Connect with us

Kabar Batu

Terinspirasi Yogyakarta, Serap Ide Edukasi Kaus Wisata

Diterbitkan

||

Kabag Humas Pemkot Batu Santi Restuningsasi saat mempelajari wisata edukasi pembuatan kaos (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM Pemkot Batu terinspirasi wisata edukasi pembuatan kaos Yogyakarta. Ini bisa menjadi ide baru destinasi di Batu.

“Kalau edukasi pembuatan kaus memang belum ada. Rata-rata wisatawan hanya membeli saja,” terang Bambang Irawan, pelaku usaha kaus Kota Batu kepada Kabarmalang.com, Rabu petang (28/10).

Kaus wisata Kota Batu belum menjadi andalan produk wisata. Ini jika dibandingkan dengan buah apel dan produk turunannya.

Santi Restuningsasi Kabag Humas Pemkot Batu tertarik konsep ini. Edukasi pembuatan kaus di pusat oleh-oleh bisa mendorong penjualan.

Ini karena wisatawan secara langsung bisa mengetahui bahan kaus. Serta, melihat cara pembuatan kaus sebelum membeli.

“Jadi bisa membeli sesuai dengan kebutuhan. Memilih bahan dan menyesuaikan budget yang dimiliki,” jelasnya. Inspirasi ini akan dibawa ke Kota Batu.

Serta, menjadi masukan untuk pengembangan destinasi wisata edukasi kaus.

Hal senada diungkapkan Rahman Surahman pengelola Omah Oblong Sleman, Yogyakarta. Dia mengakui bahwa edukasi pembuatan kaos cukup mendongkrak penjualan.

“Wisatawan tidak merasa tertipu. Biasanya harga Rp 50 ribu dapat bahan polyester. Yang harusnya harga Rp 30 ribu. Di sini mereka bisa mendapatkan kaus katun. Yang halus dan sejuk,” tandasnya. (arl/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Batu

Meski Zona Merah, Natal Kota Batu Berjalan Wajar

Diterbitkan

||

Ilustrasi kegiatan ibadah dalam gereja (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Meski Kota Batu kini kembali menjadi zona merah, Natal di Kota Batu dipastikan akan berjalan seperti biasanya.

Protap kesehatan dan pembatasan jumlah jemaat tetap dilakukan sebagai antisipasi agar persebaran virus Covid-19 tidak semakin meluas.

“Untuk gereja lokal masih melakukan secara offline,” ungkap Ketua Umum BKSG (Badan Kerja Sama Gerejawi) Kota Batu Mikael Muludi.

Selain pembatasan kapasitas 50 persen dari daya tampung gedung, jemaat harus menyesuaikan dengan gereja tempatnya beribadah.

Jika terdapat jemaat yang biasa beribadah di GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan), lanjut Mikael Muludi, maka tidak diperbolehkan beribadah di GKI (Gereja Kristen Indonesia).

Tak hanya itu saja, sekretariat BKSG sendiri nantinya akan berfokus pada kegiatan sosial terhadap orang-orang yang membutuhkan.

Menurut Mikael Muludi, dengan kegiatan tersebut bisa mengurangi resiko dari persebaran virus Covid-19 di dalam ruangan.

Terpisah, Jubir Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Batu M Chori menekankan bahwa pihaknya masih belum melakukan rapat koordinasi terkait kebijakan dalam kegiatan hari natal.

“Nanti akan kami rapatkan kembali dengan stakeholder terkait,” terangnya.

Disinggung terkait peningkatan jumlah pasien Covid-19 di Kota Batu yang mencapai 96 dalam kurun waktu dua hari, Chori masih enggan berkomentar.

“Dinkes masih belum memberikan ketetangan resmi, ditunggu saja,” tukasnya. (arl/fir)

 

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Dinsos Beri Insentif, DPUPR Bangun Guiding Block

Diterbitkan

||

Ilustrasi jalur pedestrian yang belum memiliki guiding block. (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota Batu sudah mengucurkan insentif sebesar Rp 1,05 miliar bagi penyandang disabilitas.

Rencananya, sebanyak 175 penyandang disabilitas kurang mampu, yang mendapatkan bantuan tersebut.

Insentif sudah disalurkan sepanjang tahun ini. Langkah ini sebagai bentuk pelayanan Dinsos Kota Batu terhadap penyandang disabilitas.

“Insentif sebesar Rp 500 ribu per bulan. Tahun depan akan ada peningkatan. Penerimanya menjadi sekitar 200 warga,” jelas Kadinsos Kota Batu Ririck Mashuri kepada Kabarmalang.com, Kamis siang (3/12).

Program pemberian insentif sudah menjadi agenda tahunan sejak 2014. Tapi, menurut Ririck, program Dinsos untuk penyandang disabilitas bukan insentif saja.

Ririck menerangkan penyandang disabilitas juga mendapatkan pelatihan membatik. Hanya saja, tahun ini gagal dilakukan karena penanganan Covid-19.

“Pernah juga pelatihan komputer namun peminatnya kurang. Tahun depan mungkin seminar motivasi penyandang disabilitas. Program lainnya masih kami susun,” imbuhnya.

Dinsos berupaya mendampingi dan melayani penyandang disabilitas Kota Batu.

Sementara itu, DPUPR Kota Batu turut menyiapkan program ramah disabilitas. Pedestrian Kota Batu akan dibangun guiding block.

Anggarannya mencapai Rp 6 miliar di tahun 2021. “Rp 4 miliar untuk pembangunan guiding block baru. Rp 2 miliar untuk perawatan,” terang Kepala DPUPR Kota Batu Alfi Nur Hidayat terpisah.

Pihaknya berharap guilding block bisa memudahkan penyandang disabilitas. Dengan tidak ragu untuk berjalan-jalan di jalur pedestrian.

Alfi mengaku, pembangunan guiding block saat ini masih 30 persen. Yaitu di Jalan Gajahmada, Jalan Sultan Agung dan Jalan Bromo,” tandasnya. (arl/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Jelang Pilkada, Ratusan Polisi Batu Rapid Tes

Diterbitkan

||

Rapid test kepada anggota Polres Batu yang akan bertugas di Pilkada Kabupaten Malang (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Polres Batu menggelar rapid test untuk 250 anggotanya. Sebagai deteksi dini sebelum pengamanan Pilbup Malang 2020, rencananya digelar enam hari lagi.

Untuk diketahui, ada tiga kecamatan di Kabupaten Malang, masuk wilayah hukum Polres Batu.

Yaitu, Kasembon, Pujon dan Ngantang. Kesemuanya berada di sisi barat dari Kota Batu. Sebanyak 256 personel Polres Batu diterjunkan untuk pengamanan selama pelaksanaan Pilbup.

“Ada tambahan BKO dan Brimob Polda Jatim 30 personel,” terang Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo, di klinik pratama Polres Batu, Kamis (3/12/2020).

Catur membeberkan, bagi anggota yang kedapatan hasil dari tes cepat reaktif, maka langsung akan menjalani swab.

Catur juga menegaskan, swab massal digelar untuk mencegah adanya klaster baru selama pelaksanaan pengamanan Pilbup Malang 2020.

Catur berharap rapid test, dapat memaksimalkan kerja kepolisian. Dengan kesehatan terjaga, personel bisa mengamankan pelaksanaan Pilbup dengan optimal.

Ratusan personel Polres Batu akan disebar merata di tiga kecamatan. Khusus, Kecamatan Ngantang, aman ditambah personel dari Polda Jawa Timur.

“Anggota Polres Batu disebar rata di Pujon dan Kasembon. Sisanya di Ngantang dan ditambah BKO Polda Jatim,” ujarnya.

Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo.

Kota Batu memang bukan wilayah Kabupaten Malang. Tapi, pelaksanaan Pilbup menjadi sorotan Pemkot Batu.

Terutama dalam ketaatan menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, Ngantang, Pujon dan Kasembon berbatasan dengan Kota Batu. Mobilitas warganya juga melintasi tiga kecamatan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Kartika Trisulandari, mengungkapkan, disiplin warga untuk menjalankan protokol kesehatan menjadi hal penting.

“Harus memperhatikan protap dengan ketat. Kita tidak ingin Pilkada menimbulkan klaster baru,” pungkasnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com