Connect with us

Pemerintahan

Korsleting Dominasi Penyebab Kebakaran Kabupaten Malang

Diterbitkan

||

Salah satu kebakaran akibat korsleting listrik terjadi di distributor popok PT Unirama Karangploso beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

KABARMALANG.COM – Korsleting listrik mendominasi penyebab kebakaran di Kabupaten Malang. Dua bulan terakhir, listrik menjadi persoalan fatal kasus kebakaran.

Berdasarkan analisa Damkar Kabupaten Malang, ada dua alasan korsleting. Pertama, kabel listrik tidak sesuai dengan watt rumah.

Kebanyakan rumah yang korsleting listrik, ada peningkatan daya watt. Namun kualitas kabel listrik juga tidak ikut ditingkatkan.

“Jadi awalnya kan rumah itu 300 watt. Pakai kabel engkel yang kecil. Itu sudah sesuai SNI. Tapi kemudian ditingkatkan wattnya jadi 1300,” kata Goly Karyanto, Kabid PPK Satpol PP Kabupaten Malang.

“Harusnya kan kabelnya juga diganti. Tapi kabelnya ini tidak diganti. Tetap digunakan kabel engkel yang kecil. Kan tidak kuat untuk menahan beban watt,” kata Goly.

Alhasil, korsleting pun terjadi. Kabel terbakar. Apinya merembet ke benda-benda terdekat.

“Dan nahasnya biasanya kalau korsleting kan lampu padam. Orang itu kebanyakan tidak nyari dulu penyebab padam. Tapi langsung ke meteran listrik di depan rumah. Tujuannya untuk menghidupkan listrik lagi. Lah waktu ke depan itu. Api sudah menyebar,” kata Goly.

Alasan kedua penyebab korsleting listrik adalah perkara stop kontak.

Stop kontak kebanyakan digunakan tidak sesuai dengan daya wattnya.

Contohnya, satu stop kontak hanya bisa dibebani 300 watt. Tapi dibuat colokan magic jar sekaligus alat setrika.

Padahal dua alat itu mempunyai beban 700 watt lebih.

“Ya langsung jadi korsleting. Maka kami sarankan warga Kabupaten Malang. Untuk melihat dulu stop kontak kuat berapa watt. Lalu dibuat apa saja. Kalau tidak kuat, akhirnya korsleting listrik dan kebakaran,” tutupnya.

Data Damkar, kebakaran di Kabupaten Malang cukup meningkat. Oktober 2020, kebakaran sudah terjadi sebanyak 10 kali.

Diketahui, mayoritas penyebab kebakaran itu karena human error. Alias keteledoran masyarakat. Khususnya akibat korsleting listrik.

Dari 10 kebakaran selama Oktober, 80 persennya akibat korsleting.

Sisanya diduga membuang putung rokok.(im/yds)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Puskesmas Rampal Celaket Beri Layanan Spesial Pengobatan HIV/AIDS

Diterbitkan

||

Mentari Puspa Handayani, PJ Klinik HIV bersama Eva Humaida, PJ Program HIV dan IMS Puskesmas Rampal Celaket

KABARMALANG.COM – Dalam penanganan penderita HIV/AIDS di Kota Malang, saat ini ada tiga puskesmas khusus yang bisa melakukan pelayanan pengobatan HIV/AIDS.

Hal itu dibenarkan oleh Mentari Puspa Handayani, dokter sekaligus penanggung jawab Klinik HIV/AIDS Puskesmas Rampal Celaket.

“Tiga puskesmas tersebut antara lain, Puskesmas Rampal Celaket, Puskesmas Dinoyo, dan Puskesmas Kendalkerep,” ujar Mentari, kepada Kabarmalang.com, di Puskesmas Rampal Celaket, Selasa (1/12).

Ia menuturkan di tiga puskesmas itu ada layanan pemeriksaan HIV/AIDS, pemeriksaan infeksi menular seksual, dan pengobatan pasien HIV/AIDS.

Dalam pelayanannya, tiga puskesmas tersebut memiliki program inovasi bernama extra time. Khusus melayani populasi kunci, yaitu orang yang dicurigai gampang tertular virus HIV/AIDS.

“Jadi kita khususkan di luar jam pelayanan dari puskesmas. Kalau bersamaan dengan pelayanan pasien biasa. Pasien populasi kunci merasa tidak nyaman,” jelasnya.

Pelayanan extra time, sebelum ada pandemi, mulai pukul 3 sore sampai pukul 7 malam. Untuk di masa pandemi, mulai dari jam 1 siang hingga pukul 5 sore .

“Pelayanan di Puskesmas Rampal Celaket pada hari Senin dan Selasa, Puskesmas Kendalkerep hari Rabu dan Kamis, lalu Puskesmas Dinoyo di hari Jumat dan Sabtu,” bebernya.

Mentari mengatakan selama masa pandemi untuk pelayanan pemeriksaan HIV/AIDS tetap berjalan lancar, karena pemeriksaannya dengan mengambil sampel darah.

Berkaitan dengan program layanan extra time pihak puskesmas sudah mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Kalau kita selalu sosialisasi lewat website dan instagram Puskesmas Rampal Celaket. Kita juga selalu rapat lintas sektor, dengan pihak kecamatan dan kelurahan,” jelasnya.

Program Pelaporan Pasien HIV/AIDS

Selain pemeriksaan, di Puskesmas Rampal Celaker juga terdapat program pelaporan pasien HIV/AIDS yang berkunjung.

“Pelaporan mulai dari pencatatan berapa pasien yang berkunjung setiap bulannya,” ujar Eva Humaida , PJ Program HIV dan Infeksi Menular Seksual Puskesmas Rampal Celaket.

Dari situ, lanjut Eva, akan diklasifikasikan mulai dari pemeriksaan HIV dan infeksi menular seksual. Nantinya akan dikelompokkan penyakitnya lebih spesifik.

“Laporan tersebut akan dilaporkan secara online kepada Dinkes Kota Malang dan Kementerian Kesehatan,” terangnya.

Ia menambahkan terkait program pemeriksaan HIV, selain untuk populasi kunci, juga wajib untuk ibu hamil.

“Ada pemeriksaan triple eliminasi, meliputi pemeriksaan HIV, hepatitis dan sipilis,” katanya.

Menurut Eva karena tiga penyakit itu mudah ditularkan dari ibu ke bayi. “Kalau sudah tahu sejak dini, bisa dicegah jangan sampai penyakit tersebut menular ke bayinya,”imbuhnya.

Ia mengatakan sejauh ini program tersebut berjalan efektif, karena sudah cukup baik dan jangkauannya luas, setiap satu bulan, pasien bisa mencapai 60 hingga 70 orang. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Positif Covid-19, Giat Walikota Malang Diampu Wawali

Diterbitkan

||

Nur Widianto, Kabag Humas Pemkot Malang (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan diri positif Covid-19, melalui Instagram pribadinya, @sam.sutiaji.

Selanjutnya, aktivitas harian dan kegiatan Walikota Malang akan diampu oleh Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

“Otomatis aktivitasnya Pak Sutiaji dialihkan kepada Wakil Walikota Malang, terutama aktivitas yang bersifat luring,” ujar Nur Widianto, Kabag Humas Pemkot Malang, dihubungi Kabarmalang.com, Selasa (1/12).

Pria yang akrab disapa Wiwid ini mengatakan kegiatan yang bersifat daring masih bisa dilakukan oleh Walikota Malang.

“Aktivitas yang dilakukan secara webinar maupun zoom meeting, seperti Rakor kemarin, masih bisa dilakukan Pak Sutiaji, karena secara fisik beliau baik-baik saja,” jelasnya.

Wiwid mengutip beberapa pesan dari postingan instagram Walikota Malang saat mengumumkan dirinya positif Covid-19.

“Pak Sutiaji mengajak masyarakat untuk hati-hati, agar tidak menyepelekan pandemi covid-19, dan terus memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dirinya juga menyebutkan bahwa Gedung Balaikota Malang sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, setelah mendapat kabar ada sejumlah ASN yang reaktif Covid-19.

“Kalau balaikota sudah kita lakukan penyemprotan disinfektan pada hari Sabtu dan Minggu kemarin,” terangnya.

Sementara itu, Husnul Muarif, Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang saat dihubungi Kabarmalang.com, masih belum bisa memberikan statemen.

Husnul  masih menunggu informasi resmi dari Humas Pemerintah Kota Malang. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Diterbitkan

||

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19
Sutiaji saat menyampaikan dirinya terpapar Covid-19 di Instagramnya. (Foto : Tangkapan Layar)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan diri positif Covid-19. Ini ditegaskan Sutiaji dalam Instagram pribadinya, @sam.sutiaji, Selasa (1/12).

“Baru hasil lab kemarin malam (Senin) hasilnya kami dinyatakan positif,” ujar Sutiaji. Dalam video Instagramnya, Sutiaji masih terlihat normal.

Dia memakai kaos polo dan peci sesuai ciri khasnya. Namun, ada sesuatu di tangannya di menit akhir video. Tampak selang infus menancap di tangan kanannya.

Meski demikian, nada Sutiaji tidak kuyu atau lemah. Sutiaji terlihat bugar dan berupaya kuat di hadapan masyarakat. Wali Kota Malang juga tidak menunjukkan gejala parah.

Pernyataan positif Covid-nya didasari hasil swab. Namun, sebelum ini Sutiaji telah menjalani serangkaian pemeriksaan.

“Rapid kami non reaktif. Cek darah dan general checkup non reaktif. Tapi badan kami memang terasa tidak enak,” sambung Sutiaji.

Sehingga, dia memilih untuk menghentikan semua aktivitasnya. Sutiaji sejatinya ingin bekerja normal. Namun, atas keputusannya dan keluarga, dia mengisolasi diri.

“Atas keputusan saya dan keluarga, kami membatasi diri,” terangnya. Terpaparnya Sutiaji menambah daftar ASN positif Covid.

Sebelumnya, Wasto masuk rumah sakit dan dicurigai Covid. Lalu, ada 15 ASN Pemkot Malang yang positif.

Sehingga, Sutiaji memerintahkan WFH bergantian untuk ASN. “Seluruh ASN WFH bergantian. 14 hari masuk 14 hari WFH,” ujarnya.

Dia pun mengaku tidak tahu dari mana paparan Covid-nya. “Saya sendiri belum tahu dari mana saya terpapar Covid,” sambung Sutiaji.

Sutiaji mengaku tetap bersemangat. Karena, dia meyakini ada hikmah positif yang bisa diambil.

Namun, dia tetap berpesan kepada masyarakat agar menjaga kesehatan.
“Tolong jaga kesehatan, 3M tetap dilakukan. Tingkatkan imun. Jangan terlalu banyak capek. Ketika capek imun turun. Di situ virus bersarang,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com