Connect with us

Politik

HUT ke-56, Golkar Kota Malang Tanam 10 Ribu Pohon Pule

Diterbitkan

||

Ketua DPD Golkar Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Ketua Panitia HUT ke-56 Golkar Kota Malang, Fuad Ardiansyah dan anggota DPRD Kota Malang, Suryadi. (Foto : Carep-04)

KABARMALANG.COM – Sepuluh ribu pohon pule bakal ditanam di wilayah Kota Malang. Ini ikhtiar DPD Golkar Kota Malang merayakan HUT ke-56.

Minggu pagi (18/10), penanaman pohon dimulai di makam Polehan. Makam tersebut, area persemayaman jenazah positif Covid-19 Kota Malang.

Sofyan Edi Jarwoko, Ketua DPD Golkar Kota Malang, turun langsung. Dia ikut menanam sejumlah pohon.

Dia menanam pohon pule, di sepanjang jalur paving makam. “Iki kejeron rek. Kudune sak mene (Ini terlalu dalam. Harusnya segini),” ujar Edi sembari menimbun lubang yang terlalu dalam.

Kader Golkar dan AMPG pun turut bergerak. Mereka mengikuti contoh ketuanya.

Satu per satu, lubang di jalur makam, ditanami pohon. Ada 56 pohon pule ditanam di makam Covid Polehan.

“Ini sebagai simbol peringatan HUT ke-56 Golkar. Tapi, ada 10 ribu pohon akan ditanam,” kata Ketua DPD Golkar Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko kepada Kabarmalang.com.

Program penanaman pohon pule sejatinya adalah program Pemkot Malang. Tepatnya, program UPT Pemakaman DLH Kota Malang.

“Ini simbol kami mendukung program pemerintah. Serta, menjadi pendukung sodakoh oksigen lewat menanam pohon,” tandas pria yang juga Wawali Kota Malang itu.

Edi menegaskan, penanaman pohon adalah bentuk rasa syukur. Karena, menurutnya tren Covid-19 Kota Malang terus menurun.

“Ini hakekat kekaryaan. Di saat sulitpun, kita tidak diam. Kita tetap berbuat dan bergerak. Tidak putus asa. Masyarakat butuh harapan. Insyaallah, masyarakat Kota Malang sehat. Ekonominya kuat,” tambah Edi.

Panitia HUT ke-56 Golkar Kota Malang, mempersiapkan rangkaian acara. Penanaman pohon pule ini, adalah langkah pertama.

“Akan ada ziarah makam, webinar, tasyakuran dan resepsi. Puncaknya nanti tanggal 25 Oktober,” ujar Fuad Ardiansyah, Ketua Panitia HUT ke-56 Golkar Kota Malang, sekaligus Ketua AMPG Kota Malang itu.(carep-04/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Gelar Khataman, Bagikan 12 Ton Beras

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana khataman di kantor DPD Golkar Kota Malang, Selasa (20/10).

KABARMALANG.COM – DPD Golkar Kota Malang menggelar aksi sosial, Selasa (20/10). Sebanyak 12 ton beras, dibagikan kepada masyarakat.

Bakti sosial ini, bentuk aksi nyata HUT ke-56 Golkar. Sasaran bantuannya adalah warga kurang mampu Kota Malang.

“Kami bagikan beras 12 ton. Sasarannya adalah masyarakat yang terlewat program bantuan pemerintah,” ujar Ketua Panitia HUT ke-56 Golkar Kota Malang, Fuad Ardiansyah kepada Kabarmalang.com, Selasa (20/10).

Selain warga kurang mampu, beras dibagikan ke kader Golkar. Utamanya, kader Golkar di wilayah Kota Malang.

Tidak hanya pembagian beras, Golkar juga menggelar khataman. Pembacaan alquran digelar di kantor DPD Golkar Kota Malang.

Yakni, di Jalan Panglima Sudirman, Rampal, Kota Malang. “Peserta khataman dari perwakilan kader Golkar tiap kecamatan,” tambah Fuad.

Khataman dan bakti sosial, adalah rangkaian HUT ke-56 Golkar.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Politik

Golkar Kota Malang Tabur Bunga di TMP

Diterbitkan

||

Ketua DPD Golkar Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, ziarah dan tabur bunga di TMP Suropati.(Foto : Fathi)

KABARMALANG.COM – HUT ke 56 Golkar diisi dengan ziarah tabur bunga. DPD Golkar Kota Malang pun, ziarah ke TMP Suropati, Senin sore (19/10).

Ziarah dipimpin Ketua DPD Golkar Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Bersama kader, Edi berziarah dari satu makam ke makam lainnya.

Dia menaburkan bunga lalu mendoakan arwah para pahlawan. Di situ, banyak juga tokoh hebat Golkar yang bersemayam.

Edi tidak lupa menyambangi makam para tokoh itu. Contohnya, Wali Kota Malang era 1973-1983, almarhum Ebes Sugiyono.

Edi mengatakan, ziarah tabur bunga ini bentuk rasa syukur. Karena, partai Golkar sudah menginjak usia ke 56.

Tanpa jasa para pahlawan, tidak akan ada Indonesia. Jika tidak ada Indonesia, tidak ada pula Golkar.

“Rasa syukur karena kita masih bisa eksis. Syukur karena masih bisa berbuat di tengah kehidupan berbangsa. Serta, bernegara, dan bermasyarakat,” ungkap Edi kepada Kabarmalang.com.

Edi pun mengirim doa kepada Allah SWT. Doa dipanjatkan bagi para pahlawan yang gugur atas perjuangannya.

Dia berdoa amal para pahlawan diterima dan dosa diampuni.

Edi mengharap generasi penerus melanjutkan cita-cita perjuangan pahlawan.

“Hakekatnya ada rasa syukur. Ada kekuatan ketuhanan yang kita junjung tinggi. Dan spirit untuk mewarisi nilai-nilai luhur para pahlawan,” tambahnya.

Dia menyebut momentum ini harus dijadikan ajang mawas diri. Terutama, introspeksi tentang hakekat Gokar dilahirkan untuk apa.

“Untuk mengingatkan kembali, apakah hari ini perjuangan sudah sesuai. Apakah tujuan Golkar didirikan tercapai. Atau ada pergeseran,” tandas pria yang juga Wawali Kota Malang itu.

HUT ke 56 Golkar adalah kesempatan mengkonsolidasi diri. “Makanya dilakukan serentak secara nasional. Dari pusat hingga ke bawah di  kabupaten kota,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Politik

Ajak Kaji UU Cipta Kerja, Jangan Pertontonkan Anarkisme

Diterbitkan

||

Oleh

Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim Ir R Agoes Soerjanto

KABARMALANG.COM – Penolakan UU Cipta Kerja harusnya dilakukan lewat uji materi. Bukannya malah mempertontonkan anarkisme.

Ini anjuran Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim. Yakni, Ir R Agoes Soerjanto. Dia mengingatkan semua pihak yang akan menggelar demonstrasi.

Menurut Agoes, Malang dikenal barometer pendidikan. Malang adalah tempatnya dimana para pemikir kebijakan.

Karena itu malu jika di Malang malah muncul anarkisme. Sebaliknya, justru dari Malang harus lahir banyak pemikiran solutif. Terutama, tentang kebijakan yang perlu dikritisi.

“Bukan dengan mempertontonkan gerakan massa anarkis. Ini berpotensi ditunggangi oknum yang mengarah pada kericuhan, ” tegas Agoes Soerjanto.

Hak berekspresi dan menyampaikan pendapat sangat diakui. Pun, dilindungi Undang Undang.

Tapi, Malang lahir dari kebersamaan dan kultur pendidikan kuat. Banyak kampus di Malang.

Banyak juga SDM yang mumpuni. Mereka mampu mengkaji secara ilmiah dan akademik. Justru, itu yang harus ditonjolkan.

“Belum lagi kita punya ikon pemersatu. Meskipun berbeda-beda latar belakang, bisa hidup damai berdampingan. Yakni Arema, Aremania dan Aremanita yang begitu kuat. Jangan kotori Bhumi Arema dengan anarkisme, ” ujarnya.

Agoes mengajak semuanya santun dalam menyampaikan aspirasi.

“Kalangan pendidikan dan jajaran pimpinan daerah itu santun. Bisa mendengar menyusun dan menyampaikan aspirasi dengan baik,” katanya.

“Pusat akan mendengar suara dari Malang. Justru lucu dan aneh jika Malang mempertontonkan kekerasan,” lugasnya.

Sarankan Ajak Bicara Pimpinan Daerah

Agoes merasa yakin pemikiran solutif akan ditampung pemerintah daerah. Solusi konseptual, pasti diterima dan disampaikan ke pusat.

“Ajak bicara Wali Kota, Bupati. Ajak diskusi kalangan dewan. Ajak bicara pihak keamanan. Ajak bicara kalangan pengusaha. Jadikan konsep pemikiran bersama,” ajaknya.

Agoes menilai pemerintah sekarang pro rakyat. Pengalaman terpilih dua kali menjadi legitimasi memperjuangkan aspirasi rakyat.

Dia optimis kajian yang terkonsep akan diterima oleh pemerintah.

Bikin forum konstruktif dari semua elemen. Belajar secara detail memaknai UU Cipta Kerja. Ajak semua pimpinan daerah. Lalu, bersama hasilnya disuarakan ke pemerintah pusat.

Itu langkah yang lebih bermanfaat dan maslahat menurut Agoes.

“Kita sekarang tunjukkan dan pahamkan. Implentasikan nilai Pancasila sebagai solusi pemersatu atas perbedaan pendapat. Termasuk soal UU Cipta Kerja, ” paparnya.

UU Cipta Kerja memang ada kekurangan dan kelebihan. Maka, saatnya itu dikaji dan ditelaah bersama secara obyektif.

Jika banyak kemaslahatan maka wajib disampaikan. Sebaliknya, jika banyak kekurangan, maka disampaikan koreksinya. Penyampaiannya tentu secara akademik dan ilmiah.

“Tunjukkan Malang yang damai, cerdas dan elegan. Apalagi sekarang kita sedang menghadapi Covid. Tunjukkan kepatuhan kita bersama. Bukan malah kontraproduktif, ” tutup CEO Arema FC ini.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com