Connect with us

Olahraga

Bagas Adi Dijajal Gelandang Bertahan

Diterbitkan

||

Bagas Adi Nugroho saat latihan penguatan massa otot. (Foto : Arema FC Official)

KABARMALANG.COM – Pelatih Arema FC, Carlos Oliveira mempunyai waktu bereksperimen. Tim Singo Edan masih bisa diutak-atik.

Para pemainnya pun dijajal di berbagai posisi. Contohnya, Bagas Adi Nugroho, bek muda Arema.

Carlos menyebut Bagas adalah pemain lengkap. “Dia posisinya defender. Punya pengetahuan soal pertahanan. Tapi, passing-nya juga baik,” ujar Carlos kepada wartawan, Jumat (23/10).

Dalam latih tanding lawan Madura United, Carlos bereksperimen. Dia memasang Bagas Adi sebagai gelandang bertahan.

“Posisi dalam formasi, dia agak naik menjadi gelandang. Saya menilai dia memenuhi kriteria saya untuk gelandang bertahan,” tambah pelatih asal Brasil.

Sebelumnya, Bagas Adi tidak terbiasa menjadi gelandang bertahan. Setidaknya, dalam laga formal, Bagas selalu defender.

Pemuda asal Sleman ini diplot menjadi pemain multi-tasking. Dengan kecermatan gaya bermain Bagas, diyakini ide ini cemerlang.

“Karena itulah Bagas dipasang di posisi itu. Ke depan, kalau saya butuh bek, dia bisa juga,” terang Carlos.

Otak Atik Sebelum Kepastian Liga

Carlos mengakui, dia beruntung sekaligus tidak beruntung. Dia tidak beruntung, karena liga belum jelas dimulai.

Di sisi lain, dia beruntung karena dapat banyak waktu. Sebelum liga digelar, Carlos bakal otak-atik tim.

“Saya jadi banyak waktu untuk memperbaiki tim saya. Beruntung bagi saya bisa persiapan, karena liga belum mulai. Tapi juga tidak beruntung bagi saya. Liga tak kunjung mulai,” jelasnya panjang lebar.

Otak-atik komposisi jelas akan terjadi di semua lini. Ini terbukti dalam latih tanding.

Dia memainkan pemain asing di tengah anak muda. Supaya, ramuannya benar-benar efektif.

Carlos menyebut seorang pelatih harus punya naluri otak-atik. “Untuk mencoba (komposisi), sebagai pelatih, saya harus punya insting,” jelasnya.

“Ada potensi pemain untuk memainkan posisi berbeda dari biasanya,” tambahnya. Selama ada waktu, Carlos akan mencari formula terbaik.

Karena, dia mengakui list perbaikan tim sangat panjang.

“Kalau saya bicara yang harus diperbaiki, pasti listnya panjang. Yang jelas, perbaikan performa akan sesuai dengan list itu,” sambungnya.

“Semoga saya punya cukup banyak waktu. Untuk menyelesaikan semua list itu,” tutupnya.(carep-04/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Wujudkan ASN Sehat, Dinkes Gelar Tes Kebugaran Jasmani

Diterbitkan

||

Foto: Agenda pengukuran jasmani bagi ASN oleh Dinas Kesehatan Kota Malang

KABARMALANG.COM – Dinas Kesehatan Kota Malang berupaya mewujudkan aparatur sipil negara (ASN) Kota Malang yang sehat, bugar, dan produktif.

Dari situ diadakanlah agenda pengukuran kebugaran jasmani bagi para ASN, di Stadion Gajayana, Jumat pagi (27/11).

“Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak 4 september 2020 lalu, setiap hari Jumat. Sampai hari ini yang terakhir,” kata Lilik Suharti, PJ Program K3 dan Olahraga Dinkes Kota Malang kepada Kabarmalang.com, di Stadion Gajayana, Jumat (27/11).

Lilik mengatakan agenda ini sejak awal ingin menyasar 2000 ASN Kota Malang.  Untuk yang  hari ini diikuti oleh 130 ASN.

Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas kerja ASN. “Kalau mereka itu sehat dan bugar, maka mereka fresh dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari,” imbuhnya.

Dirinya menjelaskan tahapan-tahapan dalam pengukuran kebugaran jasmani ini. Awalnya dengan pendaftaran di lokasi.

“Lalu mengisi lembar par-q test, seputar nama, instansi, tinggi badan, berat badan, suhu, nadi, dan mengisi kuesioner, terkait penyakit yang diderita,” terangnya.

para instruktur mengukur capaian kebugaran para peserta

Saat instruktur mengukur capaian kebugaran para peserta

Selanjutnya akan menemui tim dokter, untuk melakukan tensi darah. Dari situ untuk menyimpulkan peserta beresiko tinggi atau bukan.

“Kalau hasilnya resiko tinggi, teknik dalam pengukuran kebugaran, dengan metode berjalan selama enam menit. Itu juga sudah bisa terlihat saat par-q test,” jelasnya.

Kalau tidak beresiko tinggi, kata Lilik, peserta menggunakan metode lari sejauh 1,6 kilo meter.

Setelah diketahui mana yang beresiko tinggi dan tidak. Para peserta akan diberikan rompi dengan warna yang sesuai dengan resiko yang diderita.

“Nanti ada instruktur dari Dinkes yang memandu para peserta, bisa terlihat dari rompi, dan ada nomornya di dada rompi tersebut,” ungkapnya.

Lilik Suharti, PJ Program K3 dan Olahraga Dinkes Kota Malang

Lilik Suharti, PJ Program K3 dan Olahraga Dinkes Kota Malang

Kemudian instruktur akan mengabsensi dan memulai dengan melakukan teknik Baik Benar Terukur Teratur (BBTT).

“Pertama, peserta pemanasan dulu. Mereka perlu digerakkan biar tidak kaku. Kalau langsung jalan bisa cedera,” katanya.

Setelah pemanasan, baru masuk ke intinya yakni lari maupun jalan sesuai dengan golongan resiko.

“Jika bagian inti sudah selesai, baru pendinginan, dan melakukan pengukuran nadi,” tambahnya.

Selama kegiatan inti para instruktur mengukur capaian kebugaran para peserta. Nanti hasilnya akan dikirim oleh Dinkes kepada OPD masing-masing.

“Nanti hasil pengukuran kebugaran itu, kalau dia baik, dia dikasihkan terapi untuk latihan-latihan tersebut,” katanya.

Lilik menuturkan dalam agenda ini personil yang terlibat adalah instruktur, dua dokter, dan penanggung jawab program kesehatan olahraga  dari puskesmas-puskesmas.

“Untuk hari ini, Dinkes bekerja sama dengan puskesmas dari Pandanwangi, Cipto Mulyo, dan  Gribig. Kami sangat berterima kasih atas kerja samanya,” tutupnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Dinkes Gelar Pelatihan Pengukuran Kebugaran Jasmani

Diterbitkan

||

Agenda Pelatihan Pengukuran Kebugaran Jasmani Siswa, oleh Dinkes Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Malang menghelat pelatihan pengukuran kebugaran jasmani, Rabu (25/11). Agenda ini dihelat di kantor Dinkes Kota Malang.

Pesertanya adalah 50 guru penjaskes SMP se-Kota Malang. Sementara, pemateri dari Dinkes Kota Malang.

“Ini pelatihan guru olahraga untuk mengukur kebugaran jasmani anak,” kata Lilik Suharti, PJ Program K3 dan Olahraga Dinkes Kota Malang, kepada Kabarmalang.com, Kamis (26/11).

Lilik menyebut pemerintah memiliki program pengukuran kebugaran jasmani. Namun, programnya tidak terkhusus bagi anak sekolah saja.

Pengukuran kebugaran bagi karyawan, sekolah, dan masyarakat juga ada. Namun, kali ini materi pelatihan fokus pada kebugaran anak.

Misalnya, program kesehatan dan aktivitas fisik. Lalu, materi latihan fisik yang Baik, Benar, Teratur, Terukur (BBTT).

“Kemudian tentang pengukuran jasmani. Baik tata cara, teknik sampai entry datanya,” imbuhnya.

Lilik Suharti, PJ Program K3 dan Olahraga Dinkes Kota Malang

Dinkes juga menonjolkan materi latihan fisik BBTT. Karena, materi ini penting bagi tumbuh kembang fisik anak.

Menurut Lilik, latihan fisik BBTT harus dimulai sejak dini. Dia pun merinci soal latihan fisik BBTT.

“Contohnya, kalau latihan fisik harus ada pemanasan dulu. Setelah itu inti dan diakhiri dengan pendinginan,” imbuhnya.

Contoh lainnya, latihan fisik harus secara rutin. Latihan fisik tidak boleh setengah-setengah.

“Seminggu latihan, seminggu selanjutnya tidak. Ini tidak boleh,” tuturnya.

Selain itu, latihan fisik ideal adalah seminggu empat kali. Tapi, frekuensi latihan sebenarnya tergantung hasil kebugaran anak.

Lilik menuturkan peserta pelatihan sangat antusias mengikuti agenda ini. Karena, guru diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang olahraga anak.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Maradona Tiada, Dunia Sepakbola Berduka

Diterbitkan

||

Maradona Tiada, Dunia Sepakbola Berduka
Lionel Messi bersama Diego Maradona. (Foto : Instagram Lionel Messi)

 

KABARMALANG.COM – Diego Armando Maradona tiada. Dunia sepakbola pun berduka. Si tangan Tuhan menutup mata.

‘Titisan’-nya, Lionel Messi turut membagi pedihnya. “Hari yang sedih untuk Argentina dan sepakbola. Dia meninggalkan kita, tapi dia tidak hilang. Karena Diego abadi,” ungkap Messi lewat Instagramnya.

‘Messiah’ mengenang seniornya lewat foto mereka berdua. Dalam foto terakhirnya di Instagram, Messi terlihat sumringah bersamanya.

“Saya akan menyimpan semua kenangan indah bersamanya. Saya juga berbelasungkawa sedalamnya untuk keluarga dan kerabatnya. RIP,” tutup Messi.

Keduanya memang kerapkali disamakan sebagai penyelamat Argentina. Mereka juga diakui sebagai raja sepakbola di masanya.

Messi pun dijuluki titisan tangan Tuhan karena gaya bermainnya. Dan, Messi juga ditahbiskan sebagai penerusnya.

Keduanya pernah bekerjasama sebagai pemain dan pelatih. Messi berkostum timnas Argentina. Sedangkan, mantan pemain Boca Junior itu adalah tactician-nya.

 

Sepakbola Indonesia Ikut Berbelasungkawa

Bagi sepakbola dunia, Maradona adalah dewa. Dialah inspirasi anak-anak kecil pada zamannya untuk bermain bola.

Eks pemain Sevilla pula yang menginspirasi banyak anak Indonesia. Contohnya, Joko ‘Gethuk’ Susilo, pelatih nasional dan legenda Arema.

“Banyak anak terinspirasi Maradona. Contohnya saya. Saya mengagumi dia. Walaupun, saya tahu saya tidak akan bisa seperti dia,” kata Gethuk kepada Kabarmalang.com, Kamis (26/11).

Secara individu, bakat Maradona memang kelas dewa. Menurut Gethuk, hanya Messi yang menyamai talenta legenda Argentina.

“Messi masih sering memakai tekniknya. Secara individu, Maradona sangat inspiratif,” tandas Gethuk.

Joko ‘Gethuk’ Susilo bersama Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia.

Bagi pemain Indonesia eranya, rival Pele ini adalah kiblat. Belum ada pemain Asia yang bisa menyamainya.

“Yang mirip mungkin Ida Bagus Mahayasa saja. Tapi, itu pun hanya gaya dan posturnya mirip,” tambah Gethuk.

Ida Bagus Mahayasa adalah eks striker Gelora Dewata. Sekaligus, penyerang haus gol berdarah Bali.

“Tapi, Maradona tetap memotivasi anak Indonesia era itu. Dia juga tidak tinggi. Orang Indonesia pun kecil-kecil,” tutur pelatih berlisensi A AFC itu.

“Apalagi, saat Maradona solo dribbling melewati pemain Jerman. Itu final Piala Dunia 1986. Padahal pemain Jerman tinggi-tinggi. Itu sangat inspiratif bagi pemain Indonesia,” tutupnya.

Maradona meninggal di rumahnya, Rabu (25/11) malam. Eks pemain Napoli ini meninggal di usia 60 tahun.

Dia sempat dirawat di Ipensa Sanatorium La Plata Argentina. Semasa hidupnya, Maradona mempersembahkan Piala Dunia untuk Argentina.

Dia juga membawa Napoli juara Liga Italia dua kali. Serta, menjuarai Piala UEFA.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com