toko,” jelas Handoko.

Sekarang, toko Gangsar memiliki stok 4 ton pupuk ZA. Serta, 200 kilogram pupuk phonska.

Handoko juga bicara soal kartu tani. Dia mengakui bahwa sempat mengikuti program tersebut.

“Namun ketika laporan manual saya setorkan, distributor menolak. Mereka meminta bentuk print dari kartu tani. Tentu kami kesulitan secara administratif,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pupuk subsidi langka di Batu. Petani mengeluhkan kelangkaan ini. Sementara, Dispertan Kota Batu menilai penjual pupuk tidak pro aktif.(arl/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih