Connect with us

Pemerintahan

Klaster Covid-19 Kota Malang Meluas, Dua Warga Jalan Tretes Positif

Published

on

Klaster Covid-19 Kota Malang Meluas, Dua Warga Jalan Tretes Positif
Tes swab oleh nakes terhadap warga kontak erat pasien positif klaster Jalan Tretes. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Klaster covid-19 di Kota Malang saat ini telah meluas. Sejak paska lebaran 2021 lalu, sudah ada tiga wilayah Kota Malang yang terdampak klaster covid-19.

Bahkan, klaster covid-19 ini menyebabkan beberapa warganya meninggal dunia.

Pertama, yakni berada di perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau yang terjadi sekitar Kamis (20/5) lalu. Sekitar 22 warganya positif covid-19 dan satu di antaranya meninggal dunia.

Kemudian, dari informasi terbaru, dari 22 warga tersebut bertambah lagi satu orang meninggal dunia pada Minggu (30/5/2021) sekitar pukul 05.35 WIB.

“Iya benar ada yang meninggal satu orang lagi. Sementara itu sisanya masih perawatan di rumah sakit dan isolasi di Safe House,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, Senin (31/5).

Selanjutnya, kasus klaster permukiman di Lowokdoro yang bermula pada 11 Mei 2021 lalu. Akibatnya, dua orang meninggal dunia dari 9 orang yang telah terkonfirmasi positif covid-19.

Dari situ, sembilan orang yang melakukan kontak erat dengan warga yang telah terkonfirmasi positif covid-19 menjalani tes swab PCR di puskesmas terdekat.

Terakhir, kembali terjadi di hari yang berdekatan, yakni klaster baru di Jalan Tretes, Celaket, Kota Malang. Klaster ini mengakibatkan 7 orang terkonfirmasi positif covid-19 dengan dua di antaranya meninggal dunia.

Husnul menyebut hingga saat ini hasil tracing masih belum membuahkan hasil. Akan tetapi Husnul menegaskan, ketiga kasus klaster covid-19 tersebut, bukan karena silaturahmi saat lebaran.

“Ini sepertinya interaksi dari warga lokal. Jadi secara umum, satu bisa jadi masyarakat ini belum membatasi aktivitas dan tetap jaga jaraknya,” ringkasnya.

“Kedua pada saat melaksanakan kegiatan, baik di dalam rumah maupun di luar rumah, abai prokes 3M atau belum terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Kabar Lainnya : Puskesmas Rampal Celaket Beri Layanan Spesial Pengobatan HIV/AIDS.

Terlebih lagi, dari kasus yang sudah terjadi, untuk wilayah zona di Kota Malang sendiri, hingga saat ini masih masuk dalam zona oranye.

Lalu sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Malang sangat getol melakukan edukasi kepada warga Kota Malang.

“Di wilayah Satgas Covid-19 melakukan edukasi prokes. Juga memang warga ini kita sarankan membatasi aktivitas di luar,” ujarnya.

Hari ini (31/5), 23 orang warga RT 05 RW 05 Kel Rampal Celaket Kota Malang harus mengikuti swab antigen massal.

Karena mereka kontak erat pasien covid-19 Jalan Tretes. Swab terlaksana pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, di Lapangan Tretes Selatan Rampal Celaket Klojen Kota Malang.

Swab terlaksana dengan pengawasan ketat dari tim satgas dan petugas Gabungan TNI Polri serta jajaran Pemkot.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Puskesmas Rampal Celaket dr Alie, Babinsa Rampal Celaket Pelda Sugito.

Kemudian, Batuud Koramil 0833/01 Klojen Pelda M.Hafid. Bhabinkamtibmas Rampal Celaket Aiptu Pol Y.Ardhianto.

Selanjutnya, Lurah Rampal Celaket Sabardi, serta petugas kesehatan dari Puskesmas Rampal Celaket.

Dari 23 orang yang ikut menjalani swab antigen massal, terdapat dua pasien postif covid 19 warga jalan Tretes Selatan.

Kedua pasien yang positif akan masuk ke RSL Ijen. Petugas Puskesmas Rampal Celaket juga meminta mereka untuk melaksanakan isolasi mandiri.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler