Connect with us

COVID-19

Kesadaran Pengelolaan Limbah Infeksius Masih Rendah

Diterbitkan

,

Ilustrasi pengelolaan sampah. (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Pandemi Covid-19 memunculkan masalah baru di Kabupaten Malang. Limbah masker alat pelindung diri bercampur dengan sampah lainnya.

Tidak ada pemisahan. Kesadaran pengelolaan limbah infeksius masih rendah. Padahal, sampah medis harus dipisahkan dengan sampah rumah tangga.

Petugas sampah Kabupaten Malang riskan tertular Covid-19. Masker-masker bekas itu masih berpotensi droplet.

“Biasanya yang tercampur itu masker sekali pakai warga. Kalau dari safe house dan rumah sakit rujukan sudah kami dipisahkan,” kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Kabupaten Malang, Renung Rubiyartadji saat dikonfirmasi, Senin (23/11).

Petugas kerap menemukan sampah masker dan sampah biasa bercampur. Petugas setiap hari selalu memisahkan sampah medis itu.

Masker bekas ditanam ke tanah sedalam 60 sentimeter. Tujuannya untuk keamanan di sekitar TPA.

“Tapi mereka APD-nya sangat minim. Masker dan sarung tangan saja. Kan bahaya. Dan kami hanya bisa mewanti-wanti saja agar hati-hati,” kata Renung.

“Belum bisa memberikan APD seperti pakaian hazmat lengkap. Karena keterbatasan dana dan tidak ada bantuan,” sambungnya.

“Untungnya, walau terbatas APD, belum ada paparan. Tapi harapannya adalah bantuan APD lengkap. Karena mereka ini berkontak langsung dengan sumber virus,” tutupnya.(im/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih