Connect with us

Pemerintahan

Dinsos Kota Malang Ajak Masyarakat Edukasi Anjal Gepeng

Published

on

Dinsos Kota Malang Latih Disabilitas Membuat Produk Kuliner
Kabid Rehabilitasi Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Titik Kristiani (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Anak jalanan (anjal) gelandangan dan pengemis (gepeng) masih marak berkeliaran di beberapa sudut Kota Malang.

Satpol PP Kota Malang dan Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang pun rutin melakukan razia dan pembinaan anjal gepeng.

Kabid Rehabilitasi Perlindungan Jaminan Sosial (Replinjamsos) Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Titik Kristiani membenarkan.

Titik mengatakan selain agenda razia dan pembinaan anjal gepeng, dia juga berencana mengajak masyarakat Kota Malang turut mengedukasi para anjal gepeng.

Titik  ingin memberikan forum edukasi terlebih dahulu kepada masyarakat di setiap kelurahan. Di Kota Malang sendiri terdapat 57 kelurahan dari 5 kecamatan.

“Kami (Dinsos) pingin melakukan suatu pertemuan di kelurahan-kelurahan itu isinya kita mengedukasi masyarakat. Tidak hanya perwakilan,” ucapa Titik kepada wartawan, Selasa (25/5).

“Setidaknya kita lebih menyentuh seperti itu. Mengedukasi masyarakat supaya lebih peduli terhadap lingkungannya,” sambungnya.

Dari forum kelurahan tersebut, Titik mengharap nantinya masyarakat di setiap kelurahan bisa mengedukasi dan merubah mindset para anjal dan gepeng.

“Contohnya saja, apabila terdapat tetangga di sekitarnya yang menjadi pengemis atau mengamen di jalanan,” tuturnya.

“Maka  lingkungan masyarakat harus memberikan dukungan dan semangat agar dapat bekerja yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Begitu juga jika di lingkungan masyarakat ada ODGJ maupun lansia terlantar yang tidak punya keluarga. Maka masyarakat di kelurahan harus lebih peduli lagi.

Namun, bagaimanapun juga agenda-agenda seperti itu tentu membutuhkan pendanaan yang besar. Sebab harus bisa mengcover 57 kelurahan di Kota Malang.

“Tapi semua kembali kepada kemampuan dinas juga. Karena pasti membutuhkan anggaran. Semoga bisa seperti itu,” akhirnya.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler