Connect with us

Olahraga

Siswa Asal Malang Raih 2 Emas dan 1 Perak Championship Pencak Silat di Banyuwangi

Diterbitkan

,

IMG 20220323 072911
Siswa asal Kabupaten Malang, meraih 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu di Event Banyuwangi Championship Pencak Silat (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Siswa asal Kabupaten Malang, meraih 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu di Event Banyuwangi Championship Pencak Silat.

Selasa (23/3/2022). Bertempat di GOR Tawangalun, Kabupaten Banyuwangi.

“Ini adalah event besar pertama yang di ikuti anak kami. Namun sudah mendapat prestasi yang luar biasa,” ujar orang tua Mohammad Salman Mika Amrullah.

Dalam event tersebut Mohammad Salman Mika Amrullah juara 1 kategori usia dini putra-mini, Adzkia Rajwa Pahlevi juara 1.

Kemudian, Ibnu Syddad Abqori Ongko Widjoyo juara 2 usia dini putra-A dan Mohammad Aimar Azka Amrullah mendapat medali perunggu.

“Kalau anak kami sendiri, di sekolah sudah berlatih selama dua tahun, akan tetapi baru terjun ke gelanggang di kejuaraan baru kali ini,” ucapnya.

Pria yang biasanya dipanggil Azmi tersebut juga mengatakan anaknya dapat menjuarai kategori usia dini anak berumur 8 tahun.

Melalui group pencak silat Tapak Suci Jolotundo asal Surabaya, lanjut Azmi, lantaran di sekolahnya tidak mengeluarkan kontingen secara mandiri.

“Terimakasih, sekolah sudah memfasilitasi anak kami dalam berlatih. Namun besar harapan kami, sekolah Al-Uswah Singosari mengeluarkan kontingen secara mandiri,” ceritanya.

“Hal ini penting, karena bisa mewakili sekolah, bahkan mengharumkan nama Kabupaten Malang di tingkat Jawa Timur, atau Nasional. Kali ini, anak kami bergabung group silat asal Surabaya, Tapak Suci Jolotundo,” tuturnya.

Sedangkan, Randy Reza Pahlevi yang merupakan orang tua dari Adzkia Rajwa Pahlevi juga mendorong pihak sekolah mengeluarkan kontingen secara mandiri.

“Sebanyak 4 orang anak berasal dari Sekolah Al-Uswah Singosari, Kabupaten Malang yang berangkat ke Banyuwangi,” ungkapnya.

“Sekolah kami sudah mendukung dan memfasilitasi, akan tetapi besar harapan kami harus mampu mengeluarkan kontingen secara mandiri,” katanya.

Kami yakin dengan 4 orang siswa dari Al-Uswah bisa meraih medali, apalagi di ikuti oleh kontingen sekolah kami sendiri. Tidak menutup kemungkinan bisa banyak medali yang bisa diraih.

Kemudian, Naning Suci Wulandari selaku orang tua dari Ibnu Syddad Abqori Ongko Widjoyo menyampaikan akan terus bersemangat.

“Kami akan terus semangat berlatih dan akan mengikuti kejuaran besar berikutnya. Khususnya di Malang,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Event Championship Banyuwangi Pencak Silat, Romy Ardiansyah mengatakan bahwa kejuaraan ini bertujuan untuk memperkenalkan olahraga pencak silat.

“Secara keseluruhan, kami sudah menggelar sebanyak event 18 kali di Indonesia yaitu Pulau Jawa dan Bali peminatnya sangat bagus,” ujarnya.

Seperti saat ini di Banyuwangi di ikuti 2100 peserta, lanjut Romy, yang kebanyakan pesertanya dari Banyuwangi sendiri.

Namun karena ini open tournament, maka juga ada peserta dari luar kota seperti Surabaya, Jember, Situbondo, Bandung, bahkan Bali,” katanya.

Masih kata Romy Ardiansyah, para peserta dalam kejuaraan ini adalah pesilat pemula yang terdiri dari beberapa kategori, yaitu Pra Usia Dini/SD 8 tahun, Usia Dini/SD 9-10 tahun, Usia Dini/SD 11-12 tahun.

Pra remaja, remaja, dewasa dari perguruan silat, sekolah dan pondok pesantren untuk usia dini/SD, pra remaja/SMP/SMA/SMK dan mahasiswa.

Selain itu, Romy menjelaskan, bahwa pihak kerjasama yang terlibat adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur, IPSI Banyuwangi, KONI Banyuwangi, Dispora Banyuwangi.

“Habis ini akan menggelar event ke Magelang, lalu Banten, kemudian ke Bali. Dengan harapan, olahraga pencak silat di senangi oleh banyak masyarakat luas, ” Imbuhnya.

Lebih jauh, Romy juga menuturkan, bahwa dalam kejuaraan yang di gelar selama dua hari mulai Senin 21 Maret 2022 tersebut menggunakan sistem pemasalan. Dengan memperkenalkan pencak silat terhadap pemula.

“Jadi kita memperkenalkan pencak silat dari usia dini. Orang mengenal silat itu tidak usia dini, tapi SMP dan SMA baru bergabung silat. Dan sistem pemasal adalah pemula yang baru terjun ke gelanggang,” terangnya.

“Dengan begitu mereka belajar dan berani terjun ke lapangan. Tak hanya itu, semua peserta yang kalah bertanding juga mendapatkan medali, agar bersemangat ketika kembali ke daerahnya,” pungkas Romy.

Advertisement

Terpopuler