Connect with us

Pemerintahan

Kartu Prakerja Untuk 220 Kabupaten/Kota

Diterbitkan

,

Pemerintah menyiapkan program Kartu Prakerja tahun 2022 (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah menyiapkan program Kartu Prakerja tahun 2022 sebesar Rp 11 triliun agar kemiskinan ekstremnya turun.

Program Kartu Prakerja Gelombang ini resmi di buka Kamis 17 Februari 2022 tersedia untuk 500 ribu orang.

Prioritas yang di utamakan untuk dapat mengikuti program tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan program Kartu Prakerja di utamakan untuk 220 kabupaten/kota yang sedang di dorong agar kemiskinan ekstremny.

“Program Kartu Prakerja di tahun ini sama seperti sebelumnya dan kuota di tahun 2022 ini di gelombang 23 ini minggu pertama 500 ribu, dan tentu kami akan memberikan keberpihakan untuk 220 kabupaten/kota yang memang di rencanakan untuk dilakukan penurunan kemiskinan ekstrem,” ucapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/2/2022).

Program Kartu Prakerja juga akan memberikan alokasi bagi 50 ribu calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi mereka.

“Diharapkan dapat meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia sehingga tentu ini akan memberikan jaminan kepada calon pekerja migran Indonesia, pada saat bekerja di negara masing-masing yang dituju sudah mempunyai kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut,” katanya.

Syarat penerima Kartu Prakerja adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18-64 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. Sebagai program semi-bansos, Kartu Prakerja masih akan di prioritaskan bagi mereka yang belum menerima bantuan.

Deputi Bidang Koordinator Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan tim pelaksana dan manajemen pelaksana sudah melakukan persiapan. Sehingga pada hari ini gelombang 23 di mulai.

Program Kartu Pra Kerja pada semester I-2022 di laksanakan dengan skema semi bansos dan pelatihan online. Sama seperti periode di tahun sebelumnya.

“Besar bantuan juga masih sama seperti periode sebelumnya yakni Rp 3.550.000 dengan rincian biaya pelatihan Rp 1 juta, insentif Rp 2,4 juta, dan juga insentif survei Rp 150 ribu,” sambungnya.(carep01/fir)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih