Connect with us

Kuliner

Kurma Mesir dan Tunisia Laris Manis di Kota Malang Saat Ramadan 2021

Diterbitkan

,

Kurma Mesir dan Tunisia Laris Manis di Kota Malang Saat Ramadan 2021
Seorang pedagang kurma di Kota Malang sedang menyiapkan dagangannya (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kurma Mesir dan Tunisia menjadi primadona saat bulan Ramadan setiap tahunnya. Buah ini menjadi hidangan favorit berbuka puasa masyarakat Indonesia.

Sehingga penjualan kurma saat bulan puasa pun laris manis. Seperti di Jalan Syarif Al Qodri Kota Malang. Kawasan tersebut banyak toko yang menjajakan kurma.

Barock Mahrie, pemiliki Toko Kebun Kurma Malang mengamini. Kurma yang laris manis adalah kurma dari negara Mesir dan Tunisia.

“Hampir di setiap toko pasti jual dua jenis kurma itu. Secara umum, Tunisia dan Mesir yang paling laris. Harganya orang gak mungkin jual mahal,” ujar Barock kepada Kabarmalang.com, Selasa (27/4).

Kabar Lainnya : Wisatawan Mesir Kagumi Keindahan Pantai Ngudel.

Untuk harganya sendiri, kurma Mesir seharga Rp 250 ribu per 10 kilogram. Lalu banderol kurma Tunisia sebesar Rp 285 ribu ke atas untuk 5 kilogram.

Kedua kurma itu menjadi favorit, karena selain untuk konsumsi sendiri, masyarakat juga bisa lebih untung ketika menjualnya kembali.

“Kalau kurma Mesir teksturnya besar, sebutannya itu kurma takjil. Kalau teksturnya kurma Tunisia itu basah, orang menyebutnya itu jenisnya kurma madu,” jelasnya.

Barock mengatakan selain menjual kurma Mesir dan Tunisia. Tokonya juga menjual kurma dari Arab Saudi yakni Kota Madinah dan Jeddah. Lalu dari Uni Emirat Arab dan Aljazair.

Ia menuturkan waktu ramai penjual itu sejak pagi hari mulai jam 9 pagi, dan puncaknya menjelang waktu buka puasa. Masyarakat juga bisa membeli kiloan.

“Periode puncak ramai orang beli kurma itu waktu menjelang lebaran. Kurang satu minggu biasanya ramai, kita lihat nanti,” ucapnya.

Tentunya ia sangat berharap dengan keberkahan bulan Ramadan 2021. “Mudah-mudahan ramai dan meningkat peminat kurma, karena berkhasiat untuk kesehatan dan menjaga diri,” ringkasnya.

Ia menambahkan bahwa mengonsumsi kurma saat berbuka puasa itu sunnah rasul. Sehingga, selain sehat kita pun mendapatkan pahala.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kuliner

Infused Water Buah Kurma, Ini Resep Dan Khasiatnya Bagi Tubuh

Diterbitkan

,

Infused Water Buah Kurma, Ini Resep Dan Khasiatnya Bagi Tubuh
Infused water kurma dalam botol tumbler (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Selama bulan Ramadan, buah kurma menjadi salah satu makanan andalan untuk berbuka puasa, termasuk infused water.

Infused water kurma adalah minuman dari hasil merendam campuran air putih dan buah kurma selama beberapa jam.

Kabar Lainnya : Tugas Kuliah Bikin Video Skin Care Alami, Tembus 2 Juta Views.

Infused water buah kurma pun memiliki sebutan lain, yakni air nabeez. Air nabeez ini merupakan minuman favorit Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW merendam kurma di dalam wadah tertutup selama 12 jam. Kemudian, beliau meminum airnya dan buah kurmanya langsung beliau telan.

Barock Mahrie, salah satu pengusaha kurma di Malang mengamini. Infused water kurma juga memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.

Kabar Lainnya : Dinkes Gelar Pelatihan Penjamah Makanan.

“Infused water kurma manfaatnya banyak, daripada orang berolahraga pakai doping-doping yang lain, lebih baik pakai infused water,” ujar Barock kepada Kabarmalang.com, Kamis (29/4).

“Bisa menyembuhkan segala penyakit dalam tubuh. Mulai paru-paru, kanker, darah tinggi, kencing manis, terus habis itu mencegah penyakit asma, dan lambung,” sambungnya.

Barock membeberkan resep membuat infused water kurma. Pertama, harus menyiapkan sejumlah kurma kering, yakni seperti jenis kurma sukari, kurma emirat, dan  kurma ajwa.

Kabar Lainnya : Ibu Tua Viral Dipukuli Rutin Belanja di Pasar Mergan.

Selanjutnya, tutuplah botol atau gelas tersebut dengan durasi selama 8-12 jam sebelum menikmatinya. Taruhlah wadahnya di tempat yang tidak terkena sinar matahari.

Selama bulan Ramadan Barock selalu membuat infused water kurma, agar puasa dan ibadahnya yang lain bisa berjalan lancar.

Kabar Lainnya : Jaga Ekonomi Indonesia, Tokopedia Fokus Beri Solusi Tangani Pandemi.

“Saya bikin saat buka puasa untuk sahur. Nanti pas sahur saya bikin untuk buka. Nanti pas buka puasa saya minum airnya, nanti kurmanya saya makan,” jelasnya.

Ia mengatakan efek saat meminum infused water kurma saat sahur membuat daya tahan tubuh lebih kuat dan tidak lemas.

“Konsumsi waktu buka puasa juga enak, saat tarawih kita gak ngantuk, bikin lebih semangat,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Kampung Wayang Ikon Desa Wisata Beji

Diterbitkan

,

Kampung Wayang Ikon Desa Wisata Beji
Suasana pasar lawas Kampung Wayang Desa Wisata Beji (Foto : arl)

 

KABARMALANG.COM – Kampung Wayang makin memperkaya wisata Malang Raya. Destinasi itu ada di Desa Beji, Kota Batu.

Kampung Wayang melengkapi wisata Malang dengan sentra jajanan lawas. Desa Beji berbeda dengan Desa Junjrejo. Karena, kampung Wayang lebih berkonsep budaya jawa pewayangan.

Kampung tersebut, banyak menampilkan ornamen pewayangan. Sehingga, suasana lawasnya berbeda dari tempat lain.

“Baru resmi dua bulan lalu. Tetapi, alhamdulillah tingkat kunjungan sampai ratusan sekali buka” ungkap Kades Beji Deny Cahyono, Sabtu pagi (19/12).

Kampung wisata ini terletak di Dusun Jatirejo. Wisata tersebut terbuka bagi wisatawan Malang Raya. Tetapi, ada batasan jam buka.

Kampung wisata ini buka setiap Sabtu dan Minggu. Penikmat wisata Malang bisa datang siang hingga malam hari.

Kampung tersebut menyajikan 20 stan makanan lawas. Sehingga, bisa menampung 100 sampai 200 wisatawan.

“Jajanan tempo dulunya macam-macam. Yakni, cenil, horog-horog, nasi empog, dan lain-lain,” imbuh Deny.

Ornamen gambar Punakawan.

Dia juga menjelaskan jajanan kampung wisata ini tidak mahal. Penikmat wisata Malang cukup ‘sangu’ Rp 5000 – Rp 10.000.

Selain itu, Kampung Wayang sering melakukan pertunjukan perkusi. Pemainnya adalah para pemuda kampung tersebut.

Sehingga, suasana pasar lawas tersebut semakin hidup. Pemdes Beji siap mendukung kemajuan kampung tersebut. Karena, bisa menjadi alternatif wisata Malang Raya.

“Kami telah merencanakan anggaran Rp 100 juta untuk pengembangan. Karena, ornamen-ornamen pendukung perlu ada. Sehingga budaya wayang semakin terasa,” tutupnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Walikota Sutiaji Waspadai Lonjakan Covid-19 Saat Libur Panjang

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM – Walikota Malang Drs H Sutiaji meminta masyarakat waspada sebaran Covid-19, terutama saat memasuki libur panjang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhir Oktober mendatang.

Masyarakat diharapkan ikut andil dalam mensosialisasikan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak. Demi menekan lonjakan jumlah Covid-19.

“Saat rakor disampaikan oleh Ibu Gubernur dan Bapak Kapolda, jangan terlena dengan zona orange. Termasuk menghadapi libur panjang 28 Oktober nanti,” kata Sutiaji kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Sutiaji berharap adanya libur panjang tersebut tidak muncul transmisi lokal penyebaran COVID-19 khususnya di wilayah Kota Malang. Saat ini, Kota Malang sudah masuk dalam zona oranye penyebaran Covid-19.

“Malang Raya akan menjadi daerah tujuan wisata saat libur panjang. Kita harus mewaspadai transmisi lokal dengan membludaknya jumlah wisatawan yang datang,” katanya.

Menurut Sutiaji, kuliner menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Malang. Pihaknya sudah memberikan masukan kepada industri perhotelan agar meminimalisir transmisi lokal melalui barang.

Caranya dengan menyediakan makanan dan minuman untuk mengurangi aktifitas wisatawan keluar dari hotel. Transmisi lokal melalui barang sangat perlu diwaspadai. “Kami sudah sampaikan kepada hotel agar menyediakan makanan dan minuman untuk wisatawan, agar mereka tidak keluar. Demi mengurangi tranmisi lokal,” tutur Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, saat ini Kota Malang sudah berada di zona oranye atas kasus Covid-19. Oleh sebab itu, dia mendorong seluruh komponen masyarakat dapat mempertahankan zona tersebut.

“Kita harus duduk bersama mempertahankan Kota Malang di zona orange dan diharapkan bisa meningkat menjadi zona kuning,” harap Sutiaji. (rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com