Pemerintahan
Dinsos-P3AP2KB Melakukan Pendataan Anjal di Kota Malang

KABARMALANG.COM – Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) terus berupaya melakukan pendataan anjal dan Gepeng di Kota Malang.
Hal ini dilakukan karena banyaknya anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) yang terjaring razia oleh Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kota Malang.
Pemerintah pun kembali dituntun untuk melakukan pendataan secara lebih terperinci. Sehingga, keberadaan anjal maupun gepeng dapat dideteksi untuk kemudian dibina dan tidak lagi kembali ke jalan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan Jaminan Sosial (Replinjamsos) Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Titik Kristiani mengatakan, bahwa pihaknya selama ini memang berharap ada pendataan secara merinci berkaitan dengan anjal dan gepeng.
“Kami ingin ada pendataan. Sebenarnya anjal di Kota Malang itu berapa. Itu memang agak sulit, karena kita harus mendatangi titiknya itu kan,” ungkap Titik, beberapa hari lalu.
Jika para petugas mendatangi kawasan permukiman dari anjal ataupun gepeng tersebut, lanjut Titik, pihak RT/RW di sekitar wilayah itu akan menutup diri. Karena merasa malu dengan keberadaan anjal dan gepeng di wilayahnya.
“Coba kalau kita datang ke RT/RW misalkan, anjal e enek piro kan nggak ada yang mau mengaku. Memang kita harus mengikuti ke lokasinya. Lah itu kan juga biaya besar ya. Karena kan pasti mobile ya,” katanya.
Selain itu, disampaikan Titik bahwa pihaknya juga berkeinginan untuk melakukan pertemuan di kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Malang. Setidaknya terdapat 57 kelurahan dari 5 kecamatan yang ada di Kota Malang.
“Kami ingin melakukan suatu pertemuan di kelurahan-kelurahan itu isinya kita mengedukasi masyarakat. Kenapa harus di kelurahan masing-masing, karena yang diundang ya mereka. Tidak hanya perwakilan,” ucapnya.
“Setidaknya kita lebih menyentuh seperti itu. Mengedukasi masyarakat supaya lebih peduli terhadap lingkungannya,” sambungnya.
Masih kata Titik, semisal jika terdapat tetangga di kanan kirinya yang misalnya berprofesi sebagai pengemis, mengamen di jalanan, setidaknya lingkungan masyarakat harus memberikan dukungan dan semangat agar dapat bekerja lebih baik lagi.
“Setidaknya lingkungannya bisa memberi semangat, ayo lah bekerja yang lain yang lebih bermartabat. Juga misalnya di lingkungan itu ada ODGJ, ada lansia terlantar yang tidak punya keluarga, nah lingkungannya ini harus lebih peduli lagi. Itu kami pingin membuat kegiatan seperti itu,” terangnya.
Namun, dikatakan Titik bahwa kegiatan-kegiatan tersebut juga harus memerlukan biaya yang cukup banyak. Karena wilayah Kota Malang terdapat 5 kecamatan dengan 57 kelurahan, menjadi penting untuk pengalokasian anggaran untuk kegiatan.
“Tapi semua kembali kepada kemampuan dinas juga. Karena pasti membutuhkan anggaran. Semoga bisa seperti itu,” Titik mengakhiri. (carep-03/fir)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara































