Connect with us

Kabar Batu

Ribuan Kendaraan Kota Batu Masih Uji KIR di Malang

Diterbitkan

||

Wawali Kota Batu Punjul Santoso saat melakukan sidak calon tempat uji KIR di gedung KPU.( foto : arul)

 

KABARMALANG.COM – Ada 7000 kendaraan Kota Batu yang uji KIR di Malang. Pemkot Batu ingin uji KIR tak perlu keluar wilayah.

Sehingga, pembangunan balai uji KIR Batu, terus diperjuangkan. “Ada 7000 kendaraan Batu yang uji KIR di luar. Yakni, di Kota Malang dan Kabupaten Malang,” ungkap Wakil Walikota Batu Punjul Santoso ketika dikonfirmasi Kabarmalang.com pada Minggu siang (11/10).

Contohnya, organda Batu harus keluar kota untuk uji KIR. Begitu juga, kendaraan berat berplat Batu. Padahal, jarak Batu ke dua tempat uji KIR jauh.

Satu balai KIR ada di Singosari Kabupaten Malang. Satu lagi, ada di Arjowinangun Kota Malang.

Baca juga : Rencana Pembangunan Balai Uji KIR Masih Mandeg

Organda juga harus melakoni begini selama 18 tahun. Selain jarak tempat ujian yang jauh, biaya KIR mahal.

Satu kendaraan bisa sampai Rp 100 ribu. Uji KIR dilakukan per semester.

Tak heran, Pemkot Batu ingin membangun balai uji KIR. Tujuan pertama, memudahkan organda dan kendaraan berat asli Batu. Tujuan kedua, meningkatkan potensi PAD Kota Batu.

Misalnya, 7000 kendaraan uji KIR di Batu setahun dua kali. Satu kali uji KIR, Rp 100 ribu. PAD bisa Rp 1,4 miliar.

Kadishub Kota Batu Imam Suryono mengaku disambati para sopir. Kendaraan Batu harus merogoh kocek untuk uji KIR.

“Jadi memang keluhannya seakan mereka di anak tirikan. Memang, kendaraan harus mengikuti perda masing-masing daerah. Karena itu, kami berniat membangun balai uji KIR. Supaya, para sopir dimudahkan,” paparnya.

Ia juga menambahkan balai uji KIR Batu bisa melayani wilayah lain. Misalnya, Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Ada satu lahan yang diproyeksi balai uji KIR. Yakni, lahan gedung KPU. (arl/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Batu

Amdal Pasar Besar Batu Disosialisasikan

Diterbitkan

||

Suasana Sosialisasi Amdal Pembangunan Pasar Besar Batu (foto : Arul)

KABARMALANG.COM Pemkot Batu optimis membangun Pasar Besar Batu tahun 2021. Meskipun, DPRD sudah mendesak adanya DIPA. Yaitu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran dari kementerian terkait.

Optimisme ini dibuktikan Selasa (20/10). Pengembang sosialisasi Amdal kepada warga sekitar areal pasar.

Sosialisasi digelar di Balai Desa Oro-oro Ombo.

“Ini pembangunan besar, tentu membutuhkan amdal. Kami menampung aspirasi masyarakat. Agar nantinya bisa meminimalisir impact dari prosesnya,” ungkap Penanggung jawab PT Alam Lestari Konsultan, Edi Wiyono pada Rabu siang (21/10).

Ketua Tim Penyusun Amdal mengklaim telah menampung masukan masyarakat. Terutama, warga terdampak. Baik dari sisi limbah, getaran, dan kebisingan pembangunan.

Dia akan mengantisipasi limbah Caranya, membangun TPS serta Ipal Komunal untuk limbah cair.

Sedangkan, kebisingan getaran disiasati dengan shift. Pekerjaan konstruksi dilakukan siang hari.

Malam hari, hanya pengerjaan tanpa kebisingan.

“Ini yang menjadi kajian dalam dokumen amdal. Kemudian bisa dirumuskan rencana pengelolaan dan pemanfaatannya,” ujar Edi.

Dia menekankan, masukan masyarakat akan diteruskan ke konsultan DED. Agar diakomodir dalam rancangan bangunan pasar.

Kabid Cipta Karya DPKPP Kota Batu, Mochammad Noor sepakat. Amdal diintegrasikan dengan DED pembangunan Pasar Besar Kota Batu.

Bagaimanapun bentuk DED yang disusun, kajian amdal ini melekat.

“Jadi akan segera dipercepat seluruh prosesnya. Karena permintaan dari Kementerian PUPR. Agar bisa segera direalisasikan. Kajian amdal akan dimintakan persetujuan Wali Kota Batu,” tukasnya. (arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

PKH Batu Cair, 3498 KK Terima Bantuan

Diterbitkan

||

Suasana penyerahan bantuan beras pada keluarga PKH Batu. (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Program Keluarga Harapan Kota Batu akhirnya cair. Penerima PKH sejumlah 3.498 KK pun kembali bernafas lega.

Pasalnya, bantuan pemerintah pusat berupa 15 kilogram sembako. Bantuan ini dinilai penting bagi warga di tengah pandemi.

“Programnya tiga bulan dan ini yang terakhir. Agustus dan September kemarin juga sudah disalurkan,” ungkap Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Rabu siang (21/10).

Dia menambahkan, bantuan PKH disalurkan dua hari terakhir. Pendistribusian dilakukan dengan kerja sama Bulog.

Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan melakukan pendataan. Data ini, diserahkan kepada Bulog.

Penyaluran beras hari ini dilakukan di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Batu.

“Yakni, Songgokerto, Sisir, dan Sidomulyo. Ini untuk Batu. Kalau Kecamatan Bumiaji keseluruhan, 9 kelurahan semua,” katanya.

Dia juga berharap bantuan ini membantu daya beli masyarakat. Serta, menekan angka kemiskinan di Kota Batu.

“Jadi masyarakat tinggal memikirkan untuk membeli lauknya saja,” tutup Punjul.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Kampung Bulukerto, Suguhkan Kopi Rasa Apel

Diterbitkan

||

Foto : Wisatawan Kunjungi Wisata Edukasi Kopi di Bulukerto (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COMKota Batu terkenal dengan wisata buatan. Tapi, wisata edukasi kopi menjadi alternatif baru.

Wisata edukasi ini memperkenalkan produk kopi olahan Kota Batu. Lokasi wisatanya ada di Dusun Buludendeng Desa Bulukerto Bumiaji.

Ciri khas kopinya adalah memiliki rasa apel dalam seduhannya.

“Awalnya kami ragu untuk membuat inovasi ini. Namun ketika dicoba, ternyata responnya diluar dugaan kami,” beber Oktavian Dwi Suhermanto, penggerak Kampung Kopi Bulukerto, ketika ditemui di Kampung Kopi Aroma Apel Rabu siang (21/10).

Dia mengungkapkan kopi ini tak hanya beraroma apel. Produk yang dinamai kopi Siman tersebut punya aftertaste apel.

Kepada Kabarmalang.com, Herman membeberkan rahasianya. Kopi arabika punya sifat khusus. Dia selalu menyerap aroma dilingkungan sekitarnya.

Dia sengaja menanam di bawah pohon apel. Sehingga setiap kopi yang dipanen beraroma segar buah apel.

“Kalau harga, kita mematok dengan harga normal. Rp 10 ribu untuk 100 gram kopi bubuk. Rp 40 ribu untuk 200 gramnya,” bebernya.

Sedangkan, green bean dipatok Rp 350 ribu per 5 kilogram.

Herman menjelaskan, kopi apel ditanam di lahan 10 hektar. Perkebunan dikelola Kelompok Tani Sri Makmur.

Dalam setahun, petani memanen 600 kilogram. “Alhamdulillah bisa maju sepesat ini. Varian aroma buah lain sedang kami trial,” tutupnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com