Connect with us

Peristiwa

Satu Rumah Ludes Terbakar di Kepanjen

Diterbitkan

,

pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran Kabupaten Malang saat memadamkan api di Talangagung, Kepanjen. (Foto : istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Bencana kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Malang. Satu rumah terbakar di Desa Talangagung, Kepanjen. Peristiwa ini terjadi Minggu (4/9), jam 11.31 WIB.

Rumah itu, milik Muniati, 84. Dia warga Dusun Rekesan, Desa Talangagung. Saat si jago merah mengamuk, pemilik rumah sedang bekerja.

Tak ayal, akibat api, rumah Munanti nyaris ludes.

“Kami mendapat laporan dari tetangga korban sekitar pukul 11.36 WIB. Lantas kami bertindak dengan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran. Api dijinakkan sekitar pukul 12.50,” terang Kabid Pencegahan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang, Goly Karyanto.

Diduga, kebakaran itu bersumber dari korsleting listrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

“Tidak ada korban, hanya mengalami kerugian material kurang lebih sekitar Rp. 50 juta,” tuturnya. Kebakaran ini merupakan yang pertama di bulan Oktober. Dia berharap angka kebakaran di bulan Oktober ini menurun.

Sebab, tahun-tahun sebelumnya, kebakaran banyak terjadi di bulan Oktober. “Pada Oktober 2019 lalu angka kebakaran mencapai 33 kejadian. Artinya jika dirata-rata setiap hari ada kebakaran,” bebernya.

Oleh karena itu dia berharap masyarakat Kabupaten Malang waspada.”Listrik dan kompor atau tungku itu sumbernya. Pastikan sudah mati ketika hendak keluar rumah,” tutupnya.(haq/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Isu Separatis Susupi Demo Hari Perempuan Internasional Di Malang

Diterbitkan

,

Isu Separatis Susupi Demo Hari Perempuan Internasional Di Malang
Demonstrasi memperingati International Women's Day 2021 (Foto: Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – Demo hari wanita internasional di Malang kemasukan isu separatis. Polresta Malang Kota , Kodim dan Satpol pun membubarkan aksi unjuk rasa itu, Senin (8/3).

Polisi membubarkan demo begitu muncul poster Papua Merdeka. Sehingga, petugas pun menghentikan demo di Jalan Semeru, Kota Malang itu.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata membenarkan. Awalnya dia mengapresiasi demonstrasi tersebut.

Kabar Lainnya : Digitalisasi Menjadi Isu Penting Dalam Kepemimpinan Politik.

Sebab, demo itu memperingati hari perempuan internasional 2021. Puluhan demonstran juga mengatasnamakan Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (GEMPUR).

Sebaliknya, tak ada apresiasi bagi penyusup isu separatis. Ada oknum yang membentangkan poster tentang Papua Merdeka. Inilah yang mendasari polisi membubarkan unjuk rasa.

“Tetapi kami tahu, ini hanyalah akal-akalan. Ini tipu muslihat kelompok AMP dan IPMAPA. Mereka ingin merdeka, menolak Otsus. Ini agendanya,” ujar Leonardus kepada wartawan, Senin (8/3).

Di samping itu, situasi pandemi juga menjadi alasan pembubaran. Sehingga tidak ada izin untuk melakukan perkumpulan massa.

“Teman-teman (wartawan) mungkin mendengar. Bahwa Satpol PP, Polres dan Kodim menyampaikan berulang-ulang untuk membubarkan diri,” terangnya.

“Tetapi anda lihat apa yang mereka lakukan. Justru mereka tidak mau bubar. Mereka membentangkan spanduk tolak otsus dan kemerdekaan Papua,” tambah Leo, sapaannya.

Akhirnya petugas membubarkan demo tersebut. Polisi meminta massa aksi untuk naik ke truk dalmas Polri. Namun, massa aksi malah kucing-kucingan dengan polisi.

“Lalu mereka jalan ke sana (arah Ijen Boulevard), mereka berhenti lagi. Ini adalah upaya untuk tetap melakukan aksi dan memancing memprovokasi petugas,” jelasnya.

Saat itulah polisi dengan massa aksi sempat bersitegang. Karena massa aksi bersikeras tidak ingin naik ke truk dalmas Polri.

“Saat kami angkut, massa aksi melakukan kekerasan terhadap barang. Yakni memecahkan kaca mobil truk dalmas kami. Truk akan mengantarkan mereka ke tempat mereka tinggal,” bebernya.

Leo menegaskan bahwa dia sudah mengamankan massa aksi yang terlibat pengrusakan. Dia juga mengamankan massa yang kontak fisik dengan kepolisian. Sementara, massa yang tidak terlibat pun telah pulang.

“Yang pasti sepatu untuk menendang tadi sudah kami sita. Kami juga mengamankan orangnya,” tuturnya.

“Sekarang kami proses dulu terkait dengan pengrusakannya. Karena yang jelas di depan mata kami adalah pengrusakan,” lanjutnya.

Leo mengatakan para pelaku bisa kena pasal 170 KUHP. Yakni, tentang kekerasan orang dan barang secara bersama-sama di muka umum. Bisa terancam hukuman lima tahun penjara.(red/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Korban Meninggal Baiat Pencak Silat UIN Malang Tambah Satu Orang

Diterbitkan

,

Korban Meninggal Baiat Pencak Silat UIN Malang Tambah Satu Orang
Kampus UIN Maliki Malang. (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Korban meninggal baiat pencak silat UIN Malang bertambah. Sebelumnya, Miftah Rizky Pratama, 20, asal Bandung, meninggal di Batu.

Sementara, korban kedua bernama Faisal Lathiful Fakhir. Dia warga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sehingga, total ada dua mahasiswa meninggal dalam acara tersebut.

Warek III UIN Malang, Isroqunnajah membenarkan. Tetapi, dua mahasiswa ini tidak meninggal di tempat yang sama.

Kabar Lainnya : Mahasiswa UIN Malang Wafat Saat Ikut Diklat Silat Di Batu.

“Benar, ada dua mahasiswa yang meninggal. Yang Lamongan meninggal di Puskesmas Karangploso. Yang Bandung di RS Karsa Husada Batu,” ujar Gus Is, sapaan akrabnya kepada wartawan, Senin (8/3).

Rizky merupakan mahasiswa UIN Malang jurusan Tadris Matematika. Sementara, Faisal adalah jurusan Hukum Ekonomi Syariah.

Gus Is pun merinci kronologi awal kejadian. Acara ini termasuk penerimaan dan pembaitan anggota baru (PPAB) UKM pencak silat.

Jadwal acara tergelar tanggal 5 Maret. Ada 41 orang peserta yang ikut baiat silat.

“Setelah itu sepakat setelah jumatan kumpul. Kemudian ke salah satu SMK di Karangploso. Kepentingannya bermalam. Di sana doa bersama istigosahan,” ujar Gus Is.

Sabtu (6/3) pagi hari, para peserta baiat silat menuju Batu. Tepatnya, ke kawasan depan Predator Fun Park Junrejo.

Dari situ, peserta baiat silat berjalan kaki menuju Coban Rais. “Almarhum ikut dalam jogging itu. Dengan posisi (jalan) menanjak. Kemudian kelelahan,” terang Gus Is.

Rizky yang asal Bandung, tiba di finish Coban Rais. Tetapi, peserta baiat silat ini kemudian terjatuh.

Sementara, Faisal malah belum sampai Coban Rais. Di tengah jalan, dia mengeluh kelelahan. Sehingga, panitia baiat silat membawanya ke Puskesmas Karangploso.

“(Keduanya) tersengal napasnya. Sudah dapat oksigen. Terlihat sedikit membaik. Tetapi, teman-teman merasa perlu ada pertolongan khusus. Saat di RS, dalam hitungan tidak lama, dokter bilang tidak ada,” terang Gus Is.

Ketua PCNU Kota Malang ini juga membantah spekulasi yang berkembang. Bahwa, dua korban meninggal karena kekerasan baiat silat.

“(Kejadian) ini belum sampai latihan. Murni karena sesak napas,” tegasnya.

Kabar Lainnya : Seleksi Daring Prestasi Mandiri Maba UIN Terkendala Sinyal.

Gus Is juga menyebut, peserta baiat silat juga sudah teridentifikasi. Yang memiliki keluhan kesehatan sudah mendapat tanda.

“Sehingga, semua panitia tahu peserta mana yang ada keluhan. Supaya, pas latihan nantinya, (pelatih) bisa sesuaikan dengan keluhannya,” tandas Gus Is.

Tetapi, belum sempat latihan, dua peserta baiat silat, meninggal. Sehingga, acara ini pun bubar.

Gus Is menegaskan, UIN Malang memiliki SOP untuk kegiatan mahasiswa. Setiap UKM juga harus memiliki pembina dan pelatih.

“Pembina dari kalangan dosen. Sementara pelatih dari expert atau yang direkomendasi,” tambahnya.

Saat ini, Gus Is sedang di Polres Batu. Yaitu untuk menemui Polres Batu. Dia juga akan menjelaskan kronologi kejadian baiat silat ini.

Sementara Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo membenarkan. Polres Batu terlibat dalam penanganan kasus peserta baiat silat meninggal.

Polisi juga melakukan proses penyelidikan atas terjadinya peristiwa itu. “Sedang proses, dan sudah penanganan,” ujarnya terpisah.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Api Tungku Bakar Satu Rumah Di Urek-Urek Gondanglegi Malang

Diterbitkan

,

Api Tungku Bakar Satu Rumah Di Urek-Urek Gondanglegi Malang
Pemadam kebakaran Kabupaten Malang saat berada di rumah Rianto, warga Baran, Urek-Urek Gondanglegi. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Api tungku melahap rumah di Gondanglegi, Minggu (7/3). Rumah Riadi, 55 warga Baran, Urek-Urek pun hangus terbakar.

Peristiwa kebakaran terjadi pukul 12.00 WIB.

Kasi PK Bidang PPBK Satpol PP Kabupaten Malang, Agus ‘Ambon’ Suyanto membenarkan. Menurut Ambon, laporan kebakaran masuk pukul 12.10 WIB.

“Kebakaran terjadi jam 12.00 WIB. Tetapi, laporan masuk ke kami jam 12.10. Kami langsung meluncur dari Kepanjen,” ujar Ambon kepada Kabarmalang.com, Minggu (7/3).

Kabar Lainnya : Gudang Distributor Popok Karangploso Kembali Terbakar.

Empat mobil pemadam kebakaran juga meluncur ke lokasi. Setibanya di sana, petugas sudah melihat rumah Riadi gosong.

Sehingga, pemadam secepatnya mengulur slang air. Usai memasang nozel, petugas langsung menyemprot area kebakaran.

“Kami penanggulangan, dan selesai jam 13.00 WIB,” tambah Ambon.

Usai memadamkan kebakaran, petugas tidak langsung pergi. Sebaliknya, para pemadam mencari sumber kebakaran.

Dugaannya, api berasal dari tungku berbahan bakar kayu. Api memercik dari tungku dan mengenai barang mudah terbakar.

Sehingga, rumah Rianto pun tersulut api. Petugas berupaya secepatnya ke lokasi untuk mengisolasi kebakaran.

Supaya, tidak ada rumah warga lainnya yang ikut kebakaran. Setelah membasahi area, petugas pemadam kebakaran meninggalkan lokasi.

“Kerugian material korban sekitar Rp 15 juta. Sementara, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini,” tambahnya.

Ambon menegaskan, masyarakat jangan ragu melapor ke petugas. Ketika melihat kebakaran, sebaiknya secepatnya melapor ke petugas.

Bisa melalui desa, Polsek atau Koramil. Dengan begitu, pemadam kebakaran juga bisa secepatnya meluncur.

Ambon menjamin semua laporan kebakaran bakal mendapat tanggapan. Karena, petugas di markas pemadam juga standby 24 jam.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com